CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Ibuk Dini yang memberitahukan hal tadi pada suaminya


__ADS_3

Pas sampai dikamar ibuk Dini langsung mengunci pintu kamar dan masuk kedalam untuk mengambil teleponnya. Apakah tidak salah jika hal ini sampai tidak diketahui oleh suaminya sendiri.


"Halo ada apa buk, tumben telfon Bapak jam segini. Atau ada yang mau dibelikan kalau bapak pulang nanti, kata pak Catur yang hanya mengira-ngira karena dari tadi istrinya tidak bilang apa pun.


"Em.. ini pak, kok Fiki sama Naura semakin kesini semakin menakutkan ya pak bagi ibuk, ucap ibuk Dini yang tak tau harus bilang dari mana nantinya. "Masak iya tadi Fiki nyuapi dan asal bapak tau kalau mereka satu sendok berdua pak, itu kan tanpa sengaja mereka sudah melakukan ciuman dengan Naura dan pas tanpa sengaja ibuk mau ke kamar Fiki untuk menegurnya ibuk melihat Fiki ada dikamar Naura dan sedang mencium kening Naura pak, cerita yang seharusnya suaminya ketahui. Apakah ini saatnya kita kasih tau yang sebenarnya ya pak agar mereka bisa menjaga jarak antar mereka nantinya.

__ADS_1


"Udah buk belum waktunya kalau mereka tau yang sebenarnya malah kalau mereka ada hubungannya beneran bagaimana? 'jawab pak Catur yang masih binggun juga dengan pekerjaannya tapi harus tetap menjawab pertanyaan istrinya itu. Memang selama ini yang fokus menjaga anak-anak adalah istrinya jadi dia tidak begitu tau tentang Fiki dan Naura. Yang dia tau kalau hubungan kakak beradik wajar jika saling menyayangi seperti itu.


"Ya udah lah pak ibuk mau rehat dulu perut aku sedikit sakit ni, urusan itu kita pikir bareng-bareng nanti kalau bapak udah pulang, ujarnya sambil memijit pelipisnya yang sedikit sakit. Karena banyak pikiran maka bawaan bayinya ingin tidur melulu. Setelah pamitan telepon pun langsung dimatikan karena ingin cepat- cepat tidur.


******

__ADS_1


Nampak bibik Ina sedang merapikan meja makan yang ditinggalkan oleh Fiki dan Naura tadi. Setelah piring yang belum dimakan karena langsung mengejar Naura ke kamarnya tadi. "Kok tumben Aden gak habis makan ya, biasanya kalau masakan kaya gini paling hobi. Kalau aku beresin nanti Aden nyari in gak ya, ucapnya yang lirih karena tak ada yang lain selain beliau. Udah lah aku simpan saja takutnya nanti Aden nyari. Karena sudah membereskan meja makan bik Ina langsung pergi ke atas untuk melihat kamar Naura untuk memastikan jika apa tanggapan Aden Fiki tentang masaknya kok kenapa gak habis yang makan.


"Non, buka pintu non bibik mau tanya sesuatu, ucap baik Ina yang mencoba memanggil Naura.


"Iya bik kenapa, jawab Naura yang sudah membukakan pintu buat bik ini karena takut ada yang penting.

__ADS_1


"Itu makan ya Aden kok gak habis itu kalau bibik bersihkan gimana non, takutnya Aden masih nyari, tanya bik Ina yang takut salah nantinya.


"Oh itu, ya simpan aja bik nanti takutnya di cari kakak. Ya udah bik Naura mau bilang ke kakak dulu aja bik, ucapnya yang langsung menuju ke kamar kakaknya.


__ADS_2