CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Fiki yang merebut kesucian Naura


__ADS_3

"Kakak kenapa tak mengetuk pintu dulu kak, kata Naura yang sedang keluar dari kamar mandi itu.


"Ngapain kakak harus ketuk dulu jika pintu tak dikunci, kata Fiki yang langsung masuk dan menutup kembali pintu kamar Naura. Karena ulah Naura tadi Fiki pun ingin menanyakan itu semuanya pada Naura juga. "Kakak udah pernah bilang kan kalau kamu tak boleh berteman dengan laki-laki lain kenapa kamu melanggar itu semua Naura, bentak Fiki yang terus mendekati Naura yang sedikit binggun itu.

__ADS_1


Naura yang tak tau jika Fiki sudah mengetahui hal itu pun hanya binggun apa yang kakaknya sudah lakukan, tapi setelah kakaknya menjelaskan itu semua akhirnya ia langsung merasa ketakutan jika kakaknya akan marah padanya.


"Naura minta maaf kak, Naura pikir Beni beda dari yang lain, jelas Naura yang langsung menangis didepan Fiki.

__ADS_1


"Semua laki-laki sama Naura kakak benci kamu tak mendengarnya apa yang kakak bicarakan ke kamu, kata Fiki yang langsung mengambil vas yang ada di meja dan melemparnya ke sembarang tempat. Kaya gini kamu sudah melakukan dan kakak akan hapus bekas bibir laki-laki itu, ucap Fiki yang langsung mencium bibir Naura dan mendorong tubuh Naura agar mendekat pada dingin kamar. Ciuman yang Fiki lakukan sangat terlihat jika ia sedang marah karena mulut Naura semuanya diciuminya agar mulut itu tak merasakan bekas dari ciuman dengan Beni tadi. Sedangkan Naura yang tak bisa berbuat apa-apa pun dia hanya bisa menagis karena hari ini ia sudah melakukan apa yang tak ia inginkan ciuman paksa Beni dan ciuman rakus Fiki kakaknya. Karena melihat Naura yang tak bergerak sama sekali ditempatnya dan melihat Naura yang tak melakukan perlawanan akhirnya Fiki pun tersulut emosi karena ia pikir Naura juga tak melakukan perlawanan pada Beni tadi. Karena sudah disulut emosi yang memuncak akhirnya Fiki langsung mendorong tubuh Naura untuk jatuh ke ranjang, setelah bisa melakukan itu semua Fiki langsung melanjutkan untuk sedikit mencium Naura lebih dari tadi yang ia lakukan. Sambil Fiki sedikit membentak keras Naura.


Setelah melihat kakaknya melakukan semua itu akhirnya Naura langsung duduk dan mencoba menutupi tubuhnya dengan selimut, tapi itu semua sudah terlambat karena Fiki yang juga sudah membukakan semua pakaiannya pun sudah didepannya kembali.

__ADS_1


"Ampun kak, jangan lakukan ini, Naura tak mau berdosa kak, kita ini sedarah kak, kata Naura yang semakin menagis dan mencoba memundurkan tubuhnya dari kakaknya itu. Tapi karena Fiki yang juga sudah dikenalkan oleh nafsu pun akhirnya berhasil menarik kaki Naura dan kembali menindihnya.


"Semua ini ulah kamu Naura, kata Fiki yang langsung mengunci kedua tangan Naura dan menindihnya. Siapa sangka jika kakak yang selama ini ia sayangi yang telah merebut kesuciannya.

__ADS_1


__ADS_2