CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Pembagian tugas


__ADS_3

Siangpun berganti malam yang mana pak Aan masih setia dengan apa yang ia lakukan saat ini samapi-sampai ia teringat pada istrinya yang pastinya sedang menunggunya. Karena tak ingin membuat cemas istrinya yang cantik akhirnya pak Aan langsung keluar ruangan tadi dan menghubungi nomor istrinya.


"Sore menjelang malam cantik,,!!


Maaf ya mas belum bisa pulang jam ini, soalnya proyek mas ada kendala, sedangkan aku harus menyelesaikan hari ini juga. Kamu sama ibuk dan Bapak dulu ya,, Muach... LOVE U 💞💕💞💞. Isi pesan yang dikirimkan oleh pak Aan pada istrinya. Karena tak ingin mendengar suara istrinya yang merengek meminta pulang akhirnya ia hanya mengirimkan pesan saja. Tapi ia lupa akan yang satunya lagi. Tugasnya tak hanya istrinya tapi juga anak dan kedua cucunya juga yang ada di rumah sakit yang berbeda.


Tanpa ragu akhirnya pak Aan langsung menghubungi nomor pak Catur untuk menjaganya. Berbagai tugas pada orang yang ia percayai bisa membantu pikiranya tak terbelah.


"Halo pak bapak lagi dimana, bisa menjauh dari orang-orang dulu pak saya mau bicara penting. Pak Aan memastikan bahwa tak ada yang mendengarkan ucapannya nanti. Apalagi ia tau kalau pak Catur saat ini sedang ada dirumah sakit tempat istrinya dan pak Huda dirawat.


"Iya pak ada apa ya pak, jawab pak Catur yang keluar dari kamar rawat tadi.


"Pak sebenarnya Naura dan Fiki saat ini ada di rumah sakit Pelita Husada jl....


Hari ini mereka mengalami kecelakaan tapi waktu saya tinggal tadi Naura sudah bangun sedangkan anak-anak tak terjadi apa-apa. Saya minta jangan beri tahu keluarga yang lainnya tapi bapak sama istri bapak tolong kesana pak untuk menghibur anak-anak. Nanti biar dibantu pelayan saya yang sudah ada disana pak. Ucapan pak Aan yang berharap agar pak Catur ikut mengawasi semuanya disana.


"Ya pak saya akan segera kesana, pak Aan selesaikan dulu apa yang akan Bapak kerjakan. Ya udah pak saya tutup dulu ya pak.

__ADS_1


Dengan berita yang ia dapatkan tadi akhirnya pak Catur langsung mendekati istrinya dan berbisik-bisik agar tak ada yang mengetahui hal itu. Akhirnya dengan begitu khawatirnya ibuk Dini menyetujui akan pergi menyusul Naura dan Fiki. Dengan beralasan ingin mencari sesuatu yang akan di butuhkan akhirnya mereka berdua sudah dalam perjalanan menuju ke rumah sakit itu.


"Pak kok kaya gini sih anak-anak sering terjadi masalah kaya gini. Apa karena mereka tak ditakdirkan untuk bersama ya pak, tangisan seorang ibu yang melihat kedua anaknya sakit saja seperti ini apalagi kalau melihat anaknya terluka dan kecelakaan seperti saat ini.


"Sudah buk, kita doakan saja semoga diawal musibah ini ada kebahagiaan yang belum mereka temukan. Jika belum berjodoh gimana nasib kedua cucu kita buk, mereka juga ingin hidup bersama keluarga yang utuh. Kita juga tak meminta ini semuanya terjadi kan karena mungkin Allah percaya jika Fiki dan Naura mampu melewati ini semua. Yang kita pikirkan saat ini bagaimana kita harus menjaga kedua cucu kita.


Sekitar 2 jam lebih akhirnya pak Catur dan ibu Dini sampai di tempat tujuan juga. Walaupun hari semakin malam mereka tetap akan mencari dimana ruangan Fiki dan Tika berada. Dengan bertanya di informasi depan akhirnya mereka menemukan dimana mereka berada.


Tok,,tok.


"Iya tuan, silahkan masuk". Sapa pelayan yang ternyata masih didalam menemani Naura dan kedua anaknya itu. Pak Catur langsung masuk dan mendapati kedua cucunya sudah tertidur di atas sofa. Begitu ngilunya saat pemandangan seperti ini. Apalagi Naura yang masih tertidur di ranjangnya juga belum ada keinginan membukakan matanya. Ibuk Dini akhirnya menangis melihat ini semuanya.


"Maaf tuan, nyonya saya permisi. Pamit pada kedua orangtua Naura dan Fiki itu yang masih mematung di tempatnya tadi.


"Tunggu bik, apakah kondisi Naura baik-baik saja. Kok sepertinya dia belum siuman atau karena tertidur saja. Pertanyaan pak Catur yang menghentikan bibik yang akan keluar ruangan itu.


"Maaf tuan tadi non Naura sempat sadarkan diri dan meminta untuk melihat kondisi tuan Fiki. Tapi setelah mendengar penjelasan dokter jika tuan sedang koma jadi nona hanya menangis dan akhirnya pingsan lagi. Jadi tadi saya yang menidurkan kedua anak itu.

__ADS_1


"ya udah bik, bibik boleh mencari minum atau sekedar makan di kantin dulu. Tapi jangan pulang ya aku masih membutuhkan bantuan bibik. Ucapan pak Catur yang mengetahui jika istrinya juga tak sedang baik-baik saja. Hanya tangisan yang ia keluarkan saat ini.


Setelah kepargian bibik tadi ibuk Dini langsung mendekati kedua cucunya dan menagis, "Betapa pilunya kedua anak itu. Melihat kedua orang taunya yang seperti ini. Apalagi kondisi Fiki sendiri juga belum bisa dipastikan akan sampai kapan seperti ini.


"Nak maafkan Oma, mungkin ini cobaan yang tak akan terjadi jika kami tak mengijinkan kalian ikut ibuk dan ayah kalian. Saat seperti ini kami juga tak bisa ada disamping kamu. Ibuk Dini merasa bagaimana ia waktu itu menunggu almarhum ayah dari Fiki yang juga sedang koma seperti ini. Hancur kenapa keluarganya hancur seperti ini.


"Sudah buk kita harus kuat demi mereka. Sekarang ibuk cuci muka aja biar lebih rileks lagi. Sekarang Bapak mau lihat kondisi Fiki juga. Semoga Fiki juga cepat membaik dan kita pindahkan ke kota kita aja buk. Mungkin ini yang terbaik jika mereka tak terlalu lama di sini. Masih banyak pekerjaan kita yang juga jadi terbengkalai lho.


"Iya pak ibuk ikut ya. Tapi nunggu bibik datang aja ya ke kamar Fiki nya biar bisa gantian nantinya.


"Ya udah cuci muka dulu tapi biar kelihatan cantik lagi. Kan jadi semangat kan bapak lihat ibuk terus, goda pak Catur agar istrinya kembali ceria lagi.


"Ah bapak bisa aja, berarti ibuk dah gak cantik lagi ya. Kok bapak bisa bilang kaya gitu. Marah ibuk Dini yang akhirnya langsung pergi ke kamar mandi di ruangan itu. Walaupun sebenarnya ia sangat terpuruk tapi ia tak akan memperlihatkan itu semua pada kedua anaknya dan juga kedua cucunya. Ia harus kuat dan bisa melewati ini semua.


*****


Malam kelam hanya bisa kita rasakan jika tak ada cinta. Maka dari itu jika kau merasakan indahnya cinta langsung kamu genggam agar engkau tak kehilangannya lagi. Begitupun hidupku tak ada kabar dari kakak semua terasa hampa...Salam dari satu hati...Tap 💕💞💕💕ya kak..

__ADS_1


__ADS_2