CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Akhirnya ketemu juga


__ADS_3

Karena saking takutnya ketiga orang jahat itu langsung berlomba untuk menjawab pertanyaan pak Aan sebelum keluarganya menjadi sasaran berikutnya. Apalagi ini semua sudah lebih dari mereka merasa bersalah juga.


"Jangan bos, maafkan saya bos sebenarnya yang menyuruh kami adalah tuan... terdiam ingin melanjutkan perkataannya atau dia akan resiko akibatnya. Semaunya membingungkan baginya karena jika ia mengutarakan apa yang ia ingin sampaikan itu ancamnya anaknya yang sering sakit tak akan diterima di rumah sakit Harun. Tapi jika ia tak memberitahukan pada pak Aan maka taruhannya adalah keluarganya juga.


"Kenapa kalian diam, ok kalau itu mau mu aku pastikan semuanya akan musnah saat ini juga. Setelah kemarahan pak Aan yang langsung menghubungi seseorang, semua orang yang ada diruangan itu semakin takut karenanya. Tapi aku juga tak tahu sebenarnya pak Aan itu marah sebenarnya atau hanya mengeratkan para penjahat itu saja. Yang terpenting hanya pak Aan dan orang yang ada diruangan itu yang tahu.


"Jangan bos ijinkan aku berfikir bos. Jika aku mengutarakan ini semua anak ku juga jadi taruhannya bos. Dia tak boleh berobat kemanapun itu. Sedangkan dia harus mendapatkan penanganan yang baik untuk itu semua. Suara getar yang dilakukan orang bertubuh kekar itu.


"Ok aku jamin kamu anak bisa tetap memberikan yang terbaik untuk anakmu jika itu yang kau inginkan. Tapi jawab aku man, siapa yang telah menyuruh kamu!!! "Sentak pak Aan yang mulai tak bisa menunggu lagi. Sudah lama pak Aan menanti hal ini agar ia juga bisa membalas perbuatannya. Tapi orang yang ia harapkan tak bisa di ajak kompromi sama sekali.


"Tuan Harun bos, dia menginginkan Tika yang ia cintai selamat. Jadi kami hanya bisa melakukan apa yang membuat tuan kami bahagia. Sampai akhirnya saya tak melihat jika mereka adalah keluarga bos juga. Dengan bergetar akhirnya dia membiarkan itu agar semuanya tak jadi beban hidupnya pula.


"Hahahaha,,,


Kau main-main Harun dengan saya. Oke jika itu mau'mu aku akan ikuti permainan mu Harun. Ocehan pak Aan yang akhirnya mengetahui siapa yang ada dibalik ini semuanya.

__ADS_1


"Ok aku akan anggap kalian tak pernah melakukan salah agar kalian mau ikut permainan yang aku miliki. Aku ingin kalian berbohong pada Harun jika kalian sudah berhasil menangkap Tika. Jebak Harun untuk datang ke gedung ini. Tapi jika kalian berbohong padaku anakmu sudah ada dalam pengawasanku man, Ingat itu ambil kan ponsel pengkhianat iniii..


Sentak pak Aan yang melihat anak buah yang ada di balik pintu sambil mendengarkan pertengkaran pak Aan sedari tadi. Dengan langkah tegapnya kedua anak buah pak Aan yang langsung mengambil ponsel milik mantan anak buah pak Aan dan langsung menghubungi atasan mereka itu.


"Halo tuan, kami sudah menangkap nona Tika saat ini sedang bersama kami di gedung tua jalan ..... sedangkan untuk laki-laki yang anda maksud sedang ada dirumah sakit tuan. Pemancingan yang sempurna..👍👍👍


Karena pandangan pak Aan tak kunjung pergi darinya akhirnya kebohongan yang ia ciptakan akan berujung maut baginya juga. Sedangkan balok kayu yang digunakan oleh pak Aan untuk mengancam mereka langsung di hentak- hentakan di lantai dimana mereka tempati itu. Berharap jika lantai itu adalah musuhnya yang akan mati karena dibabi buta oleh pak Aan.


"Ok aku kesitu, tapi jangan sampai Tika lecet sedikit pun, camkan itu.. Sebelum akhirnya ponsel itu mati Harun langsung menuju ke tempat dimana ia akan datangi karena informasi anak buahnya itu.


Kita tunggu saja siapa yang akan tangguh malam ini. Dan satu lagi jika kalian ikut campur jadi penghianat lagi aku yang akan memberikan hukuman sendiri, ancam pak Aan yang langsung mengambil ponsel mantan anak buahnya itu.


Sedangkan di rumah sakit dokter Vineta tampak gelisah mencari keberadaan suaminya. Tak pernah jika ia ingin pergi tak pamit dulu padanya. Padahal perginya sudah dari tadi pagi tapi sampai saat ini belum nampak batang hidungnya. Tak ada pesan atau telfon sama sekali. Pikiran yang binggung pun terlihat jelas diraut dokter Vineta saat ini. Karena tak ada yang bisa diajak bertukar pikiran dan sekalian ingin menyampaikan keputusannya waktu itu.


"Nak butuh sesuatu gak, biar ibuk bantu?

__ADS_1


Wanita paruh baya itu selalu menanyakan apa yang dibutuhkan oleh anak angkatnya itu. Dengan telaten ibuk Fina ikhlas merawat dokter Vineta. Sedangkan yang lainnya sedang berbincang-bincang dengan pak Huda. Karena mendapati sosok anaknya yang hanya terdiam akhirnya beliau mendekat dan menanyakan hal itu.


"Makasih Mah, Vineta ingin menelfon mas Aan tapi takut menganggu Mah. Tak biasanya Mz Aan kaya gini Mah.


"Udah pasti tak terjadi apa-apa kita berdoa saja semoga dia diberikan kemudahan untuk apapun nak. Ya udah ini dah waktunya kamu makan, ibuk siapin ya nanti Papa biar disuapin sama pak Rudi atau yang lainnya. Kamu mau minta makan yang mana dulu nak. Lembut sekali Mama Fina menyuapi dokter Vineta. Entah rasa apa yang sekarang dirasakan anak besar yang dimanjakan oleh Mamanya itu yang pasti ia bahagia sekali.


"Sayang kamu belum pernah ketemu adik kamu ya, kalau dia ketemu kamu pasti tak percaya nak jika kalian itu bukan saudara kandung. Dulu Abi anak Mama kalau sama kakaknya cuma suka jahilin terus jadi kadang suka saling berantem. Tapi berjalannya waktu akhirnya sifat Abi berubah menjadi pendiam setelah ditinggalkan kakaknya. Cerita Mama Fina yang sambil menyuapi Vineta itu menjadi bahan pendengaran dan imajinasinya saat ini. Berharap jika ia juga bisa merasakan betapa bahagianya memiliki adik yang selama ini tak punya. Hidup dengan berkecukupan dan kesibukan orang tua yang bekerja menjadi dokter juga membuat ia sering kesepian sampai akhirnya sang Mama tak pernah menceritakan tentang sosok ayahnya seperti apa. Tapi ia tak pernah berhenti untuk belajar yang akhirnya ia juga bisa melanjutkan seperti Mamanya dulu menjadi seorang dokter.


Pak Huda dan semuanya yang ada diruangan itu saling tak percaya pada Mama Fina dan dokter Vineta tadi. Apalagi setelah mendengar jika mereka juga akan ikut balik ke kota mereka sangat bahagia sekali dan semoga bisa mengisi hari-hari mereka dimasa tua nanti.


Pak Catur yang mengetahui hal itu juga ikut bahagia karena ia selaku mantan anak mantu pak Huda dan Mama Fina jarang sekali berkunjung untuk bersilaturahmi karena banyaknya kegiatan yang harus ia lakukan.


****💕💞


Terimakasih atas dukungannya kakak semuanya. Semoga tetap menghibur ya kak. Oya kak dukung ceritanya biar tambah semangat ya kak buat akunya...

__ADS_1


__ADS_2