
Mungkin Fiki dan pak Catur sudah tiba di stasiun Naura yang baru terbangun dari tidurnya binggun kenapa ia bias tidur di kamar kakaknya. Sambil melihat ke semua arah ia sudah tak menjumpai koper yang ia tata semalam. Karena binggun akhirnya ia lari ke luar mencari kakaknya dan langsung lari ke dapur mencari sambil memanggil kakaknya. Tak ada jawaban akhirnya Naura lari ke kamar ibuknya dan menanyakan apa yang ia cari itu.
"Ibuk kak Fiki dimana buk, kok Naura gak dibangunin tadi, tanya Naura pada ibuknya sambil menangis karena tak menemukan Fiki di setiap sudut rumahnya.
__ADS_1
"Kakak sama Bapak udah berangkat sedari tadi sayang, kata kakak kamu bantu beres-beres jadi capek makanya gak dibangunin tadi, jelas ibuk Dini.
"Ya udah buk Naura balik kamar dulu ya, kalau kakak udah berangkat ya gak apa-apa, jawabnya pasrah akan perlakuan kakaknya itu. Setelah pamitan ia ke kamar dan langsung mengunci pintunya sambil memegang teleponnya untuk sekedar mengirimkan WhatsApp pada kakaknya itu dia menagis sejadi-jadinya. Selamat jalan kakak, maaf Naura gak bangun tadi semoga kakak sampai tujuan dengan selamat dan semoga disana kakak akan betah, isi pesan yang dikirimkan oleh Naura pada kakaknya itu. Dia tak mengharapkan untuk kakaknya membalas yang ia harapkan biar kakaknya tenang melihat Naura tak marah dengannya. Padahal setelah kiriman WhatsApp ini Naura tak akan menghubungi kakaknya duluan dan tak akan terlalu memikirkan itu semua ya namanya orang yang kehilangan itu pasti sakit.
__ADS_1
Naura yang masih menagis pun hanya membuka dan membaca pesan itu karena tak ada niatan untuk membalasnya lagi. Hanya membuatnya akan semakin sakit. Bayangan tentang ciuman pertama yang kemarin mereka lakukan membuat Naura juga tak ingin membuka hatinya untuk laki-laki manapun karena Naura tau pasti semua laki-laki akan memperlakukan seperti itu. Sampai Naura tak melihat waktu yang ternyata ia sudah menagis sambil ketiduran dan terbangun karena merasakan perutnya sakit karena lapar. Langsung saja ia langsung mengambil makanan untuk ia makan.
"Sayang tadi kakak kasih ini buat kamu katanya kakak lupa mau ngasih ke kamu langsung, kata pak Catur yang mendekati anaknya sedang makan sendirian. Sambil melihat mata sembab Naura akhirnya pak Catur ikut duduk disamping anak perempuannya. "Sayang gak usah nangis kakak kan bisa pulang lagi, dan kamupun juga masih bisa kesana kan? 'pokoknya Bapak gak akan nglarang kamu jika kamu mau ikut sekolah kesana, kata pak Catur yang memberikan pengertian pada Naura. Tak tega melihat anaknya menjadi seperti ini padahal biasanya ia paling ceria dari anggota keluarga yang lain.
__ADS_1
Sambil menerima kotak yang diberikan Bapaknya Naura masih melanjutkan makan sambil tersenyum pada bapaknya. Karena Naura juga binggun mau bilang apa pada bapaknya itu. Karena Naura yang sudah ingin kekamar akhirnya ia pamit sambil membawa hadiah dari Fiki untuk ia bawa ke kamar.