
Kehidupan yang bahagia karena akhirnya semuanya bisa aktifitas seperti biasanya. Dokter Vineta yang sudah bisa bekerja di rumah sakit yang di rekomendasikan oleh Abi karena disana ada temannya yang mendukung beliau masuk. Dan pak Aan yang sudah masuk ke kantornya juga. Berhubung karena ia pindah kesini jadi kantor pusat ikut pindah di sini yang di Kalimantan tinggal kantor cabang yang masih diawasi oleh anak buahnya. Sedikit sulit tapi akhirnya mereka bisa melewati ini semua demi mudah karena bantuan dari Papa Huda dan Abi. Jika bukan karena ikut campur dari Abi semuanya belum bisa terlaksana. Dan karena permintaan kak Vineta dan kak Aan akhirnya Abi masuk di kantor kak Aan dengan setatus jabatan manager utama yang sedikit memiliki wewenang. Hanya itu yang di inginkan oleh kak Aan bisa membuat seperti perusahaan keluarga saja. Tetapi masih tetap konsisten jika ada di kantor.
Wajah rupawan milik Abi tentunya bisa begitu memikat begitu banyak pekerja wanita yang di miliki oleh perusahaan yang sedikit maju itu. Tapi jika ia sudah begitu marah dengan kinerja yang tak memuaskan maka ia akan marah bagikan harimau akan memakan mangsanya dengan lahap. Maka semua orang akan berhati-hati dengan dirinya itu.
Selama kerja di kantor milik kakaknya ia telah melupakan jika ia juga sudah menunggu apa yang sedang ia tunggu beberapa hari ini. Hasil dari tes DNA milik kak Vineta dan ayahnya yang sudah masuk data rumah sakit beberapa hari ini. Karena ia juga belum di telfon dari temannya itu akhirnya ia tak memikirkan hal itu supaya tak terpikirkan terus.
"Abi, ayo makan siang dulu sama kakak yuk. Sekalian kita ajak kak Vineta agar bisa makan bersama nanti, ajakan Kak Aan yang baru saja membuka pintu ruangan Abi. Padahal baru pukul 11 siang tapi tetap aja udah minta makan siang. Kan manager sama pemiliknya jadi ya sah, sah saja.
"Aduh baru jam berapa kak?
Abi masih banyak yang belum aku kerjakan lho. Kalau gak kakak aja yang makan siang sama kakak, aku nanti makan siang di kantin kantor aja kak. Karena ketekunannya itu yang membuat kak Aan begitu suka dengan Abi. Dan karena ia belum memikirkan memiliki pasangan hidup jadi ia belum terpecahkan dari pikiran yang ia miliki saat ini.
"Ah kamu itu lho, kan masih bisa dikerjakan nanti Abi. Kita gak pernah lho makan siang bareng jika kakak ajak kamu mesti ada aja alasannya. Sekali-kali aja siang ini kita lupakan kegiatan kita sebenar siapa tahu nanti kamu bisa ketemu jodoh kamu lho, ledek kak Aan yang masuk dan menarik tangan Abi agar ikut berdiri.
"Ah kakak lho, Abi gak mau nyari jodoh nanti kalau udah waktunya juga ketemu kok. Aku matikan laptop aku dulu lah kakak, jawabnya sambil menatap ke arah kakaknya tadi. Walaupun tak kakak kandung tapi kasih sayang kak Aan juga tak kalah besar untuknya. Nyatanya satu mobil baru sudah dihadiahkan untuknya waktu ia ulang tahun bulan lalu. Mobil yang sebenarnya ia inginkan karena masih keluaran terbaru dan pastinya sangatlah merogoh kantong yang sangat dalam baginya. Tapi tidak untuk kak Aan yang begitu mudahnya untuk membelikan hal itu.
__ADS_1
"Kring...Kring..
Suara telfon milik Abi yang begitu nyaring di dengar oleh kak Aan dan semua anak buahnya itu.
"Angkat aja Abi, siapa tahu penting, pinta kak Aan pada Abi yang dijawab oleh anggukan saja. Tak biasanya temanya yang kerja di rumah sakit jam makan siang seperti ini menghubungi dirinya. Antara pikiran hasil DNA yang saat ini jadi pusat pikiran Abi. Tapi ia tak mengutarakan hal itu pada Kak Aan takut nanti jadi masalah saja.
"Iya halo, ada apa menghubungi siang-siang kaya gini bro.
",Ini bro, kakak kamu saat ini sedang dirawat karena tiba-tiba ia pingsan dan tak kuat untuk sekedar bangun. Makanya aku hubungi kamu karena aku tak punya nomor suaminya.
Jawab dari Abi membuat kak Aan yang tadinya menarik tangannya langsung melepaskan dan binggun yang dimaksud tadi siapa. Kenapa ada pertolongan segala, apa yang sebenarnya telah terjadi. Dalam kebingungannya akhirnya pak Aan langsung mendekati Abi dan menanyakan hal itu padanya.
"Siapa yang sakit Abi?
Sepertinya kamu panik sekali.
__ADS_1
"Ini kak, katanya kak Vineta pingsan jadi kita harus segera kesana saja. Untuk masalah yang lainnya nanti tanyakan pada dokter yang merawat kakak aja, sahut Abi langsung gantian yang menarik tangan kak Abi karena masih syok tadi. Karena waktu yang ia gunakan akan lebih penting jika sudah sampai rumah sakit.
Akhirnya mereka berdua berlarian seperti orang yang lagi lari maraton. Saling mengejar agar ia bisa mendahului lawan, tapi berbeda dengan Abi dan pak Aan yang berlomba agar duluan sampai ke parkiran mobil mereka. Walaupun mereka berdua jadi pusat perhatian tapi tak mereka hiraukan. Yang jadi pikiran mereka berdua bagaimana mereka bisa sampai di rumah sakit dengan cepat. Andai pintu Doraemon ada di depan mereka pasti mereka sudah buru-buru masuk ke dalamnya. Agar cepat sampai tapi itu semua hanya dongeng semata yang tak mungkin bisa mereka lakukan πππ.
"Kak aku aja yang mengemudi ya pakai mobil aku aja, kata Abi yang langsung menekan tombol remote yang ada di kunci mobil miliknya itu. Hitung-hitung agar kakak bisa sedikit tenang di mobil nanti.
"Ya udah kakak masuk ya, hati-hati aja yang mengemudikan ya. Kakak tahu kok kalau kamu jago dalam hal mobil.
Sekitar 20 menit akhirnya mobil milik Abi tiba di rumah sakit dan langsung menuju ke ruangan dimana kakaknya di rawat. Karena sudah ada temanya maka ia sedikit bisa mengontrol kondisi saat ini seperti apa. Setelah sampai di tempat itu teman Abi yang saat ini sedang ada di dalam ruangan itu langsung menceritakan apa yang terjadi pada dokter Vineta tadi sebelum pingsan. Dari cerita tadi pak Aan begitu mendengarkan apa yang membuat istrinya seperti ini. Pas cerita tadi sudah selesai ia sedikit janggal karena istrinya tak ada sakit yang menyerangnya. Tadi pagi pas ia mengatakan juga hanya biasa saja kenapa malah terjadi seperti ini.
"Selamat ya pak Aan, dokter Vineta saat ini sedang hamil, ucapan teman Abi yang langsung berjabat tangan pada pak Aan. Tapi jangan terlalu capek ya pak karena dokter Vineta sudah menginjak usia kepala empat jadi akan rawan jika akan dilanjutkan pak.
Sebenarnya ini adalah kabar bahagia bagi pak Aan tapi ia juga sedih karena usai mereka sudah tak muda lagi. Tapi ia mau menentukan keputusan apa tak tahu jika tak tanya istrinya langsung.
***β€οΈβ€οΈβ€οΈ***
__ADS_1
Hai kakak jumpa lagi sama saya. Moga gak bosan ya kak, kok malah ceritanya semakin ingin lanjut lagi ya kak. Mau bagaimana ni lanjutnya malah gak tamat-tamatπππ.ππππ