CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Akhirnya Tika mendapatkan donor


__ADS_3

"Tapi apakah keluarga kamu mengizinkan jika kamu mendonorkan pada anak kami. Aku gak mau gara-gara kami egois menerimanya keluarga kamu akan mempermasalahkan itu, pak Aan kekeh tak akan mengizinkan orang asing akan menolong mereka nantinya akan berhutang budi.


"Tenang pak, saya jamin keluarga saya akan setuju toh itu dalam hal menolong sesama yang membutuhkan juga kan. Jika saya diperkenankan saya siap hari ini jika harus di cek terlebih dahulu. Lebih cepat lebih baik kan pak, biar Tika juga cepat pulih, bujuk Fiki yang berharap pak Aan mau menuruti apa yang di inginkan oleh Fiki. Siapa tau punya Fiki juga cocok tapi tak tau pastinya yang terpenting hanya usaha yang ia butuhkan saat ini.


Sedangkan pak Aan sendiri sudah amat binggun toh jika banyak orang yang mencoba siapa tau ada yang sangat cocok nantinya. Kalaupun semua sudah dicetak dan tak ada yang cocok maka akan beliau usahakan agar tetap mendapatkan obat untuk anaknya itu. Wajah yang putih memucat dan dibantu alat bantu saat ini. Sedangkan Oca dan Oci yang juga hanya disitu binggun kenapa kakaknya tak kunjung sadarkan diri. Ingin rasanya mereka berdua menangis di dekapan ibuknya tapi apa boleh buat karena janji yang mereka buat maka jika tak dilingkungan rumah maka Oca dan Oci dilarang keras untuk memanggil dengan sebutan ibuk melainkan sebagai kakak. Ntah tak tau alasan apa tapi yang terpenting kedua anak itu harus menuruti apa yang ibuknya inginkan.


Akhirnya dengan berat pak Aan memberikan ijinnya pada Anand untuk ikut semua pengecekan dari apa yang dibutuhkan. Karena jika ini lebih cepat maka lebih baik juga. Sedangkan untuk istrinya juga sudah kembali ke ruangan Tika untuk memeriksa kondisi agar mereka bisa segera melakukan tranfartasi. Berkat bujukan pak Aan juga akhirnya dokter Vineta mengijinkan orang lain ikut dalam hal sebesar ini. Untuk sementara yang sudah mendaftar hanya pak Aan sendiri, Anand, serta dokter Vineta semoga dari ketiga itu bisa ada yang cocok. Akhirnya dari tahap demi tahap sudah mereka lakukan sampai malam pun mereka tak ada yang beranjak pergi meninggalkan rumah sakit. Oci dan Oca yang sudah dijemput pelayan pun enggan tak mau meninggalkan rumah sakit itu. Berat rasanya untuk pergi akhirnya pelayan hanya membantu mereka berdua untuk mandi dan ganti baju dengan baju yang bibik bawa dan ganti di ruang Omanya yang ada kamar mandinya itu. Sedangkan Harun yang juga ada tugas untuk menghadiri rapat antar pemegang saham di kota ini jadi ia tak bisa membantu Tika sedikit pun.


Hingga malam ini setelah hasil dari laboratorium keluar akhirnya Anand, pak Aan serta dokter Vineta berdoa dan harap-harap cemas semoga dari mereka bertiga ada yang cocok. Padahal orang bisa membantu Tika saat ini biasanya hanya keluarga yang memang memiliki kesamaan dan ikatan darah. Didepan pintu rumah sakit akhirnya dokter Vineta yang terlihat kusut karena takut dan khawatir pun hanya memegang erat tangan sang suami yang setia sampai saat ini.

__ADS_1


"Dokter Vineta kita perlu bicara, bisa keruangan saya, ucapan dokter yang bertugas dalam kasus Tika saat ini sambil membawa berkas yang ia bawa itu masuk keruangan.


"Permisi dok, sapa dokter Vineta saat masuk ke ruangan dimana dokter yang mengajaknya untuk bicara tadi sudah mendudukkan bokongnya.


"Silahkan duduk dokter Vineta. Ini saya ingin membahas tentang Tika. Dari hasil pemeriksaan tadi ternyata ada tulang sumsum yang bisa didonorkan untuk Tika dok, tapi akankah ibuk sanggup jika harus melakukan hal itu dok? ," Karena setelah mendonorkan sumsum belakang maka kondisi beliau juga tak akan semaksimal lagi seperti dulu, jelas dokter yang tak ingin ada penyesalan dibelakang hari nanti.


"Kalau semuanya sudah menyetujui maka dokter lah yang sangat cocok untuk mendonorkan untuk Tika dok, karena dari semua hasil yang dilakukan tadi hanya dokter yang memiliki kemiripan yang Tika punya saat ini. Semoga ini menjadi kesembuhan bagi Tika ya dok, doa dokter yang menjelaskan itu tadi sambil berjabat tangan pada dokter Vineta yang nampak bahagia itu karena sudah mendapatkan pendonor buat Tika dan dia sendiri yang bisa memberikan sumsum belakangnya untuk anaknya itu. Walaupun hanya baru lima tahun mereka bertemu tapi ikatan antara mereka sangat kuat dan tak akan terpisahkan. Dengan raut bahagia akhirnya dokter Vineta pamit untuk menemui suaminya dan akan memberi tahukan kabar kebahagiaan ini untuk semuanya. Karena hanya ini yang saat ini sedang di harapkan dari semaunya kesembuhan bagi Tika.


"Pah, kita sudah dapat pendonornya Pah, semoga Tika cepat pulih lagi Pah, biar bisa bersama kita lagi dan cucu kita. Dan malam ini akan langsung dilakukan proses tranfartasi ya Pah, semoga sukses ya. Ucapan dokter Vineta yang berseri-seri dan memeluk suaminya itu.

__ADS_1


"Emang siapa dok yang cocok untuk Tika, karena Anand yang juga penasaran pun akhirnya menyatakan itu semuanya pada dokter Vineta agar ada titik jelas baginya juga. Mungkin kalau dia yang cocok dia akan siap menukar kehidupannya untuk Tika asal Tika bisa kembali bisa bahagia. Ia tau selama lima tahun ini pastinya Tika sangat terpuruk walaupun keluarga yang saat ini ada di samping sangat perhatian dan menjaganya tapi ia tahu luka yang ia berikan tak ada obatnya bagi hatinya yang mulai membeku dan keras itu. Nyatanya Harun yang mencintainya saja tak ia anggap dan tak direspon pastinya traumanya sangat besar. Karena ia memikirkan hal itu ia teringat tes kehamilan yang lima tahun yang lalu ia temukan di meja belajar Naura. Dimana bayi itu sekarang apakah ia masih hidup. Tak mungkin aku menanyakan itu semua di saat ia juga seperti ini.


Karena melamun dan tak mendengarkan jawaban dokter Vineta yang sudah memberitahu yang akan mendonorkan sum-sumnya sampai Anand ditepuk oleh pak Aan yang menyadari jika anak muda itu sedang banyak pikiran.


"Woe, kok bengong atau kamu mau pulang dulu aja istirahat pastinya kamu capek kan. Biar kami yang disini kan anak-anak juga udah diasuh para pelayan di ruangan istri saya juga kan, ucapan pak Aan yang bisa mengagetkan Anand dalam lamunannya.


"Heh, iya pak gimana...


Binggung yang di tepuk punggung akhirnya Anand sadar dan menatap laki-laki paruh baya itu. Kalau dilihat usia beliau dengan bapak tak jauh berbeda hanya kulit beliau lebih nampak putih dibandingkan bapak yang ada dikota sebelum yang sedikit acuh padanya saat ini setelah kejadian Naura meninggalkan rumah mereka dulu.

__ADS_1


__ADS_2