CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Fikiran Fiki yang belum bisa tenang


__ADS_3

Seperti yang direncanakan tadi akhirnya Naura membungkus 3 sekaligus eskrim yang berbeda rasa. Karena yang satu untuk ibuk jadi dia butuh 2 eskrim untuk membuat hatinya dingin. Dibilang panas tak di hubungi kakaknya daripada meladeni ucapan Beti tadi. Setelah sampai rumah ia langsung turun dan membawa bungkusan itu untuk ia kasih ibuknya dan yang lain akan ia bawa ke kamarnya.


"Pak makasih ya Naura duluan masuk, pamitnya pada bapaknya yang masih didalam mobil.


"Dasar anak ku yang manis kaya mendiang ibuknya dulu yang mudah ngambek dan bisa sembuh jika makan eskrim, ucap pak Catur yang melihat anak gadisnya masuk kedalam. 'Lia anak kita udah tumbuh dewasa sayang, dan bentar lagi aku ingin memiliki anak yang bersama dengan Dini. Kamu bahagia di sana ya sayang, aku akan doa kan kau tenang dan mendapatkan tempat terindah disisih Allah, kata Catur yang masih mengucapkan permohonan untuk mendiang istrinya itu. Walaupun ia sudah lama pergi meninggalkan Catur tapi rasa yang dulu pernah ada untuknya masih utuh seperti yang dulu. Cinta yang amat besar yang Catur berikan pada Aulia.


*******

__ADS_1


Berbeda dengan Naura yang lagi marah, Fiki saat ini yang sedang di kebun teh pun hanya duduk sambil memikirkan jika Naura marah karena sedari tadi pagi ia tak menghubunginya. Tapi jika ia sering konteks langsung dengannya maka kapan ia akan bisa cepat melupakan perasaan itu. Apalagi ia juga akan memutuskan sekolah di kampung eyang pasti Naura akan semakin marah nantinya. Ah aku coba telfon dia nanti aja aku juga tak bisa kalau tak melihat wajahnya sehari saja. Binggun dengan pikirannya sampai ia tak menyadari ada eyang yang sudah memanggilnya untuk diajak pulang.


"Nak kamu kenapa kok eyang perhatikan seperti melamun, eyang panggil juga tak jawab. Sambil ikut duduk didekat Fiki eyang menanyakan hal itu pada cicitnya tadi.


"Gak apa-apa eyang, Fiki tadi lihat pemandangan itu tunjuk Fiki yang asal memberikan jawaban agar eyang tak curiga padanya. Mungkin tadi Fiki lagi asik lihatnya, jawabnya yang menutupi apa yang sebenarnya terjadi padanya itu.


Tepat sesampainya di rumah eyang tadi telepon Fiki yang ada disaku berdering yang ternyata ibuknya yang menelfon ya.

__ADS_1


"Gimana nak disitu kamu betah gak? ibuk Dini yang telfon sambil memakan eskrim yang dibelikan oleh Naura tadi.


"Fiki betah buk, Oya ibuk lagi makan eskrim ya kok gak bagi sih buk, sahut Fiki yang mengalihkan pembicaraan mereka.


"Ini adik kamu yang belikan tadi dia pulang sekolah beli 3 kotak eskrim yang satu ia berikan pada ibuk yang 2 untuk dia, jelasnya sambil masih mengunyah.


"Emang sekarang Naura dimana buk, tanya Fiki yang tau jika Naura sedang ngambek, biasa jika ia sedang kesal mesti seperti itu.

__ADS_1


"Dia dikamar dari tadi juga gak keluar kok, kata bapak suruh biarin aja samapi ia keluar sendiri gitu sayang. Oya salam buat eyang ya ibuk mau ke kamar mandi dulu ni, Adek sering minta kekamar mandi terus ni sampai susah nahannya. Setelah berpamitan pada anak laki-lakinya akhirnya telfon yang terputus tadi diletakkan diatas meja dapur oleh ibuk Dini.


__ADS_2