CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Fiki yang frustasi


__ADS_3

Setibanya di lobby rumah sakit Fiki langsung mengangkat tubuh Naura dan berlari ke dalam karena tak sabar menunggu bantuan dari para suster itu. Diikuti Danu akhirnya Naura bisa sampai di IGD dan langsung ditangani dokter kandungan yang dipanggil oleh Danu tadi. Karena Danu juga bekerja di rumah sakit ini akhirnya ia bisa dengan mudah menyuruh para tim medis bekerja untuk Naura itu.


Sedangkan Fiki yang tak boleh masuk ke dalam ruangan begitu frustasi melihat akhir Naura yang seperti ini. Padahal ia tak pernah mengizinkan ia pergi sendiri atau kelelahan. Tapi karena hal ini akhirnya Naura seperti ini. Dengan keadaan yang begitu menghimpit akhirnya Fiki akan menunggu istrinya sampai ia sadarkan diri, sedangkan untuk urusan anaknya ia langsung menghubungi sopirnya untuk menjemput kedua anaknya yang sedang lomba tadi. Dan jangan sampai keduanya tidak diurus semuanya sudah di atur oleh Fiki karena para pelayan yang ada dirumah juga sudah bertahun-tahun ikut Fiki jadi mereka selalu menganggap keluarga ini adalah keluarga mereka sendiri.


Dalam kegundahan hati dan pikiran Fiki mondar-mandir didepan ruang IGD. Antara menanti keajaiban tentang istrinya dan kebingungan dimana akan memberitahu kepada keluarga atau tidak. Tapi jika Fiki memberitahukan hal ini pada keluarga pasti semuanya panik dan akan tiba ke kota ini padahal jarak yang harus ditempuh sekitar 8 jam perjalanan. Apalagi beberapa kejadian yang membuat keluarga mereka menderita juga karena ulah mereka yang tak tau kenapa harus mendapat cobaan yang begitu berat seperti ini. Ingatan dimana Naura juga mengalami hal ini terus terputar di ingatan Fiki satu hari sebelum akhirnya mereka kembali pulang.


"Kenapa cobaan ini begitu berarti ya Tuhan..


kenapa kau coba kehidupan kami seberat ini.


Aku tak ingin Naura dan calon bayi kami meras sakit Tuhan. Kirim sakit mereka padaku saja agar mereka tak bisa merasakan apa yang terjadi padanya. (Batin Fiki)


Sudah lebih 25 menit kamar IGD belum juga terbuka. Fiki yang tak tahu akan berbuat apa akhirnya kembali duduk dan hanya bisa berdoa di dalam hati, semoga anak dan istrinya tak terjadi apapun. Kejadian yang amat sulit baginya melihat orang yang ia cintai seperti ini dsb hanya dia sendiri yang menunggu dirumah sakit ini.


Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba. Suara pintu ruangan IGD akhirnya terbuka dan dokter kandungan keluar untuk bertemu dengan Fiki. Karena ada satu hal yang harus ia beritahukan pada Fiki langsung.

__ADS_1


"Maaf Tuan, saat ini kondisi nona begitu kritis dan begitu banyak tambah darah tadi. Dan untuk kondisi kandungan kami tak bisa berbuat apa-apa jika untuk dua hari ini tak kunjung membaik maka kandungan harus kita gugurkan. ", Maafkan kami karena hanya ini yang bisa kita lakukan apalagi jika tak mengambil keputusan yang berat ini maka kondisi nona yang akan jadi taruhannya, ucapan dokter tadi dan pamit untuk pergi ke ruangan lain.


Sedangkan ucapan dokter tadi begitu menyakitkan di ulu hati Fiki saat ini. Karena akhirnya jika Tuhan tak berkenan maka anaknya tak bisa berlanjut untuk berkembang lagi. Jika ia di suruh memilih maka ia akan menukar apa yang ia punya untuk kehidupan anaknya. Ia tak menginginkan kekayaan yang ia punya jika tak bisa melihat Naura juga bisa bahagia.


Pas ia binggun begitu akan nasib istrinya ia tak sampai menyadari jika Danu juga belum kunjung keluar dari ruangan itu. Danu juga sedang duduk di kursi dekat bed rumah sakit itu. Karena permintaan Danu dokter tadi mencoba yang terbaik untuk Naura. Sampai-sampai ia menyuruh untuk mengambil darahnya untuk Naura itu. Walaupun ini salah tapi ia juga sadar jika bukan kesalahan darinya mungkin Naura tak akan mengalami ini semua. Sambil sedikit memegang jari Naura Danu terlihat frustasi betapa ia hancur juga melihat Naura seperti ini. Untung tadi berpesan pada dokter kandungan untuk tak memperbolehkan Fiki masuk sampai ia juga terlihat membaik lagi. Sudah cukup ia mengalah untuk saat ini ijinkan ia seperti ini agar tak ada yang tahu itu.


"Prang,,,


Suara piring buah yang Mama Vineta bawa. Padahal ia juga tak merasa kenapa- Napa tapi kok bisa piringnya bisa jatuh seperti ini. Jantungnya juga begitu berdetak cepat disertai perasaan yang entah apa tapi baginya begitu sakit. Pak Aan yang tahu istrinya seorang menahan sesuatu langsung lari dan menyuruh ia duduk. Sambil memijit pelipis istrinya pak Aan meminta tanda tolong untuk bibik membuatkan minuman hangat untuk istrinya tadi.


",Nggak usah mas, aku baik-baik saja. Hanya tiba-tiba aku merasakan ada yang hilang dariku saat ini. Entah perasaan apa ini yang penting aku merasakan sakit. Rasanya seorang aku kehilangan ibuk dulu mas. Semoga saja keluarga kita akan baik-baik saja ya mas.


",Iya tak akan ada apa-apa sayang. Keluarga kita akan baik-baik saja. Sekarang kamu mau makan buah yang mana biar aku kupasin.


"Udah mas aku gak ***** lagi. Antarkan aku saja ke kamar ingin istirahat. Sambil semoga akan cepat membaik lagi dari ini.

__ADS_1


Dengan kekuatan yang dimiliki pak Aan langsung membawa Naura ke kamar atas tadi. Setelah kepindahan mereka ia tak pernah meninggalkan istrinya sendiri di rumah.


Didalam kamar Mama Vineta langsung teringat anaknya, sampai terbesit apa yang terjadi pada Naura?


Ingin menelfon Naura akhirnya di larang oleh suaminya yang menginginkan ia istirahat saja dulu. Karena pastinya akan membuat ia tak bisa terpejam saja. Tapi perasaan itu tak bisa hilang. Apalagi pas begitu menusuknya di hatinya.


", Sudah kita istirahat dulu. Nanti kita hubungi anak-anak kita. Aku tak ingin kamu semakin sakit sayang. Karena hanya kau yang aku punya dan jangan tinggalkan aku sendiri ya suatu saat nanti. Kita akan bahagia suatu saat nanti. Aku yakin Tuhan saat ini sedang menuliskan alur cerita yang indah untuk kita tinggal kita tunggu kapan alur itu akan sampai pada kita.


Perlakuan pak Aan begitu bisa membuat hatinya menurut apa yang ia minta. Sambil mencoba terpejam akhirnya Mama Vineta pun bisa melupakan apa yang ia pikirkan tadi. Tinggal ia menunggu rasanya sakitnya hilang saja.


******


Terimakasih kasih atas kunjungan kakak hari ini. Karena hanya kunjungan dan komentar dari kakak yang bisa membuat novel ini lebih baik lagi. Aku tak ingin jika kakak semua sedikit kecewa, tapi ya hanya segini yang saya bisa💞.


Salam kenal dari ku kak semoga novel yang esok bisa cepat up dan tamat.

__ADS_1


__ADS_2