
Karena beliau masih binggun bagaimana untuk mengingatkan anak-anaknya itu akhirnya beliau pamit untuk masuk kekamar mungkin setelah ia bisa telefon dengan suaminya ia bisa berfikir sesuatu. "Sayang ibuk masuk kekamar dulu ya, ucapnya sambil melihat anaknya yang saling suap itu. Walaupun Fiki yang menyuapi tapi ia juga takut jika itu akan terus terjadi sampai besok nanti.
"Iya buk, sahut kedua remaja itu yang masih mengunyah makanannya. Mungkin saja kalau Fiki bisa digambarkan dengan Naura saat ini sedang duduk berhadapan dan makan sambil Fiki yang menyuapinya.
__ADS_1
"Udah kak Naura kenyang kakak aja yang habisin, ucap Naura yang tak ingin makan Kakaknya itu dibagi dengannya.
"Udah gak apa-apa mumpung kakak masih dirumah kalau kakak udah pindah kerumah eyang kan kamu udah gak bisa makan bareng sama kakak lagi, jelas Fiki yang berhasil menyuapi adiknya untuk kesekian kalinya. Andai kakak punya kekasih pun akan Kakak perlakuan seperti ini kok pasti kamu udah gak bisa minta disuapi kakak lagi, ledeknya yang tau kalau adiknya kadang emosi tentang itu semua.
__ADS_1
"Ya udah kakak nyari kekasih aja sana, aku juga mau nyari cowok yang akan sayang ke Naura kok kan adil, apalagi Naura juga udah mau naik kelas 3 dan SMA kan masa ABG pasti bapak udah boleh in Naura untuk pacaran, sahut Naura yang tak terima jika ia harus kalah dalam berdebat dengan kakaknya itu. Terus kalau kakak mau tinggal ditempat eyang gak apa-apa kan Naura udah gak harus diawasi terus juga. Setelah menjawab ucapan kakaknya itu Naura langsung naik kekamarnya karena sedikit ada sesuatu yang seperti memukul hatinya yang membuat dia ingin menangis.
"Kakak kan mau pindah ke tempat eyang, sana kak pergi biar Naura disini sama bapak dan ibuk aja, kata Naura yang masih sambil menagis. Kakak kan udah gak perduli sama Naura buktinya kakak tega ingin melakukan itu semua.
__ADS_1
"Aduh Naura sayang, gara-gara itu walaupun kakak mau sekolah di tempat eyang tapi kamu tetap akan sama kakak kok, tenang aja kan nanti ibuk sibuk ngurusin adik juga, tegas Fiki yang memberikan pengertian pada adiknya.
"Ya udah Naura istirahat ya biar kakak mandi dan ganti baju dulu, makasih ya atas makannya kakak bahagia sekali hari ini, kata Fiki yang langsung mengecup kening Naura dan langsung beranjak pergi. Tapi pas Fiki melakukan hal tadi ibuk Dini tak sengaja melihat apa yang mereka lakukan dari balik pintu. Tadinya sih mau memberikan peringatan pada Fiki agar tidak memperlakukan adiknya seperti itu tapi malah melihat yang lebih dari seperti yang tadi beliau lihat. "Astaghfirullah ucap ibuk Yang sambil mengusap dadanya dan langsung pergi menuju ke kamarnya sendiri sebelum anak-anak mengetahuinya.
__ADS_1