
"Ah kakak jangan ledek Naura dong, awas besok kalau Naura udah liburan juga akan nyusul kakak ketempat eyang, kata Naura yang tak terima pada perlakuan kakaknya itu.
"Udah besok kalau Naura mau sekolah sama Bapak aja, kalau kakakmu kan hanya sebentar nak disana apalagi dia juga harus mencari sekolah lagi untuk SMA ya, kata pak Catur yang memberikan pengertian pada Naura agar ia tak ingin ikut ketempat eyangnya yang sangat jauh itu.
"Iya dek kakak disana paling cuma 1 Minggu aja kok jadi kamu gak usah marah besok kalau kita libur bareng bisa bareng kan kesana, kata Fiki yang meyakinkan adiknya itu.
__ADS_1
"Iya sayang kan kamu juga masih ujian kenaikan kelas jadi harus hadir dan harus belajar biar besok kamu bisa sekolah seperti apa yang kamu inginkan, sambung ibuk Dini pada anaknya agar ia mau ditinggal oleh kakaknya.
"Iya buk, Naura pinginnya sekolah sama kak Fiki aja biar aku ada yang jagain buk, sahut Naura yang memang masih ketergantungan pada kakaknya.
"Kan ada jurusan yang lain pak, jadi Naura mulih yang pas dengan Naura aja, jawab Naura lagi yang membela dirinya itu.
__ADS_1
Setelah obrolan tadi akhirnya mereka semua masuk ke kamar masing-masing dan beristirahat karena hari esok mereka kembali untuk melakukan aktivitas seperti biasanya.
Fiki yang memang tergolong anak yang sedikit nakal tapi dia tak lupa untuk selalu belajar agar apa yang ia inginkan dapat terwujud, jika kita memiliki ilmu yang mendasar pada diri kita tidak akan di bodohi oleh orang lain. Sedangkan Naura yang selalu menulis catatan apa yang ia lakukan di buku hariannya pun hanya di meja belajar sambil meninggalkan goresan tinta hitam diatas kertas putih yang hanya Naura seorang yang tau apa yang ia tuliskan itu. Karena kecerdikan Naura untuk menyimpan buku itu tak satu dari keluarga dan kakaknya yang tau karena didalam Al-Qur'an dimana Naura meletakkan buku itu jika dia lagi dirumah sedangkan jika ia sedang pergi buku itu tak pernah tertinggal sana sekali. Sebelum tidur Naura hanya ingin satu hal yang dipanjatkan sebelum ia tertidur, berikanlah ibuk Naura kelancaran dalam persalinannya karena tanpa beliau Naura tak bisa apa-apa, ucapnya sambil menitikkan air matanya. Naura ingat betul bagaimana perjuangan ibuk Dini jika ia sedang sakit sampai dia tak tidur sama sekali. Disaat inilah ia harus membalas Budi pada ibuknya itu. Walaupun hanya doa itu semua akan bisa membuat kita lebih baik lagi.
Naura berfikir jika ia tak ada ibuk, dan Bapak serta kakak yang selama ini sayang padanya itu. Pasti dia hanyalah anak seorang yang harus berjuang hidup dan berjuang untuk mencapai apa yang bisa membuatnya akan bahagia di hati esok dengan usaha yang sangat keras. Untung saja ia mendapatkan itu semuanya berkat orang-orang yang disekitarnya memang menyayangi dan memang mempunyai banyak bisnis yang bisa membuat hidupnya baik seperti ini. Sampai-sampai bapaknya pun juga harus sering lembur untuk mengurus usahanya ini. Karena pikiran Naura yang sampai dititik itu membuat ia menangis di ranjang dan kembali duduk dan mengucapkan terimakasih untuk semua ya Allah, atas apa yang engkau berikan pada hamba ini.
__ADS_1