
"Maaf bos ternyata Anand dan Tika sudah tidak ada dirumah mereka lagi bos. Laporan seseorang yang disampaikan pada Harun melewati panggilan teleponnya itu. Ternyata orang yang di tugaskan untuk menjaga didepan kediaman dokter Vineta pun terkecoh dengan mobil-mobil yang membawa Anand dan dokter Vineta itu. Karena mobil malam itu begitu banyak dan langsung berpisah di jalan menuju rumah sakit dan yang beberapa pergi entah kemana. Karena binggun mobil yang di tugaskan untuk menjaga kediaman dokter Vineta mengikuti yang kearah rumah sakit.
Setelah mendapatkan kabar yang tak ia sukai akhirnya Harun pagi ini sangat begitu murka. Dari begitu banyaknya anak buahnya tak ada satu pun yang becus dalam bekerja.
Brok,, suara lampu ruang kerjanya yang langsung ia lempar ke dinding. Karena ia sangat kesal akhirnya pelapisan hanya pada perabot ruangan itu. Walaupun dapat dipastikan harganya yang tak tanggung- tanggung tapi ia tak berfikir sampai segitu yang terpenting hatinya bisa lebih rileks.
"Kurang ajar kau Anand, ternyata kau lebih cerdik selangkah dari aku. Tapi aku pastikan kau akan menerima pembalasan ku, ingat hal itu Anand. Kematian Beti sampai saat ini sangat membekas di ingatan ku. Aku akan buat mendiang paman dan bibik tak merasakan bersalah lagi karena tak bisa menjaga anaknya itu. Mungkin jika dihitung penderitaan mereka tak sebanding dengan penderitaan mu saat ini Anand kau masih bisa merasakan bahagia dengan orang yang kau cinta. Kata-kata Harun yang sambil menusuk-nusuk foto Fiki yang ia punya itu. Mungkin itu foto dulu selama ia masih SMU yang Beti beri dulu jadi tak begitu berbeda jauh dari saat ini.
Walaupun ia mengetahui keadaan dokter Vineta yang sedang kritis tapi Harun yang dulu sudah berbeda jauh. Saat ini ia tak menghiraukan hal itu sama sekali yang terpenting ia bisa balas dendam itu aja yang ada di otaknya. Padahal ia juga tak ada urusan apapun pada dokter Vineta tapi luka yang dulu telah tertutup tergores lagi karena ulah Anand akhir-akhir ini. Iya akan mengerahkan seluruh anggotanya untuk menemukan kembali Anand dan tiki yang dapat ia pastikan jika pergi berdua.
Setelah terdengar adzan subuh akhirnya pak Aan serta ke 4 bapak yang tak bisa tidur langsung bergegas untuk menunjukkan sholat berjamaah. Sambil berdoa agar tak terjadi apa-apa pada istrinya dan pak Huda.
__ADS_1
"Ya Allah berilah kemudahan dalam operasi istri dan pak Huda yang sudah sangat baik pada keluarga kami ini ya Allah. Karena hanya merekalah saat ini yang hanya kami punya. Jika Vineta sembuh dan dianggap anak dari pak Huda saya ikhlas jika harus ikut pindah ke kota mereka. Aku janji akan terus menjaga beliau dan istrinya sampai mereka tiada nanti. Untuk menukar apa yang saat ini ia sudah lakukan.
Tak terasa air mata laki-laki tampan itu menetes. Mengingat sampai detik ini belum ada kemajuan untuk hasil operasi istrinya itu. Padahal lebih dari 3 jam lamanya operasi yang sudah terlaksana tapi tak bisa di buru-buru agar semuanya sukses.
Setelah selesai sholat akhirnya Pak Aan pamit ke kantin untuk membeli kopi hitam untuk semaunya dulu tapi pas beliau berpisah dari rombongan itu dan masuk ke lorong sebelum kantin ia mendengar pembicaraan perawatan yang membicarakan tentang atasannya yaitu pak Harun derektur rumah sakitnya itu.
"Hey kau tahu gak, pak Harun akhir-akhir ini sering absen terus, apalagi kalau berangkat juga tak se fokus dulu sering pergi entah kemana. Kadang kalau di ruangan juga sering telfon orang dan marah-marah. Apa sedang ada masalah besar ya kok jadi berubah gini. Atau jangan-jangan cintanya ditolak kali... ucapan para pengosip yang terdengar sambil tertawa kecil takut yang dibicarakan juga lewat pas itu juga.
Percakapan ini tak luput dari pendengaran pak Aan sambil menginggat dan penasaran akhirnya ia sedikit mendapatkan informasi tentang itu semua. Jika ia ingin masuk keruangan Harun tak akan mungkin padahal ia saat ini ingin sekali melihat foto siapa yang dimaksud dari salah satu perawat tadi.
"Aku akan cari tau apa yang sebenarnya Harun lakukan. Karena selama ini dia juga tak bisa aku tebak. Dari karakter yang ia miliki aku yakin sapu tangan itu juga ada kaitannya dengan Harun. Setelah akhirnya meninggal tempat tadi dan menuju ke kantin akhirnya pak Aan langsung menghubungi nomor seseorang dan meminta untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Harun dalam hari-hari terakhir ini.
__ADS_1
Setelah membawa beberapa gelas kopi akhirnya pak Aan langsung menuju ke kamar dimana istrinya di operasi. Setelah membagikan gelas kopi tadi akhirnya ia langsung duduk dan menyesap kopi hitam itu. Sambil memikirkan apa yang di dengar itu ia tak menyadari jika ternyata pintu kamar sedang di buka oleh dokter yang telah usai melakukan operasi itu.
"Bagaimana keadaan anak dan suami saya dok, suara bergetar ibuk Fina yang langsung menyerbunya dengan pertanyaan-pertanyaan. Sudah 4 jam lebih ia menanti kabar dari hasil dari operasi besar itu.
Menyadari ibuk Fina sudah menanyakan pertanyaannya akhirnya pak Aan langsung bergegas berdiri dan langsung ikut mendekat juga. Karena saking binggungnya ia juga sampai tak menghiraukan jika ia ternyata menyampar kopi hingga tumpah.
"Dok, bagaimana kondisi istri saya dan pak Huda. Pak Aan yang ada didepan dokter tadi sambil menggoyangkan lengan dokter itu. Tak ada jawaban karena mungkin dokter itu juga sangat lelah karena dari wajah dokter itu yang kusut dan terlihat lemah.
"Ehem',, kondisi keduanya baik dan segera akan membaik tinggal pemulihan saja pak, buk. Tapi kita harus mendoakan agar tak terjadi apapun lagi. Jawab dokter yang terhenti karena takutnya menyinggung perasaan semuanya.
"Emangnya kenapa dok kok sampai bilang seperti itu. Pak Aan yang tau ada yang disembunyikan pun langsung menanyakan hal itu langsung pada dokter tersebut berharap jika jawaban tak seperti yang ia takutkan.
__ADS_1
"Gak ada apa-apa pak, jawab dokter yang terhenti karena ia melihat ibuk Fina yang ketakutan. "Tapi sebenarnya, dokter Vineta tadinya sudah sangat kritis sekali dan kekurangan darah tapi Alhamdulillah darah dan semuanya sama dengan pendonor jadi kami tidak kekurangan apapun pak. Jawab dokter yang merasa jika ini harus ia bicarakan pada keluarganya.