CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kepulangan Fiki bersama Naura


__ADS_3

Karena sudah sore dan Fiki serta Naura tak ingin membuat ibuknya khawatir maka mereka pamit pulang dan berjanji jika setelah ujian selesai Fiki akan menginap di rumah neneknya itu sebelum berangkat ke tempat eyangnya itu.


"Nek, kita pamit pulang dulu ya nek, pamit Fiki yang langsung berjabat tangan di susul dengan Naura. Mereka juga tak ingin sampai rumah ke malam an sampai bapaknya juga keburu pulang nantinya.


"Ya udah kalian hati-hati dijalan ya. Ini uang saku kalian untuk dua Minggu kedepan ya, kalian tabung jangan boros biar bisa beli apa yang kalian inginkan, ucap nenek Dina yang memberikan dua amplop yang setiap bulan adalah jatah mereka. Rasa sayang untuk kedua cucunya yang sangat besar membuat nenek Dina bisa merasakan jika anaknya Firman juga bahagia dengan hal yang ia lakukan itu.


"Em, uang Naura yang kemarin aja masih nek, gak usah buat keperluan nenek aja, sahut Naura yang tak ingin merepotkan bagi neneknya yang sudah sedikit menua itu. Karena dia miliki 4 nenek yang sayang mereka itu selalu diberikan uang saku yang hanya Naura tabung untuk keperluan yang mendesak. Uang yang Bapaknya berikan juga selalu lebih makanya Fiki dan Naura di usia segitu sudah memiliki tabungan sendiri-sendiri.

__ADS_1


"Ya nek kami gak pernah beli apa-apa kok jadi ya hanya kami tabung aja kok nek, sambung Fiki yang sangat baik itu. Karena didikan ibuk Dini dan bapak Catur mereka tumbuh menjadi anak yang sangat baik dan penurut.


"Gak nak itu buat kalian, karena hanya itu yang bisa nenek dan kakekmu berikan, jawab nenek yang merasa jika sudah berhutang Budi pada kedua orangtua mereka yang bisa membesarkan Fiki hingga seperti saat ini. Sedangkan dulu beliau dan suami sibuk dan lalai akan anaknya Firman yang membuat sedikit nakal. "Ya udah kalau kalian mau pulang hati-hati ya ini dimasukkan di dalam tas kalian, perintah nenek yang sambil memberikan dua amplop untuk mereka itu. Setelah berpamitan akhirnya Fiki dan Naura pulang menuju rumah mereka. Di perjalanan Naura membahas tentang rencana liburan Fiki yang sore kemarin dan hari ini dibahas lagi sama nenek Dina.


"Kak, kakak jadi liburan ke rumah eyang?


"Pingin sih dek, tapi kakak juga buru-buru biar kakak juga cepat pulang untuk daftar sekolah SMA kan, jawab Fiki sambil melihat ke depannya.

__ADS_1


"Kakak, tega tinggali Naura sendiri sama ibuk, kan Naura pinginnya sama kakak, nunggu Naura selesai ujian juga ya biar bisa kesana bareng-bareng, sambung Naura lagi yang ingin membujuk kakaknya agar mereka bisa pergi bersama.


"Kalau kamu ikut kakak, ibuk gimana kan ibuk juga harus dijaga dek, udah gini aja besok kakak janji deh kalau pulang dari sana kakak akan ajak kamu kemanapun, kata Fiki lagi.


"Janji ya kakak, gak boleh bohong sama Naura. Oya besok kalau SMA Naura ikut satu sekolah sama kakak ya, biar kita bisa berangkat bareng sama pulang bareng lagi, kata Naura lirih yang masih sedikit terdengar dari Fiki.


"Kamu itu ya kayaknya gak mau banget kakak tinggalin, kemanapun kakak pergi harus ikut. Ya ok besok kita satu sekolah deh asal satu kamu gak boleh memperkenalkan kakak sebagai kakak biar kakak masih bisa menjaga kamu.

__ADS_1


__ADS_2