
Kebahagiaan yang tak ada Tara di malam ini. Kebersamaan yang sudah Lima tahun ini baru mereka rasakan lagi. Sedangkan para ibuk yang sedang berbincang- bincang tak bisa membiarkan Naura diam mesti di ajak bercerita terus. Pas setelah dokter Vineta datang dan menyapa tamunya lagi. Akhirnya berganti perbincangan pada dokter Vineta agar Naura juga bisa istirahat. Ya namanya juga masih sakit jadi harus diberi waktu untuk istirahat. Sedangkan nenek Fina dan kakek Huda mengucapkan banyak terima kasih atas cerita pendonor sumsum tulang belakang yang sempat diceritakan oleh Fiki tadi. Betapa bahagianya kedua orang tua itu melihat ada orang baik yang sangat baik sekali sampai ia rela memberikan hidupnya untuk orang yang baru dia kenal sendiri. Setelah sekian kakek Huda berbincang-bincang alangkah ia terkejut jika dokter Vineta menoleh ia teringat akan anaknya Lia yang sudah lama meninggal. Kemiripan yang sedikit tak mendominasi tapi tetap terlihat. Saling memegang erat tangan satu sama lain antara kakek Huda dan istri karena ternyata pikiran mereka sama. Ingin rasanya memeluk tubuh dokter Vineta tapi takut lancang. Detak jantung yang tak beraturan saat ini bagi kakek dan nenek itu akhirnya setelah pamit untuk sedikit menyejukkan pikiran dan pergi keluar kakek Huda dan nenek Fina mengutarakan apa yang mereka pikirkan di luar agar ya ada yang tau.
"Pah, kok dokter Vineta ada kemiripan dengan Lia ya Pah, rasanya tak adil bagi kita saat ini apa hanya kebetulan ya Pah. Andai ada yang lain melihat dan mengungkapkan itu pasti saya berani untuk menanyakan kepada ia Pah, tapi aku tak berani sama sekali karena kita baru ketemu tadi juga ya kan Pah.
"Iya Mah, rasanya sorot mata nya juga punya Lia Mah, aku ingin sekali memeluknya tapi siapa kita saat ini. Kita hanya orang asing yang dipertemukan karena takdir Naura kan Mah.
__ADS_1
"Ya udah kita masuk lagi untuk melihat kondisi cucu kita aja mah, dan lagi kan ada cicit Oca dan Oci yang harus kita ajak main kan Mah. Jangan terbawa suasana ya agar tetap bisa terlihat biasa Mah.
Setelah semuanya berkumpul diruang tamu milik pak Aan dan dokter Vineta akhirnya inti dari apa yang sedari tadi yang sudah dibahas pun dilontarkan oleh pak Catur yang bahagia karena putri tercintanya sudah kembali. Akhirnya Oca dan Oci juga merasakan kebahagiaan itu karena dari tadi dibuat rebutan untuk memangku nya. Keluarga yang begitu banyak dan asik akhirnya tercipta di ruangan itu.
"Ehem,, tegur pak Aan yang melihat semakin canggung itu. "Sebenarnya saya binggung kenapa semuanya melihat istri saya? "Akankah ada yang salah dari dia pak, buk? pak Aan ingin tau apa yang menyebabkan istirnya jadi bahan perhatian.
__ADS_1
Karena kakek Huda yang sudah binggun akan mengungkapkan isi pikirannya pun akhirnya memberanikan diri untuk menjelaskan apa yang mereka pikirkan.
"Maaf kan kami semua nak, tapi jika kalian ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saya sendiri yang akan menceritakan apa yang terjadi. Sebenarnya Naura dan Fiki bukan saudara kandung jadi jika kedua anak itu ingin menikah saya pun tak akan melarang agar Oca dan Oci juga bisa bahagia lagi. Jadi sebenarnya Fiki itu adalah anak dari nak Dini dan almarhum nak Firman anak dari pak Budi dan ibuk Dina yang duduk disebelah sana, jelasnya kakek Huda sambil melihat ke arah pasangan kakek Budi dan nenek Dina yang ada di paling ujung. Sedangkan Naura itu anak dari nak Catur dan juga almarhum anak saya. Usia Naura dulu pas ditinggal masih bayi karena ibuknya melahirkan langsung tiada. Akhirnya hanya nak Dini yang bisa membuat bayi Naura tenang padahal Fiki masih umur 7 bulan waktu itu. Akhirnya karena permintaan almarhum anak bapak yang lewat mimpi nak Dini dan nak Catur menikah padahal mereka semua sudah menolaknya. Tapi demi pemintaan anak bapak mereka merelakan itu semua. Tiba saatnya mereka tumbuh dengan bahagia karena hanya Fiki yang Naura bisa sayangi. Kami semuanya tak menceritakan ini semua pada Naura dan Fiki agar mereka tak ada memiliki rasa yang akhirnya timbul seperti saat ini. Agar mereka tahu jika mereka kakak adik kandung yang harus saling menjaga. Dan sebenarnya nak Dini dan nak Catur serta anak bapak adalah sahabat dari kecil karena bapak dan pak Cipto serta pak Rudi kita juga sahabat dari waktu sekolah dulu. Dan yang saat ini jadi binggun kami disini semua kenapa nak Vineta bisa semirip dengan almarhum anak kami nak, ucap kakek Huda yang akhirnya menceritakan semuanya dan menangis di pelukan istrinya. Berita kesedihan yang teramat jelas karena mereka teringat pada Lia kembali. Sedangkan Naura yang menangis karena cerita yang ternyata baru ia ketahui ini akhirnya di dekati oleh Fiki sambil memeluk tubuh lemah Naura.
"Udah kita gak harus bersedih sayang, karena kita masih bisa membesarkan kedua anak kita nantinya. Izinkan saya menebus kesalahan yang aku berbuat buat kalian sayang. Kita hidup bahagia setelah kamu sembuh. Menanti kedua anak kita tumbuh cepat dan bahagia sayang, permintaan Fiki yang ternyata tak dijawab oleh Naura yang masih sedih karena cerita oleh kakek Huda. Sedangkan dokter Vineta dan suami juga sangat binggun akan cerita dari pak Huda itu. Setahu mereka tak punya keluarga lagi karena ibuk dan ayahnya dokter Vineta sudah lama meninggal.
__ADS_1