CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Tidur bersama Naura lagi


__ADS_3

"Wah anak bapak nakal ya, teriak pak Catur yang tak sengaja tangan yang sedari tadi memegang perut istrinya itu ditendang dari dalam. Fiki dan Naura yang melihat pun akhirnya mendekat perut ibuk Dini dan ikut meletakkan tangan mereka agar mereka juga ikut merasakan apa yang bapaknya rasakan.


"Aduh perut ibuk kram pak, ibuk pingin rebahan aja, pinta ibuk yang kalau duduk kelamaan sering seperti itu. Karena melihat istrinya kesakitan akhirnya pak Catur langsung menuntutnya ke kamar yang meninggalkan kedua anaknya itu sendiri di ruang tengah.


"Bapak, tinggal dulu ya nak, kasihan ibuk pamit bapak sebelum beliau pergi tadi.


"Iya pak, cepat sembuh ya buk sahut Naura menyemangati ibuknya. Setelah akhirnya kedua orangtuanya pergi dan masuk ke kamar Naura juga pamit ke pada kakaknya untuk masuk kekamar.

__ADS_1


"Kak, Naura pamit kekamar dulu ya, kakak juga istirahat kan besok sudah mau berangkat.


"Temani kakak disini dulu Naura kakak pingin lebih lama dengan kamu mu, boleh kan?


Tapi kalau kamu mau dikamar juga gak apa-apa kok, lanjut Fiki memberikan kebebasan adiknya untuk memilih.


"Kak, kok aku duduk disini sih kan gak enak dilihat yang lain kalau ada yang tau nanti kak. Merasa tak nyaman dengan perlakuan kakaknya yang akan mengundang curiga orang lain nantinya. Walaupun selama ini mereka akrab tapi untuk hal yang se sensitif ini Naura masih bisa memikirkannya.

__ADS_1


"Kakak hanya ingin bersama kamu untuk satu malam ini Naura, rasanya kakak gak ingin jadi kerumah eyang.


Sambil memegang tangan adiknya akhirnya Fiki langsung berdiri dan mengajak Naura ke kamarnya. Karena tak ingin Naura canggung seperti apa yang ia katakan tadi akhirnya Fiki langsung menuju ke kamar Naura.Setelah sampai dikamar mereka langsung duduk di dekat ranjang dan melanjutkan obrolan mereka yang sempat terputus tadi.


"Naura kakak kok gak pingin tinggalin kamu disini ya apa kamu ikut kakak aja, ucapnya yang setelah mengetahui perasaan Naura padanya tadi sore ia tak akan jauh darinya. Sambil memegang kedua pipi adiknya itu Fiki juga melihat sepasang bola mata Naura yang sangat mengartikan begitu banyak arti.


"Kak, jangan egois kakak tetap harus kerumah eyang. Oya kalau kakak gak pingin jauh dari aku kakak boleh kok tidur disini kaya tadi sore tapi ini yang terakhir ya Naura gak mau nanti ibuk atau bapak marah lihat kakak disini.

__ADS_1


"Ya udah kakak kunci pintu dulu biar gak ada yang tau. Setelah ijin dari Naura dia bisa tidur di ranjang yang sama tadi sore akhirnya Fiki langsung mengunci pintu agar tak ada yang mengetahui ini semua. Setelah terkunci ia langsung ikut tidur disebelah adiknya dengan dia memeluk adiknya. Rasa yang berbeda dari sebelumnya tapi ia tetap tak ingin jika Naura juga tau tentang perasaannya takutnya Naura akan merasa jijik. Masa iya kakaknya mencintai adik kandungnya sendiri. Setelah lama memeluk adiknya akhirnya mereka tertidur diposisi yang Fiki tak ingin lepas dari pelukan adiknya.


__ADS_2