CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Sehari rasa sewindu


__ADS_3

Diperjalanan Fiki tak bisa memejamkan mata untuk sekedar istirahat saja. Pikirannya tentang Naura yang tak bisa hilang dari hidupnya membuat dia tak berdaya sama sekali.


"Aku akan berusaha untuk bisa mengendalikan perasaan ini sebelum semuanya semakin sakit. Apa aku minta bapak sama ibuk buat ngizinin aku lanjutin sekolah di rumah eyang aja ya, biar perasaan ini tak begitu selalu mengebu seperti ini, ucap Fiki sambil melihat foto Naura yang ada di ponselnya itu. Belum ada sehari pisah dengan Naura serasa sewindu.


Tepat pukul 6 sore Fiki sudah tiba dirumah eyang yang sudah menunggunya itu, tampak wanita tua yang sudah berumur menantinya dengan rasa yang bercampur bahagia. Sudah 2 tahun lamanya Fiki tak berkunjung di rumah ini.


"Buyut eyang datang juga, gimana nak perjalanannya kamu mau langsung makan apa mau istirahat dulu. Karena sudah menunggu Fiki beliau sampai-samapi belum makan sedari tadi siang karena binggun membuatkan makanan untuk buyutnya itu.


"Fiki istirahat dulu eyang mau telepon Naura mau ngabarin kalau Fiki udah sampai dirumah eyang. Oya eyang istirahat dulu gak usah capek-capek siapin apa-apa nanti biar Fiki nyari sendiri, kan eyang masih sakit.


"Ya udah eyang buat minum dulu biar eyang juga ikut minum bareng kamu ya, sahutnya yang sangat bahagia setelah yang ditunggu-tunggu sudah datang.

__ADS_1


"Siap eyang,, Setelah kepergian eyang didapur Fiki langsung mencari ponselnya dan menghubungi Naura agar Naura tidak marah dengan Fiki.


Setelah tiga kali dering berbunyi telfon yang ditujukan pada Naura pun akhirnya diangkat oleh yang punya ponsel.


"Naura sayang, kakak baru sampai ni dirumah eyang. Bilang sama ibuk dan Bapak untuk tidak kuatir sama kakak ya. Jaga diri dan rajin belajar biar nilai kamu ujian kenaikan nanti bagus lho.


"Iya kak, Oya mana eyang?.


"Eyang baru buat minum, emang mau omong apa sih Naura sampai sepenting itu.


"Rahasia biar aku sama eyang aja yang diskusi. Oya kakak disitu jangan lama-lama ya Naura gak mau pisah dari kakak. Ini aja baru sehari rasanya seperti udah sewindu.

__ADS_1


"Siapa yang kamu telfon nak?


Sambil meletakkan dua gelas teh anget didepan Fiki akhirnya eyang juga ikut duduk disamping Fiki.


"Eyang Naura kangen eyang, tapi kakak jahat ninggalin aku, gak ajak aku kesitu ya. Oya eyang kakak kalau disitu awasin ya eyang jangan boleh main kalau gak sama eyang, terus kalau makan jangan boleh telat, dan satu lagi eyang kakak kalau main malam eyang larang ya, Naura gak mau kakak kenapa-kenapa.


"Aduh-aduh iya sayang, kamu ternyata sangat perhatian ya sama kakak kamu. Giman ibukmu udah mau lahiran belum. Bilang sama ibuk sama Bapak biar Fiki disini dulu jangan boleh pulang ya. Biar eyang sembuh kangennya dulu sama Fiki.


"Iya eyang nanti Naura sampaikan tapi boleh telefonnya di kasih kakak eyang, pinta Naura sebelum mengakhiri video callnya ia ingin melihat wajah kakaknya yang membuat ia nanti tak bisa tidur nyenyak.


"Ada apa Naura, ya udah kakak pamit mandi dulu ya jangan berfikir yang gimana-gimana kamu harus dapat nilai yang bagus pokoknya. Dada kakak mati in ya selama malam adik ku yang manis.

__ADS_1


__ADS_2