
Fiki yang melihat Naura seperti itu langsung memeluk adiknya takut ibuknya akan mendengarkan tangisan Naura natinya. "Udah jangan menagis kakak tau kamu pasti marah sama kakak. Tapi kakak juga binggun eyang terus menghubungi kakak Naura, ucap Fiki yang duduk didepan adiknya itu. Untuk menebus kesalahan kakak hari ini kamu mau apa kakak akan turuti apapun itu, ucap Fiki yang sambil memegang kedua pipi adiknya yang sedari tadi memalingkan wajahnya itu.
"Kakak jahat sama Naura kan besok kakak mau ke rumah eyang sana siap-siap aja gak usah hiraukan Naura. Naura bisa kok mau apa yang Naura inginkan cari sendiri, ucap Naura yang sambil menagis tanpa suara itu.
__ADS_1
"Udah dong kakak sayang sama kalian berdua, aku gak ingin kamu kenapa-kenapa juga Naura. Kalau Naura gak mau minta apapun atau gak mau maaf in kakak akan tidur diranjang kamu sampai kamu mau maafin kakak, ancam Fiki yang tiduran di atas ranjang Naura tepat disebelah Naura itu.
"Tidur aja aku gak akan minta apapun kan kakak katanya sayang harusnya kakak gak bohongi Naura dong. Kalau kakak disana nanti Naura pinginnya jangan hubungi Naura aku gak mau kakak telfon aku karena nantinya aku akan sedih kaya gini kak, kata Naura yang mengancam kakaknya sambil menangis lagi.
__ADS_1
"Ya udah kalau Naura gak mau kakak telfon ijinkan kakak tidur dikamar kamu biar kakak nantinya juga tidak terlalu kangen dengan kamu kalau disana. Jauh dari kamu itu adalah duka ku sayang. Ingin rasanya aku pergi bersama kamu tapi kamu harus gantian ujian kakak harus bagaimana, kata Fiki yang kembali duduk dan melihat mata Naura yang masih berair itu. Dari kecil kita sudah sering bersama-sama hanya karena hal ini kamu tak ingin aku menghubungi kamu, sedangkan aku disana juga menahan rasa rindu itu.
"Maaf in Naura kak, Naura janji akan selalu menunggu kabar dari kakak. Jika kakak sampai tak menghubungi aku janji aku gak akan makan untuk hari itu juga. Karena sudah merasa lega akhirnya Naura memutuskan untuk tetap mengizinkan Fiki untuk pergi kerumah eyang.
__ADS_1
"Iya kakak janji kalau akan selalu menghubungi kamu sayang, ya udah kakak boleh ya tidur di sini sebentar saja kakak capek, ucap Fiki yang kembali tidur tanpa ganti baju yang ia pakai dari sekolah tadi. Karena Naura yang capek menagis tadi pun akhirnya ia ikut juga tertidur disamping kakaknya itu. Sampai sore hari tak ada yang menganggu mereka berdua.
Karena merasa tangan kirinya berat Fiki pun terbangun dan menyadari jika ternyata Naura tertidur beralaskan tangannya. "Andai kamu bukan adik kandung kakak, Naura pasti kakak tak ingin melihat kamu bersama laki-laki lain. Ada rasa tak rela kamu dekat dengan siapapun dan ingin rasanya kakak ada disamping kamu tapi kakak harus sadar dari lamunan kakak yang kenyataannya kamu adalah adik aku yang harus kakak jaga, batin Fiki yang sambil melihat adiknya yang masih tertidur dengan mata sembabnya dan menyapu rambut yang menutupi wajah Naura itu.
__ADS_1