CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Naura yang jadi pusat perhatian dikantin


__ADS_3

"Udah lah aku mau langsung ke kelas aja Beti, aku malu dilihat in yang lain seperti ini, cerca Naura yang risih dari tetapan itu semua.


"Udahlah semuanya juga tau kok kalau kamu pacaran sama kakak kelas yang ganteng itu, nyatanya jika kamu didekati cowok lain mereka pada di ajak berantem sama dia, ucap Beti yang sedikit tau tentang itu semua. Apa jangan-jangan kalian dijodohkan ya, tanyanya ingin tau sekali.


"Udah lah Beti, walaupun aku pacaran atau aku sudah dijodohkan sama dia apa urusan kamu, toh yang punya rasa kan aku, jawab Naura yang bisa marah karena dia dipermalukan didepan umum pas di kantin ini. Walaupun mereka duduk berdekatan Naura tak jarang mau bergaul dari orang-orang seperti dia ini lebih baik menulis atau mencari kesibukan yang lain. Baru kali ini Naura semarah ini di sekolah.

__ADS_1


"Beruntung sekali kamu bisa mendapatkan cowok setampan dia Naura, ucapnya Beti sedikit mencela lagi.


"O, atau jangan-jangan kamu suka ya sama cowok aku kok kamu sampai bicara seperti ini, dia gak akan mau sama cewek yang ikut campur kaya kamu Beti, dia sukanya cewek yang kalem dan lembut hatinya, jelas Naura yang langsung pergi meninggalkan kantin dan menghilangkan dari tatapan dari orang yang ada dikantin itu. Karena Naura yang jengkel akhirnya dia memindah tempat duduknya agar tak jadi satu dengan Beti si mulut lampir itu.


Sedangkan sepeninggal Naura tadi Banu yang teman Fiki pun menuju ke kelasnya sambil ingin menyampaikan apa yang barusan ia lihat dikantin tadi. Betapa indahnya Naura menutupi ini semua dari teman sekelas maupun sesekolah.

__ADS_1


"Naura gak kenapa-napa kan, sahut Fiki yang tak sabar mendengarkan kelanjutan ceritanya Banu tadi.


"Gak bro, padahal satu kantin lihatin Naura dan cewek gila itu lho, jelas Banu. Yang penting kemenangan tadi ditangan Naura lah bro.


"Ya sukur alhamdulilah lah kalau Naura gak kenapa-napa, ujar Fiki yang masih sambil melihat- lihat buku yang ada di depannya itu. Dia mau ikut kesana melabrak wanita si cerewet itu tapi juga masih memikirkan perasaan Naura nantinya kalau ia harus dikucilkan dari yang lainnya. Yang terpenting itu semu masih bisa Naura tangani aja udah Alhamdulillah lah. Karena kabar yang baru diberitahukan oleh Banu itu akhirnya Fiki berfikir jika sekarang Naura lebih bisa menjaga diri jika ada temannya yang akan menjatuhkannya tapi jika masalah laki-laki Naura paling tidak bisa melawan. Karena itu semua Naura juga masih membutuhkan bantuan Fiki untuk hal ini apalagi kakaknya juga masih satu sekolah jika kakaknya udah lulus besok dia juga harus berusaha untuk menjaga dirinya sendiri.

__ADS_1


Akhirnya setelah kejadian tadi Naura yang berpindah tempat duduk hanya membuka bukunya sambil ia mengingatkan ingat betapa ia tadi membalas perkataan Beti yang tak ada artinya tadi. Atau Beti suka sama kak Fiki ya kok dia seenaknya bilang seperti itu, ucap Naura dalam hatinya.


__ADS_2