CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kesembuhan Tika


__ADS_3

"Gak kok pak saya disini aja, emang pendonornya siapa pak, tanya Ananda Fiki pada beliau itu. Ia berharap ia juga yang akan bisa mendonorkan tulang sumsum untuk Tika. Ada sorot bahagia karena dokter Vineta juga memandang.


"Saya nak yang ternyata diberikan kesempatan untuk membantu Tika, semoga Tika juga cepat sembuh ya. Nanti tengah malam kita akan langsung operasi jadi alangkah baiknya kamu pulang saja ini juga udah malam. Dan terima kasih ya udah membantu Tika tadi kalau kamu gak bawa dia dari kafe tadi pasti kita gak tau jika dia ternyata sakit parah seperti ini.


"Gak dok, ijinkan saya tetap menunggu disini walaupun ternyata bukan saya yang diperkenankan untuk mendonorkan tapi aku ingin berdoa agar tetap bisa berjalan lancar dok nanti, karena saya disini juga gak ada saudara jadi saya di ijinkan tetap di rumah sakit ini ya dok. Sambil memohon agar mendapatkan izin Anand yang terlihat lesu pun berharap akan diperbolehkan.


"Iya boleh nak, anggap kita juga saudara karena kamu tanpa sengaja sudah menolong kedua orang yang aku sayang dari Oca waktu itu dan sekarang juga Tika, bapak juga bahagia ternyata ada anak yang perduli dengan kami padahal kita gak ada ikatan sama sekali.


Akhirnya tengah malam ini benar melakukan operasi pentransferan tulang sumsum belakang Tika. Pak Aan dan Ananda Fiki yang menunggu diruang tunggu bersama dengan beberapa pelayan rumah pun cemas dan berdoa agar operasi malam ini berjalan lancar. Hingga pukul 03.00 dini hari yang belum juga usai. Ketakutan yang begitu besar akan kedua orang yang pak Aan sayangi yang masih didalam ruangan itu.

__ADS_1


Setelah menunggu akhirnya selesai juga apa yang di tunggu-tunggu. Dokter yang menangani operasi tadi akhirnya keluar ruangan dan hendak kembali ke ruangannya. Tapi karena pak Aan ingin berbicara akhirnya beliau ngobrol dulu dan membahas tentang kedua pasien yang masih belum sadarkan diri itu. "Sungguh hanya doa yang membuat mereka bisa selamat seperti ini pak, jadi hanya tinggal menunggu pemilihan dari keduanya pak. Semoga apa yang kita inginkan juga ceper terlaksana. Dokter Vineta yang sembuh dan anak bapak juga sembuh. Ya udah pak Aan saya pamit ke ruangan saya dulu pak.


"Makasih dok, selamat istirahat kami ucapkan balas pak Aan yang mengangguk pada dokter yang akrab dengan beliau itu.


Tiba saatnya pagi ini akhirnya dokter Vineta siuman dan disusul oleh Tika. Karena permintaan pak Aan akhirnya dokter Vineta dan Tika dijadikan satu ruangan VIP agar bisa dirawat bersama-sama. Setelah mengetahui jika Tika sadar akhirnya Ananda Fiki pamit pulang pada pak Aan dengan alasan jika masih ada banyak pekerjaan yang menantinya. Padahal ia melakukan itu agar Tika jangan memikirkan keberadaannya dulu biarkan ia sembuh dulu dan pilih. Sedangkan untuk Oca dan Oci yang sudah mulai akrab sekali dengan Anand pun juga tak mempermasalahkan jika ia harus pulang terlebih dahulu. Mungkin karena Ananda Fiki yang sangat mengakrabi atau mungkin dari keluarga pak Aan yang welcome pada Fiki yang penting mereka merasa nyaman satu sama lain. Perawatan yang dilakukan dari pihak rumah sakit pun tentunya yang paling bagus agar proses pemulihan juga cepat terlaksana.


******


"Oca, Oci gimana sekolah kalian?

__ADS_1


Maaf ya Kakak belum bisa pulih lagi kaya dulu. Kakak pingin banget ajak kalian jalan-jalan atau main ke mol lihat bioskop. Tapi kakak kemana aja masih pakai kaya gini, ucap Tika sambil memegang kedua tangan adiknya itu.


"Gak apa-apa yang penting kakak pulih dulu ya, Oca juga sedang nunggu Om Anand yang mau ajak kita ke pantai kok kak, "iya kan Oci. Kita kalau Om Anand datang langsung tagih aja ya pasti seru kalau kita kepantai.


"Kapan om Anand bilang gitu? ,Kan kakak udah pernah bilang kan jangan dekat sama orang yang belum begitu kita kenal kok Oca gak dengerin sih, marah Tika sambil menatap kedua anak yang ada didepannya itu.


"Udah jangan dimarahin aku yang salah kok, aku cuma pingin dekat dengan Oca sama Oci kok. Apalagi pak Aan sama dokter Vineta gak apa-apa aku dekat dengan mereka asal aku gak macam-macam sama mereka. Aku kalau mau ajak kemana pasti juga minta ijin sama Opa dan Omanya atau kakaknya juga. Atau kamu mau ikut juga? ,Melihat Tika yang marah pada kedua anak-anak itu akhirnya Anand yang tadinya masih bersembunyi pun akhirnya keluar untuk membela kedua anak itu.


"Om, kok baru datang sih kita kan udah nunggu lama lho. Atau om beneran gak mau ajak kita jalan-jalan sih, Oca yang langsung mengungkapkan apa yang sudah ia tunggu-tunggu pun langsung melihat ke arah Anand. Sudah seminggu lebih ia tak memunculkan batang hidungnya.

__ADS_1


"Kan Om ngerjain pekerjaan Om juga jadi harus cepat selesai juga kan, kalau kalian udah pingin cepat jalan-jalan kita berangkat kalau Om sudah dapat ijin dari kakak kalian lho, Ucap Anand yang sambil melirik ke arah Tika yang sedikit beralih melihat ke arah lain. Ia tak ingin terlihat memperlihatkan Ananda Fiki yang sedang akrab dengan kedua adiknya itu. Tapi walaupun ia acuh tak acuh tapi hati kecilnya menagis melihat semua ini terjadi padanya. Harapan agar tak bertemu dengan orang yang pernah melukainya tapi malah dipertemukan saat ini di kondisi ia seperti ini.


__ADS_2