
"Kamu mau aku bebasin kamu Beti? , kalau kamu mau aku maaf in kamu harus jadi orang yang harus bisa membantu Naura dan melayani semua keperluan dia mulai besok ia sekolah ya, kata Fiki yang hanya memberikan permintaan itu.
"Bro, makasih ya aku masih bisa minta lagi gak? ,gantian teman Fiki yang berbicara hal itu semua. Mungkin karena pengaruh obat kuat juga ia masih butuh belaihan dari Beti yang sedikit liar kaya tadi itu.
"Lanjutkan saja bro, aku mau pamit dulu ya, buat dia puas bro, kata Fiki yang langsung pergi ke keluar kamar itu dan meninggalkan sepasang yang sedang dimabukkan nafsu itu. Sedangkan Beti yang takut pun akhirnya hanya menangis sambil menutupi tubuhnya yang sudah tak ada gunanya lagi karena ternyata yang merusak dirinya buka orang yang ia cintai.
__ADS_1
"Udah gak usah nangis lagi, mending gimana kalau kita lanjut percintaan malam ini, kata teman Fiki yang langsung menindih tubuh Beti lagi dan langsung mencium bibir Beti dengan rakus bak makan permen karet manis yang tak ada habisnya jika belum berubah rasa. Akhirnya Beti yang pasrah dan menuruti permintaan teman Fiki itu juga hanya berfikir jika toh dia udah gak suci lagi ngapain dia harus berubah pikiran untuk sok menolak.
Fiki yang pergi dari kamar yang tak ia harapkan tadi akhirnya pulang kerumah eyang dengan perasaan sedikit bahagia karena sudah membalas perlakuan Beti yang telah mencelakai Naura. Dia berharap jika setelah kejadian ini Beti bisa menurut biar dia tidak sewenang-wenang pada Naura lagi. Pas ia ingin langsung tidur ponsel yang baru saja ia turunkan ke atas meja pun berbunyi yang setelah ia lihat adalah telfon dari adiknya tersayang.
"Naura kangen sama kakak, udah dari kemaren kok gak ada kabar sih ke Naura? 'apa jangan-jangan lagi asik ya sama pacarnya sampai lupa adiknya lagi, kata Naura yang ingin Fiki tak berubah dengannya walaupun kakaknya sudah memiliki pasangan sekali pun.
__ADS_1
"Maaf sayang, kakak lagi banyak tugas kan ini udah mau kenaikan jadi semua tugas yang kemarin diberikan pada guru-guru harus cepat selesai, jelas Fiki berbohong.
"Naura juga kak tinggal ngerjain tes yang tertinggal kemaren aja kak, terus jika udah selesai Naura minta ibuk sama Bapak buat ijinkan ikut lanjutin ke tempat eyang juga biar bisa sama kakak terus, kata Naura yang tak mau pisah jauh lagi sama kakaknya itu.
"Beneran ni mau ikut kakak disini, kan enak jadi satu ibuk sama Bapak? Fiki yang mengoda Naura pun akhirnya mengucapkan kata itu yang sebenarnya ia pun juga bahagia jika bisa bersama adiknya. Karena walaupun sudah terpisah satu tahun ini ia selalu mengawasi Naura lewat orang yang ia suruh. Malam semakin malam akhirnya mereka berdua tertidur setelah melakukan panggilan telepon walaupun telfon mereka sampai mati sendiri karena yang punya sudah tertidur. Fiki yang sudah sedikit lega bisa membalas perbuatan Beti pun akhirnya juga bisa tenang karena sudah membalasnya dengan cara tadi. Mungkin jika Fiki akan lebih kejam bukan seperti itu tapi lebih dari itu.
__ADS_1