
"Oya om boleh minta tolong gak ke kalian?
Tolong ambilkan baju hangat kakak dong, ini kayaknya mendung takutnya kak Tika nanti flu lho, permintaan tolong Anand yang menyuruh kedua anak itu kembali ke ruangan Tika dan meninggalkan Tika dan Anand sendiri.
"Jangan kita masuk aja ke ruangan kakak udah gak pingin di taman lagi kok, kata Tika yang tak mau jika ia di taman hanya bersama dengan Ananda Fiki. Pasti Fiki nanti bertanya-tanya yang lain.
Oci dan Oca sangat binggun harus ngikuti perintah dari siapa, akhirnya mereka berdua hanya melihat kearah Om Anand dan Kak Tika.
"Ya udah kalau gak mau ambilin Om sendiri aja yang ambil baju hangat buat kakak kalian, kalian tunggu disini sama kakak kalian aja ya, ucapan pasrah Anand yang akan pergi sendiri ke ruangan Tika.
__ADS_1
"Stop Om, kami aja deh yang ambil, Om tunggu kami disini aja ya, jawaban Oci pasrah yang langsung menarik tangan Oca meninggalkan kedua orang itu di taman.
Sepeninggal Oca dan Oci tadi Anand yang tadinya sedikit jauh dari Tika ia langsung mendekat ke dekat kursi roda Tika berada.
"Tika, kakak minta maaf Tika selama ini kakak udah melukai perasaan kamu. Tapi kakak ingin kamu tetap seperti dulu Tika. Kami semua mencari kamu kemanapun, hingga akhirnya kakak bisa menemukan kamu disini. Andai kamu tau waktu semua tahu kamu sedang hamil dan melarikan diri. Kakek dan nenek semuanya benci sama aku, Bapak, ibukpu. ikut benci padaku Tika, hanya nenek Dina yang masih sayang sama aku. Akhirnya aku pergi kerumah eyang lagi karena aku sudah tak memiliki siapapun lagi. Tapi jika aku boleh tau apakah anak yang kamu kandungan masih hidup Tika? ,"pertanyaan Fiki yang sudah ia pikirkan beberapa hari ini sebelum ia tak datang ke rumah sakit. Jika anak itu masih ada ijin kan aku melihatnya Tika, tangis Fiki sambil mencium kaki Tika berharap Tika akan luluh dan memberitahukan padanya yang sebenarnya.
Sedangkan Tika yang di tanya seperti itu pun hanya memandang ke arah lain karena sudah tak kuat air matanya jatuh. Sambil menyeka air matanya ia menjawab apa yang ditanyakan oleh Fiki.
"Abang tau bertapa hari-hariku tanpa keluarga bang? , pertanyaan Tika yang masih tak ingin melewatkan kesempatan untuk mengeluarkan unek-unek yang sudah lima tahun ini ia pendam sendiri!.."Aku disini seorang diri tanpa aku kenal sebelumnya dengan ayah dan ibuk, aku mengandung anakmu siang malam aku menangis kenapa kau tega melakukan hal itu padaku. Aku hancur Bang, andai malam itu aku tak kau hancurkan mungkin aku juga masih bisa bersama keluarga yang lain. Aku benci kau bang,, aku benci, Ucapan Tika penuh amarah di sertai tangisan yang yak kunjung henti. Sudah muak dengan permainan hidup yang tak tau akan seperti apa lagi. Sedangkan Fiki yang masih berlutut di depan Tika pun juga tak kalah menangis melihat penderita yang adiknya alami gara-gara dia. Sambil sedikit naik untuk memeluk tubuh Tika yang tercerai air mata itu Fiki ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya.
__ADS_1
"Maafkan kakak Tika, kakak rela mati untuk bisa menebus kesalahan kakak, asal kau kembali bahagia lagi. Tapi apakah benar bayi yang kau kandung sudah tiada?
"Jika iya aku ingin melihat makam nya, aku ingin melihat pusaran yang menjadi tempat terakhirnya Tika..
"Kakak ingin melihat anak kakak?
Waktu itu Naura khilafah kak, malam itu Naura sengaja minum obat penggugur kandungan jadi sebelum ia lahir sudah dulu hilang dan tak bisa kau lihat pusaranya dimana. Yang aku inginkan saat ini Naura ingin kakak menjauh dari ku, aku gak akan bisa sanggup lagi melihat kakak setiap hari disini, kemarahan Tika yang baru kali ini dokter Vineta dan suami melihat kemarahan anak angkatnya.
"Ok jika itu kemauan kamu jika kamu benci aku dekat dengan kau aku akan menjauh dan tak akan pernah datang lagi dihadapmu. Aku tak ingin mengingatkan luka yang pernah aku goreskan padamu Naura. Jaga dirimu aku tak akan sanggup jika melihat kau terluka. Sebelum Fiki beranjak ingin pergi dari hadapan Naura itu akhirnya pak Aan, dokter Vineta dan Oca serta Oci pun mendekat. Semua yang terucap dari kedua mulut Fiki dan Naura sudah mereka dengarkan semua. Ada rasa haru antara kedua saudara yang sudah lama tak jumpa ini. Tapi dokter Vineta juga tak akan jahat dan mengikuti apa yang Naura ucapkan jika anak Fiki sudah tak ada lagi.
__ADS_1
"Nak, jangan kau menginggat dendam yang sudah lalu kau alami, dia tetap ayah dari Oca dan Oci nak, kedua anakmu juga butuh kasih sayang dari ayahnya. Jika Oca dan Oci besar dan tak mengenal ayahnya aku pastikan kau akan menyesal. Biarkan yang usai biarlah hilang bersama waktu. Yang terpenting kalian masih diberikan waktu berjumpa dan memperbaiki ini semuanya. Ajarkan Oca dan Oci kasih sayang yang indah. Keluarga yang utuh seperti semua keluarga yang lainnya, ada ayah, ibuk dan kedua anak kalian, bujukan dokter Vineta yang sambil memeluk tubuh Tika agar luluh pada permintaan ibuknya itu.
Sedangkan Fiki yang mendengar ucapan dokter Vineta yang membicarakan tentang Oca dan Oci adalah anaknya begitu bahagia, karena ternyata kedua anak kembar itu adalah anaknya. Langsung saja Fiki memeluk kedua anak itu dan menangis meminta maaf atas apa yang ia perbuat, yang tak kunjung mencarinya di tempat ini. Sampai mereka tumbuh tanpa kehadiran seorang ayah sama sekali.