CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Rasa penasaran Anand tentang apa yang ia lihat


__ADS_3

Setelah mencari informasi di internet tentang arsitek yang handal akhirnya ia mendapatkan dua kandidat yang akan ia seleksi nanti. Walaupun harga yang ditawarkan sangat fantastis tapi dokter Harun tak mempermasalahkan itu semua asal bulan depan villa itu sudah siap. Pas pilihan arsitek sudah ia dapatkan akhirnya Harun langsung menghubungi nomor kontak yang ada di internet itu. Dengan susah payah akhirnya Harun bisa membujuk arsitek itu untuk pindah ke pulau Kalimantan untuk membuat villa seperti apa yang ia inginkan. Dengan imbalan yang pastinya selangit Harun mantap akan memberikan pada arsitek itu dalam catatan agar 1 bulan Villa itu usai. Karena rencana Harun jika villa itu usai maka ia akan langsung melamar Tika untuk menjadi istrinya. Karena Harun juga tak mengetahui tentang Tika yang sebenarnya sudah memiliki anak maka Harun memperjuangkan apa yang ingin ia gapai.


Hari ini seperti rencana Harun dan arsitek tadi mereka ingin bertemu di rumah yang akan arsitek itu tuju. Karena tak ada tempat tinggal maka ia selama di Kalimantan sengaja dipesankan rumah yang akan ia huni. Ya layak lah jika hanya di pakai ia sendiri. Semuanya sudah sesuai dengan apa yang mereka rencanakan akhirnya arsitek yang baru ditemui Harun saat ini akan diajak untuk memenuhi tanah yang akan ia bangun. Dari gambar dan keinginan Harun semua sudah dicatat oleh arsitek handal tadi.


"Pak apakah saya boleh bertanya lagi? ,tapi ini sedikit profesi ujar arsitek yang masih memegang buku yang sedang ia gunakan untuk mencatat dari apa yang di inginkan oleh Harun.


"Apa Mz jika itu tak terlalu menyinggung akan aku jawab, sahutnya sambil melihat ke arah arsitek yang didepannya itu.


Cuaca yang terik sangat membuat kedua orang di lahan kosong itu berkeringat. Tapi jika villa itu sudah jadi maka dapat dipastikan orang yang akan tinggal di villa itu tak mau meninggalkannya.


"Villa ini apakah buat dilelang lagi atau untuk kado istri anda pak? 'tanya arsitek yang melanjutkan perbincangan dengan tuan tanah yang ada didepannya itu.


"Hwahahahah...

__ADS_1


Apa aku setua itu, Mz biar lebih akrab siapa nama Mz biar aku panggil nama aja, kata Harun yang mulai nyaman dengan lawan bicaranya itu.


"Ya maaf pak Harun, nama saya Anand bapak bisa panggil Anand aja biar bapak lebih terbiasa lagi. Anand yang takut jika Harun marah pun hanya bisa menjawab seperti itu.


"Gak apa-apa, aku belum nikah Anand, kamu panggil aku Mz aja kayaknya kita gak jauh-jauh amat umurnya, sambil menepuk pundak Anand akhirnya Harun mengajak untuk pergi ke mobil dan mengantarkan Anand untuk pulang dan istirahat. Karena keakraban mereka semakin akrab akhirnya Harun sudah mulai terbiasa dengan adanya Anand apalagi Anand juga tak pernah melampaui batas-batas yang ia ketahui. Sampai suatu hari Harun yang mabuk berat dan memutuskan untuk tak pulang kerumah besarnya melainkan ia pulang kerumah yang ia berikan pada Anand. Ia ingin sekali menceritakan apa yang ia alami saat ini.


Tok,,tok,,tok


Suara pintu yang sudah menunjukkan pukul 10.00 malam. Waktunya semuanya istirahat tapi tidak dengan Anand yang juga belum bisa terlelap. Mendengar pintu diketuk akhirnya ia membukakan karena ia juga tak tau yang bertamu malam-malam seperti saat ini. Pas pintu ia buka ia langsung mendapati Harun tergeletak didepan pintunya. Langsung saja ia membawanya ke dalam rumah agar tak ada yang tau kejadian ini.


"Kamu jahat Tika, aku hanya ingin lebih dekat denganmu kok kamu malah pulang sama adik-adik kamu, kan kamu tau adik kamu juga masih ingin sama aku Tika, rancau Harun sambil menepuk tangannya di sofa panjang tempat Anand tadi. Padahal mata masih tertutup tapi semua kata-kata yang terucap dari mulut Harun mengutarakan jika ia sedang patah hati.


"Aduh ternyata ia sedang tak mendapat balasan cintanya. Aku jadi penasaran seperti apa wanita yang ia sukai saat ini. Pas Anand ingin mengambilkan minuman untuk Harun tanpa sengaja telfon milik Harun berbunyi. Mau tak mau akhirnya Anand mengangkat telfon dan berbicara pada penelpon tadi memberitahukan jika Harun saat ini sedang dirumahnya. Tapi pas panggilan tadi terputus layar ponsel milik Harun nampak wanita cantik yang dia ambil fotonya dari samping.

__ADS_1


Deg,,Deg.


Suara jantung Anand yang seperti mengetahui siapa pemilik wajah ini. Tapi akankah apa yang ia pikirkan itu benar. Mau menanyakan pada Harun yang saat ini masih mabuk pun juga mustahil. Tapi Anand bisa sedikit memastikan jika apa yang ia lihat adalah orang yang selama ini ia cari. Akan tetapi Anand yang sedari tadi mendengarkan apa yang di ocehkan Harun tak sekalipun ia menyebutkan nama orang yang ia cari. "Akankah ini hanya kebetulan sama, aku gak boleh beranggapan jika itu dia. Aku akan tetap menghargai dia sebagai bos ku, aku gak boleh gegabah menanyakan ini semua padanya takut apa yang aku lihat hanyalah ilusi ku saja. Setelah menyadarkan hati kecilnya akhirnya ponsel milik Harun ia letakkan di meja dekat sofa lagi agar sang pemiliknya tak mencarinya nanti jika ia bangun. Setelah Anand meninggalkan Harun yang masih terlelap ia tak bisa tertidur karena apa yang ia lihat seperti sosok yang ia cari selama ini.


Sedangkan dirumah besar milik opa Aan dan dokter Vineta, Tika yang baru saja selesai membacakan cerita untuk anaknya. Ia ditanya oleh anak laki-lakinya yang ia ingin mengetahui suatu hal.


"Kak, Oca boleh tanya pada kakak?


Sambil melihat manik orang yang ada disampingnya itu.


"Iya sayang boleh kok,.apa yang ingin Oca tanyakan. Sambil menepuk Oci yang sudah tertidur Tika menjawab apa adanya tak mungkin ia menolaknya.


Setelah mendapat persetujuan dari kak Tika akhirnya Oca menanyakan apa yang mengganjal di pikirannya. "Kak apakah Oca dan Oci memiliki Ayah? ,'Semua teman-teman Oca selalu diantar oleh ayah mereka, sedangkan kami hanya diantar opa kalau gak Oma kan kan?

__ADS_1


Deg,, Seusia Oca yang ingin mengetahui apa yang ia alami. Tapi bagi Tika sendiri ia takut akan menceritakan tentang semuanya. Hening tak ada suara sama sekali sampai Tika sendiri yang menjelaskan. "Oca Oci kalian memiliki ayah kok. Tapi ayah sekarang sedang kerja ke luar negeri jadi kita ya jarang komunikasi nak. Ya udah Oca ikut tidur ya udah malam lho, bujuk Naura yang ingin anak kecil itu tak tanya yang lebih aneh- aneh.


__ADS_2