
Dan satu lagi yang harus kalian ketahui eyang juga membagikan satu untuk cicitnya yaitu pada Naura, kata kakek Hendra sebelum mengakhiri pembicaraannya tadi. Eyang membagikan kunci ini pada Naura agar Naura bisa merawat atau menjaga peninggalan eyang yang berupa tabungan emas dan berlian yang selama semasa hidup beliau sudah di kumpulkannya. Jadi untuk itu semuanya tak ada yang harus di irikan karena ini semua sudah kehendak eyang yang mana sudah beliau pikirkan matang-matang.
"Tapi Kakek itu semua berlebihan bagi Naura, Naura tak bisa menerima tabungan eyang yang mana ini hak dari Nenek Dina dan nenek Leni juga, kata Naura yang tak sanggup menerima kunci lemari yang sudah di pegang oleh kakek Hendra itu.
"Sayang kami tak apa-apa jika itu semua sudah eyang yang minta jika kamu seperti itu eyang juga akan sedih, kata Nenek Dina yang mengusap punggung Naura agar ia mau menerima pemberian dari eyang itu.
__ADS_1
Karena semuanya fokus pada Naura akhirnya eyang pun juga menarik tangan Fiki yang mana meminta Naura mendekat beliau itu.
"Naura eyang minta kamu mendekat pada beliau ada yang ingin beliau ungkapkan, jelas Fiki yang meminta adiknya mendekat.
Semua langsung sibuk dengan tugas masing-masing kakek Hendra langsung mengurus administrasi dan kakek Budi langsung mencari Dokter jaga untuk memastikan eyang. Sedangkan yang lainnya masih menagisi eyang.
__ADS_1
Sekitar 30 menit akhirnya jenasah eyang sudah tiba di kediaman dan akan dimakamkan esok hari karena kondisi saat ini sudah sore dan harus menunggu nenek Leni yang baru perjalanan dari AS.
Penyesalan Naura pun tak kunjung usai dalam keheningan ia merenungi jika ia tak menerima pemberian eyang tadi maka ia tak akan kehilangan beliau untuk selama-lamanya. Dia juga sudah kekeh dalam hatinya walaupun ia menerima itu ia tak akan membukanya jika ia belum siap sama sekali.
Jam demi jam akhirnya tepat pukul 8 pagi nenek Leni tiba dirumah duka. Dalam tangis ia langsung memeluk peti ibuknya yang masih terlihat jelas wajah beliau. Sesal yang begitu dalam dalam waktu yang seperti ini ia tak bisa berbakti pada mendiang ibuknya sampai ia juga tak bisa mengucapkan kata terakhir untuk beliau. Setelah semuanya siap akhirnya pemakaman pun dilakukan untuk penghormatan terakhir. Karangan bunga yang begitu banyak terjajar rapi di rumah eyang. Karena tak ada satu pun yang tak akan mengenal beliau dari kedermawanan dan kebaikan hati pada semau dan rekan bisnis yang sangat baik dalam masa hidup beliau. Jadi dapat disimpulkan jika semasa hidup eyang selalu menebar kebaikan untuk semua kalangan baik keluarga, teman bisnis dan siapapun.
__ADS_1