CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Dikelas Naura


__ADS_3

"Kakak gak mau ya kalau kamu panggil kakak itu dengan sebutan kakak. Nanti semua tau hubungan kita yang sebenarnya lho, larang Fiki yang muanya tak ada yang tau tentang hal itu semua. Sambil memastikan melihat sekitar mereka supaya tidak ada yang mendengar perbincangan mereka itu. Karena tak ingin terlalu lama membahas tentang semua itu akhirnya Fiki melanjutkan dengan topik pembicaraan yang lain yang menganggu pikirannya itu.


"Dek, kakak boleh tau sesuatu yang lebih pribadi gak? 'ucap Fiki hati-hati takut menyakiti hati adiknya itu.


"Apa kak kalau Naura bisa jawab akan Naura jawab langsung kok kak, sambung Naura yang memang manja bak seperti pasangan. Karena mereka tadi dibawakan bekal kue yang ia sukai maka Fiki dan Naura hanya makan bekal itu sambil di kelas menunggu jam masuk kelas berbunyi.


"Em,,apa kamu sudah punya kekasih Naura? 'tanta Fiki langsung yang tak mau menutup-nutupi apa yang ia ingin tanyakan pada adiknya.

__ADS_1


Naura kira pertanyaan yang akan ditanyakan Fiki itu mengenai tentang apa, ternyata tentang ini pantesan kakaknya sebelumnya membicarakan tentang masalah pribadi ternyata ini pikirnya sambil tetap terdiam dalam pikirannya sendiri.


"Naura, kok malah bengong sih, ucap Fiki yang kedua kalinya sambil memegang tangan Naura untuk menyadarkan Naura dari lamunnannya.


"Maaf kak, Naura malah bengong aja ya sahut Naura yang tersadar dari pikirannya tadi. Oya Naura gak punya kok pacar untuk saat ini, ucapnya lagi menjawab tentang pertanyaan dari kakaknya itu.


"Benar kak, Naura gak bohong kok, kan orang yang bisa menyayangi Naura sangat besar hanya kakak, aku tak ingin memiliki pasangan yang tak sama dengan kepribadian kakak, sahut Naura yang memang sangat mengidolakan kakaknya itu. Tak ada yang bisa menyayangi seperti Fiki yang tak bersyarat itu.

__ADS_1


"Kalau itu jawab kamu jujur kakak bersyukur karena kamu masih sayang sama kakak, tapi kakak gak mau kamu menutupi seperti hal yang seperti semalam ya Naura. Biarkan selama kakak mau ujian ini pikiran kakak tenan tanpa memikirkan sesuatu setelah melihat kamu menangis. Kakak tak akan mengijinkan siapapun menyakitimu dan kakak akan berusaha tetap mendampingimu sampai kau memiliki seseorang yang bisa kakak percaya menjaga kamu, ucap Fiki yang sebenarnya tak ingin mengucapkan ini semua di sekolah tapi jika mengucapkan ini semua dirumah takut ibuknya atau bapaknya akan mendengarkan ini semua. "Ya udah kakak pamit kekelas kakak ya, masih ada satu maple yang harus kakak pelajari sebelum bel masuk, pamit Fiki yang akhirnya langsung menuju ke ruang kelasnya sendiri.


Sepeninggal kakaknya itu Naura langsung menuju kekantin untuk membeli minuman karena habis makan kue yang ibuknya bawakan itu dia merasa haus. Biasa kalau asik makan kue mesti dia itu lupa beli minum dulu.


"Naura cie yang tadi disamperin cowoknya, goda teman sebangkunya tadi setelah kedatangan Fiki ia langsung pergi kekantin takut mengganggu mereka.


"Apaan sih kamu Beti, nanti semuanya pada tau lho, jawab Naura yang sedikit risih karena ucapan Beti tadi agak sedikit keras dan menimbulkan perhatian dari siswa yang lain. Biasalah anaknya sedikit cerewet dan sok ingin tau semua tentang Naura padahal Naura memilih diam jika ditanya.

__ADS_1


__ADS_2