
Hingga sore menjelang malam pun akhirnya Danu dan Naura masih di dalam ruangan Fiki tadi sambil menghabiskan makanan yang sudah dibawa oleh Danu. Walaupun sebenarnya ia tak nyaman tadi Danu begitu memanjangkan perutnya dengan berbagai jenis makan yang ternyata masih banyak lagi yang tak di perlihatkan dulu pada Naura. Setelah makan yang satu habis ia langsung mengambil bungkusan satu lagi yang sangat Naura mau, alhasil ia tetap menghasilkan makan itu. Sampai-sampai Danu pun tertawa karena melihat tingkah Naura yang seperti orang sedang tak makan selama satu tahunπ.
Sambil gelang- gelang akhirnya Danu berhasil membuat Naura sedikit marah karena perkataan Danu yang membuat ia tersinggung.
"Ceh,,ceh... Naura kakak gak nyangka ya badan kamu aja kecil tapi makan kamu banyak ya, senyum Danu pun terbit dari bibir merahnya itu.
"Kakak sih siapa suruh bawa makanan banyak kaya tadi. Aku kan cuma jadi ingin makan terus kak kalau di manjakan kaya gini, jawab Naura sambil manyun karena perkataan Danu tadi.
"Udah jangan diambil pusing, kakak gak ada pikiran apapun kok. Memang ini semua buat kamu dek, Bentar ya kakak mau ke kamar mandi dulu kamu jangan kemana-mana ya, kata Danu yang akan meninggalkan Naura yang masih mengunyah makanannya tadi.
"Siapa juga yang akan pergi kan Naura mau nunggu kak Fiki. Emang aku disini cuma mau nemenin kak Danu apa!!! "jawaban Naura ketus tapi ia tetap fokus mengunyah makanannya.
"Ada-ada aja kamu memang yang terbaik Naura aku sampai tak bisa berpaling darimu walaupun sudah lebih 6 tahun kita tak bertemu. Mungkin jika dulu aku tahu kamu mencintai aku dan aku adalah orang yang bisa bahagia karena itu pasti tak akan aku lepaskan kamu sampai aku kehilanganmu sampai kita bertemu kaya gini lagi Naura, ucapan Danu yang ada di dalam kamar mandi tadi.
Pas Danu keluar dari kamar mandi tadi ia melihat Naura sudah duduk dengan orang yang lebih tua dari usianya tapi masih terpancar wajah rupawan yang ia miliki itu. Tapi ia sedikit lupa karena Danu juga tak pernah melihat siapa orang tua Naura langsung dari dulu waktu sekolah. Dari pada penasaran akhirnya Danu mendekati Naura dan pak Catur tadi.
"Sore pak, maaf sudah menganggu. Perkenalkan saya teman dari Fiki dan Naura pak. Kata Danu yang memotong pembicaraan pak Catur dan Naura tadi.
"Oya nak silahkan duduk. Oya saya orang tua dari kedua anak ini nak. Ada perlu apa ya? "Jawab pak Catur yang tak tau jika Danu sudah ada di ruangan itu sedari tadi.
__ADS_1
"Em,, kak Danu dokter pak di rumah sakit ini. Oya berhubungan Bapak udah datang aku pamit pulang ya pak, pamit Naura yang langsung di angukin oleh pak Catur tadi.
"O, dokter disini to. Oya nak kalau mau pulang hati-hati ya. Ibuk sama Mama Vineta tadi masak kesukaan kamu katakan nanti pak Aan juga akan menyusul kesini kok gak usah binggun.
"Danu juga ikut pamit ya pak mau pulang, makasih sudah di ijinkan singgah dulu pak, pamit Danu yang langsung bersalaman dan keluar ruangan menyusul Naura tadi.
"Nuara...tunggu kakak Naura.
Karena tak di hiraukan oleh Naura akhirnya Danu sedikit berlari agar langkahnya bisa sama dengan Naura. Sampai di depan lobi rumah sakit Naura yang berusaha untuk memesan taksi online pun langsung di rebut oleh Danu ponselnya. Karena Danu ingin sekali mengantarkan Naura pulang.
"Apa-apa sih kak, aku mau pesan taksi kak. Mana ponsel ku, minta Naura yang langsung menatap Danu.
Sedangkan Naura yang marah pun mengikuti kemana arah ponselnya dibawa. Mau pulang juga gak mungkin bisa orang ponselnya juga masih dipegang oleh Danu tadi. Akhirnya Danu berhasil mengantarkan Naura pulang walaupun Naura di dalam mobil tak mau bicara dan hanya ngambek tapi Danu sudah bersyukur bisa berduaan dengannya itu. Pas sampai di depan penjualan makanan yang ada di pinggir jalan Danu sengaja sedikit memelankan laju mobilnya agar Naura sedikit tergoda akan makanan yang ada di sana. Tapi buka hanya pikiran Danu saja Naura yang melihatnya pun beneran tergoda akan makanan yang begitu banyak macam itu.
"Kak Danu aku mau itu, tunjuk Naura yang melihat tahu gejrot di pinggir jalan tadi.
"Mau bungkus atau makan disini, Naura.
"Beli dulu aja makanya nanti dipikir lagi aja, jawab Naura asal.
__ADS_1
Akhirnya Danu memarkirkan mobilnya dan langsung menuju ke jajanan yang Naura inginkan tadi. Seperti seorang pengawal yang berjalan di belakang Naura dan menuruti kemauan dari tuannya.
"Bang, satu ya tapi jangan terlalu pedas, minta Naura pada penjualannya tadi. Sambil melihat ke arah Danu Naura terlihat tetap cuek saja tanpa bertegur sapa.
"Tambah satu bang. Kamu ya gak beli dua apa aku suruh makan bareng kamu ya, goda Danu pada Naura itu.
"Ogah beli aja sendiri aku gak mau makan berdua gak kenyang aku nanti.
Tak butuh lama akhirnya pesanan keduanya sudah tiba yang akhirnya Naura langsung pergi ke arah mobil lagi untuk meminta Danu mengantarkan pulang. Tapi pas perjalanan pulang Naura yang sedang makan jajanannya tadi tak terasa jika sedikit ada sisa makanannya di ujung mulutnya. Dengan tisu yang ada di mobilnya Danu langsung membersihkannya. Dengan hati-hati Danu berhasil melakukan itu dengan mudah sampai-sampai tatapan keduanya bertemu. Apalagi posisi Danu sedang sedikit dekat sekali dengan Naura.
"Mata yang indah, ucap Danu yang langsung membalikkan badannya. Rasanya dadanya ada yang begitu panas dan ingin segera diberi pendingin. Mungkin jika ia tak langsung melajukan mobilnya Naura akan tahu bagaimana wajah Danu yang memerah ini.
"Ini buat kamu aja punya kak, kayaknya kamu suka sekali makanannya, kata Danu yang ingin mengalihkan perhatian Naura yang diam saja itu.
"Makasih kak, tapi itu baut kakak aku udah kenyang kok kak. Oya nanti belok ya depan rumah nomor 6 punya aku. Oya kak makasih ya atas hari ini. Dan satu lagi mungkin ini juga terakhir kali kakak akan bisa antar aku pulang kak. Sebenarnya Naura ingin mengutarakan apa setatus nya saat ini tapi ia tak bisa rasanya suara itu tertahan di tenggorokan yang tak bisa keluar lagi.
"Iya Naura kakak bahagia kok walaupun hanya hari ini. Yang penting aku akan tetap bisa kenal kamu aja udah Naura. Oya salam buat keluarga ya, pamit Danu yang langsung menjalankan mobilnya itu setelah menurunkan Naura tadi. Rasanya takdir ini tak adil tapi ia akan tetap berusaha untuk mendapatkan hati Naura. Batu karang aja kena tetesa air saja bisa terkikis apalagi hati orang yang akan mendapatkan perhatian terus menerus akan luluh pastinya.
****
__ADS_1
Makasih kakak...atas kesetiaannya. Ditunggu dukungannya ya. Tap love sebanyak-banyaknya dan komen di bawah ya kak. Semakin banyak komen semakin membantu Fiki untuk cepat sadar kakππππ€ππ€