
Mungkin karena sudah sedikit melupakan masalah yang terdahulu akhirnya Naura sudah berani menatap wajah Fiki yang sudah sedikit berubah itu. Dulu Fiki terlihat berisi tubuhnya tapi sekarang ia terlihat kurus dan tak terawat mungkin karena ia juga di diam kan keluarga yang lain jadi gak ada yang memperhatikan dari pola makan dan istirahatnya. Sosok yang sebenarnya Naura kangeni dari perhatiannya, pelukannya dan raga yang selalu bisa buat Naura nyaman. Hingga detik ini sebenarnya Naura juga tak bisa menghilangkan rasa cintanya dari Fiki. Walaupun ia juga tak bisa melupakan kejadian malam itu, tapi nasi sudah menjadi bubur. Malam yang pilu itu juga sudah menjadikan Oca dan Oci menjadi tumbuh menjadi anak yang pintar dan sayang keluarga. Nyatanya Oca dan Oci juga langsung bisa berinteraksi dengan keluarga Naura yang mana sangat belum pernah ia temui.
Siang ini setelah Naura dan kedua anaknya siap mereka langsung ikut dengan keluarga yang lain yang mana mereka ingin melihat tempat-tempat yang akan digunakan untuk mereka melangsungkan pernikahan yang akan tiba waktunya. Karena semua berkas-berkas yang dibutuhkan Naura juga sedang di urus oleh om Abi adik ibu Naura yang tak ikut ke Kalimantan itu. Rencananya jika sudah siap berkas-berkasnya ia juga akan langsung ikut terbang ke Kalimantan untuk menjadi saksi pernikahan ponakan kecilnya itu. Bahagia karena setelah sekitar 5 tahun Naura hilang akhirnya mereka bisa berkumpul lagi. Apalagi ia juga ingin sekali bertemu dengan Oca dan Oci yang hanya ia bisa lihat dari foto yang kakek Huda yang kirimkan itu.
Sedangkan sepeninggal keluarga besar itu siapa sangka jika ada satu mobil yang memang sudah mengintai dari pagi di depan rumah dokter Vineta untuk mengetahui apa yang terjadi di rumah itu. Dan betapa murkanya Harun saat ini yang sedang melihat ponselnya ada foto yang sudah dikirimkan oleh anak buahnya itu. Sambil mengumpat ia tak mau jika semuanya yang ia usahakan untuk Naura sia-sia. Villa yang sudah ia bangun oleh bantuan Anand Fiki juga sudah usai dan tinggal ia anak melamar Tika. Tapi setelah ia melihat foto-foto itu ia hanya bisa memecahkan kaca yang ada disampingnya itu. Anand yang ternyata bisa seakrab dengan keluarga dokter Vineta pun juga lebih dulu maju satu langkah darinya.
"Aku janji jika Anand ingin menikahi Tika ia tak akan bisa hidup tenang lagi. Aku pastikan jika ia akan menagis dan memohon ampun jika itu terjadi. Karena setelah informasi yang aku dapat hari ini mereka semua akan mencari tempat untuk melangsungkan pernikahan. Tentunya aku tak akan melepaskan Tika untukmu Anand, ucapan yang ia lontarkan di dalam kamar besarnya itu. Setelah kekacauan yang ia buat ia langsung mandi dan bersiap untuk pergi kerumah sakit. Ia tak ingin ambil pusing karena tugas untuk membuat Anand jera sudah ia tugaskan pada orang yang sedang diluar sana.
Setibanya di gedung yang sudah ia lihat-lihat itu Fiki yang sedari tadi mendorong kursi roda Naura pergi ke taman yang sengaja menjauh dari keluarga yang lainnya. Ia ingin menanyakan sesuatu yang ia belum ketahui sampai beberapa hari ini ia jumpa dengan Naura.
__ADS_1
"Sayang kakak ingin tanyakan sesuatu yang masih mengganjal di hati kakak Naura. Akankah kamu masih mencintai kakak?
Akankah kamu masih menyayangi kakak?
Akankah kamu mau menikah dengan kakak?
Akankah kamu tak menyesal jika kakak disini?
"Kak, Naura tak ingin pisah dari kakak sebenarnya. Sampai saat ini rasa ini juga masih utuh untukmu kak, andai kakak tau betapa beratnya aku meninggalkan rumah waktu itu. Aku melakukan itu agar semuanya tak mengetahui bahwa aku hamil dan itu adalah anak darimu kak. Tapi aku bodoh karena ternyata semuanya sudah tahu itu semuanya. Aku tak ingin pisah darimu lagi kak, jawab dari Naura yang sambil menitihkan air mata ia masih sempat menceritakan tentang perjalanan hidupnya waktu itu. Dari ia pertama ditolong oleh dokter Vineta dan waktu ia juga hamil dimasa masih muda dulu. Seperti bernostalgia Fiki yang mendengarkan pun juga sambil memeluk dan mencium kening adiknya itu. Betapa beratnya hidup Naura yang ternyata ia juga tak bisa ada disampingnya juga. "Dan aku juga ingin kakak akan jadi imam aku untuk selamanya kak. Biarkan kita bahagia setelah kita sah nanti bersama anak-anak kita.
__ADS_1
Setelah Fiki mendengar jawaban dari Naura tadi akhirnya ia langsung mengambil sekotak merah kecil dan memakaikannya dijari manis Naura. Sebuah cincin bermatakan merah marun yang begitu cantik. "Indah ternyata ditangan ini sayang. Andai waktu tak secepat ini mungkin aku masih bisa melihat anak-anak kita tumbuh dulu. Kita habis nikah langsung buat Adek buat Oca dan Oci ya. Biar aku bisa melihat ia tumbuh kembangnya. Karena ucapan Fiki barusan Naura langsung memukul pundak Fiki dan melihat kakaknya yang seenaknya saja berkata seperti itu.
"Auw,, kok dipukul sih.
"Siapa suruh hanya pingin nambah anak aja aku yang lahirin aja masih trauma sampai saat ini kak. Aku masih takut punya satu lagi kakak malah pingin nambah terus ya.
"Tapi sayang kakak waktu kamu mengandung dulu selama 7 bulan lebih aku juga ikut tersiksa sayang. Aku gak kuat makan makanan yang terlalu mencolok sekali rasa bawangnya. Dan aku juga mual setiap hari sayang sangat menyiksaku waktu itu. Pastinya aku akan merasakan apa yang terjadi pada mu mungkin kita emang sudah ditakdirkan untuk selalu bersama itu jadi aku masih bisa merasakan apa yang kamu rasakan.
"Ah bisa aja kak, Ya udah kita ikut yang lain aja kasian Oca dan Oci malah yang jaga kakek dan nenek pastinya. Kan sekarang gantian ayahnya dong yang jagain. Naura mengucapkan kata itu sambil didorong untuk menuju ke anggota keluarga yang lain.
__ADS_1
"Kan mereka juga sudah akrab dengan aku sayang, mereka sayang sekali kok sama aku. Nyatanya aku diberi waktu untuk dekat dengan Ibuknya yang sudah menjadi canduku ini. Aku tak sabar sayang untuk segera menikah denganmu. Aku ingin selalu ada didekat kamu terus.
Setiap ucapan yang dilontarkan oleh Anand tak luput sudah didengarkan oleh orang suruhan Harun yang mendengarkan jika ternyata Anand sudah memiliki hubungan sejak lama dengan Tika itu. Hubungan yang ternyata akan ke jenjang pernikahan yang sesungguhnya. Tapi alangkah baiknya ternyata orang suruhan Harun tadi tak mendengarnya jika Oca dan Oci adalah anak Anand dan Tika.