CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Sampai kapan lagi aku harus menunggu


__ADS_3

Setelah pemindahan Fiki dirumah sakit saat itu semuanya langsung ditangani dengan dokter handal yang di miliki oleh rumah sakit tersebut. Kakek Huda dan dokter Vineta juga sudah mengalami peningkatan yang signifikan untuk sembuh mungkin tinggal beberapa hari sudah dinyatakan sembuh dan boleh keluar dalam ruangan perawatan. Satu bulan lebih akhirnya mereka semua ada di rumah sakit dengan bergantian menjaga Fiki. Karena mereka juga harus menjaga Oca dan Oci jadi setiap akan menjenguk harus berganti agar ada yang menjaga dirumah, dokter Vineta selain para pelayannya.


Karena usia mereka juga belum dewasa jadi dilarang sekali untuk keluar masuk di rumah sakit takut malah akan terkena virus. Berbeda dengan nenek Dina dan kakek Budi yang tak mau sekedar meninggalkan ruangan Fiki sekalipun. Tak ingin melewatkan waktu dimana mereka bisa melihat bagaimana Fiki sadar dan akan mengenali kedua orang tua yang sangat menyayangi Fiki itu. Rasa yang tak pernah pudar walaupun waktu itu Fiki sempat dimarahin keluarga waktu dia memper...kosa Naura hingga ia melarikan diri. Hanya nenek Dina yang selalu ada di dekatnya.


Tepat siang ini Naura yang akan menjenguk Fiki dan menceritakan tentang keseharian anak-anaknya tanpa sengaja ia bertemu dengan Nenek Dina yang juga akan pergi ke kantin untuk membelikan kopi untuk suaminya itu.


"Nenek, Mau kemana nek?


Biar Naura temenin ya nek, Sapa Naura yang berpapasan di koridor rumah sakit itu.


"Gak usah sayang kamu langsung ke kamar kakak kamu aja biar kakek Budi mandi, Udah siang kami juga sangat gerah sekali. Mungkin karena cuacanya sangat panas juga nak. Karena hanya membeli kopi makanya Nenek gak mau sekedar di temenin.


"Iya Nek, maaf ya Naura kesiangan tadi yang kesini soalnya Naura juga agak ngak enak badan. Biasanya jam segini Naura juga udah antar makan siang buat kakek sama Nenek ya. Jawaban Naura yang memang ia merasa tak enak badan biasanya ia rutin mengantarkan makanan untuk Kakek dan neneknya itu tapi karena malas untuk berangkat jadi ia hanya bermanja-manja di kamarnya aja dari tadi pagi. Apalagi Oca dan Oci sudah dijaga oleh kedua neneknya yang lainnya jadi tak akan menganggu Naura untuk istirahat.


"Pantesan kamu kelihatan pucat sekali nak. Tadi kalau gak enak badan gak usah kesini gak apa-apa sayang kan ada yang lainnya, jelas Nenek yang mengusap kepala Naura dengan lembutnya.

__ADS_1


"Enggak nek, Naura masih kuat kok. Sambil memperlihatkan senyum yang ia paksakan agar Nenek Dina tak berfikiran macam-macam. Padahal ia sendiri juga sudah sangat pusing dan lelah.


"Bruk...


Belum usai ia menjawab pertanyaan neneknya Naura sudah pingsang duluan. Dengan kagetnya Nenek Dina yang ada didepan Naura pun langsung memanggil suster agar dibantu untuk memindahkan Naura.


"Sus, tolong sus cucu saya pingsan sus. Dengan bantuan suster akhirnya Naura di pindahkan di kamar rawat yang bersebelahan dengan ruangan Fiki. Langsung saja Nenek Dina langsung memanggil suaminya agar memberikan informasi pada keluarga yang lainnya. Karena mereka cemas dengan keadaan Naura sampai-sampai mereka belum makan siang ataupun mandi.


"Halo pak bagaimana pak?


Apakah Fiki sudah sadarkan diri pak?


"Belum nak, Fiki belum sadarkan diri. Bisa kesini nak, Naura pingsan dirumah sakit ini sedang dirawat nak, jelas pak Budi yang terlihat panik. Bukanya panik karena gak ada keluarga yang lainnya tapi panik karena saat ini dokter juga belum usai memeriksanya.


"Apa pak, Sentak pak Catur yang kaget bukan main. Baru saja Naura sembuh kenapa ia harus seperti ini lagi. Apakah selama ini ia juga seperti ini, pikirnya karena tak tahu selama Naura melarikan diri ini. Yang ia tahu dulu Naura tipe anak yang kuat dan pantang menyerah tapi kenapa sekarang malah banyak penyakit yang ia derita. Sambil melamun sampai ia tak sadarkan diri jika telfon pak Budi sudah di matikan oleh empunya.

__ADS_1


"Pak, pak, "tepuk ibuk Dini yang melihat suaminya bengong tak bergerak sama sekali setelah mendapatkan telfonnya itu. Karena di ruang tamu itu hanya ada mereka berdua maka ibuk Dini juga yang bisa menyadarkannya. Karena yang lainnya berpencar dengan kegiatannya masing-masing. Mama Fina dan Papa Huda ada di kamarnya sedangkan Oca dan Oci ada di kamar Opa Aan dan Oma Vineta, sedangkan Kakek Rudi dan kakek Cipto serta pasangannya sendiri-sendiri sedang minum teh di taman belakang karena rumah itu besar jadi ya gitu aktivitas masing-masing gini.


Pak Aan yang saat ini sedang ingin turun ke bawah tanpa sengaja melihat ibuk Dini dan pak Catur yang sedang berbicara serius. Karena rasa ingin tahunya akhirnya pak Aan langsung mendekati pak Catur dan menanyakan apa yang terjadi.


"Pak ada apa pak?


Kok serius banget siapa tahu aku bisa bantu pak, "tanya pak Aan yang langsung menanyakan hal itu pad pak Catur tadi.


"Pak Aan, Naura saat ini sedang pingsan dan dirawat pak, kami harus kesana pak tapi saya binggung mau menyampaikan hal itu pada semuanya bagaimana. Takut akan membuat kaget semuanya, jelas pak Catur meminta persetujuan pada pak Aan tadi.


"Ok saya bantu untuk mengutarakan pada istri dan Papa, Mama agar pak Catur memberitahukan pada pak Rudi dan pak Catur saja. Kita bagi tugas agar kita akan cepat berangkat pak. Takut ntar kita akan kelamaan dirumah pak. Ujar pak Aan yang langsung naik ke atas lagi dan meninggalkan pak Catur yang langsung ke arah belakang untuk memberitahu pada semaunya.


Setelah semuanya tahu dan panik pak Catur langsung berangkat ke rumah sakit dengan mengunakan mobil yang beda dengan pak Aan. Agar pak Budi dan ibuk Dina terlalu lama menunggu maka mereka harus cepat sampai tak boleh menunda- nunda. Apalagi kondisi Naura yang saat ini masih jadi pertanyaan bagi semaunya. Pasalnya waktu Naura pergi semuanya tak melihat kondisi Naura yang sedang tak enakan badan itu.


Ok kita tunggu dirumah sakit ya apa yang akan dibicarakan dokter mengenai kondisi Naura. Masih pada penasaran ya apa yang akan dijelaskan dokter besok,,,kita tunggu episode berikutnya ya kakak,, semoga besok tambah seru lagi...Love u kakak...💕💞

__ADS_1


******


Semoga cerita ini sedikit bisa membuat kakak penasaran ya..Ayo kak ajak teman kakak baca novel ini walaupun kadang saya tak percaya diri tapi saya hanya ingin membuat cerita yang dalam imajinasi saya saja kak. Semakin banyak share mungkin akan banyak yang akan baca juga kak...😍😍


__ADS_2