
Binggung dan bimbingan saat ini yang di rasakan oleh dokter Vineta setelah melihat foto almarhum Aulia dari ponsel pak Huda yang masih menyimpannya begitu banyak itu. Percaya ini adalah murni karena kuasa Allah. Betapa ia binggun harus berbuat apa, karena jika itu sudah kehendaknya maka seorang manusia juga tak tau apa-apa. Begitupun pak Aan yang juga terpukul atas apa yang menimpa istrinya itu. Benar saja selama ia hidup dengan istrinya itu mendiang keluarga dokter Vineta juga tak pernah membahas tentang saudara dari istrinya itu. Karena ia hanya anak tunggal di keluarga mereka jadi pak Aan kekeh jika itu semua adalah kebetulan saja. Tak ada ikatan darah yang menyangkut istrinya dan almarhum ibuk dari Naura.
Dan karena kondisi ruangan itu menjadi canggung dan binggun akhirnya Naura berbicara agar tercipta kebersamaan yang hangat lagi seperti pertama bertemu tadi.
"Buk, mungkin ini yang dinamakan takdir hidup, aku dipertemukan oleh orang yang sangat mirip dengan mendiang ibuk yang belum pernah aku lihat dan temui. Walaupun ibuk bukan yang melahirkan aku tapi aku tetap menganggap ibuk adalah ibuk aku yang sudah memberikan kehidupan buat aku buk orang yang berjasa setelah ibuk Dini yang mengajarkan arti kehidupan. Dan semoga setelah keadaan saya membaik saya ingin keluarga ini tetap akan seperti ini. Bahagia dan pastinya dilimpahkan atas rezekinya.
"Terima kasih sayang ibuk bangga padamu, dan ibuk minta setelah ini kamu pikirkan untuk kebahagiaan untuk Oca dan Oci ya. Mungkin kamu bisa mencukupi kebutuhannya tapi ia juga butuh sosok seorang Ayah sayang. Coba untuk membuka kembali hatimu untuk ayah dari anakmu itu, sebuah perkataan yang membuat Naura beralih pada sosok Fiki yang masih setia dibelakang tubuh Naura itu. Sambil mengusap kepala Naura Fiki tak ingin menjauh sedikitpun dari orang yang selama ini Cintai. Setelah eyang menceritakan tentang hubungan ia dengan Naura buka saudara kandung ia mantap ingin menceritakan hal itu pada kedua orangtuanya tapi keburu ia sudah membuat hati Naura terluka dan mendapatkan masalah yang begitu besar. Semua keluarga yang ada di tempat itu masih menunggu keputusan dari Naura tentang apa yang ia akan berikan pada Fiki nantinya.
__ADS_1
Sekian detik Naura termenung menginggat begitu kejinya Fiki malam itu melakukan hal yang tidak ia ingin. Setelah bayangan itu ia juga teringat masa dimana ia hamil tanpa seorang suami serta waktu kelahiran kedua bayinya yang hanya dokter Vineta dan pak Aan yang ada disampingnya. Tak adil pikirnya dimana waktu anaknya sudah tumbuh besar sekarang Fiki meminta ia untuk menikah dengannya. Tapi ia juga salah karena telah pergi tanpa ada kabar sama sekali yang membuat Fiki menjauh seperti itu.
Sambil memegang tangan Naura, Fiki yang merasa Naura sedang binggun pun langsung mengecup punggung tangan adiknya itu.
"Biarkan hari yang telah berlalu menjadi kenangan indah. Yang butuh kita tahu saat ini kita harus bersatu demi anak kita sayang, Oca dan Oci yang membutuhkan kita untuk hidup bersama. Aku janji akan tetap mengutamakan kalian daripada hidupku sendiri sayang. Beri aku kesempatan lagi untuk bisa hidup membahagiakan mu, ucapan Fiki yang memiliki begitu banyak arti, arti ingin meyakinkan ke pada Naura untuk kembali menjadi sosok yang bisa menjaganya lagi.
Setelah Fiki mendapatkan jawaban dari Naura tadi ia langsung memeluk tubuh mungil Naura dan bersumpah jika ia tak akan pernah membuat Naura dan kedua anaknya menangis dan bersedih. Kebahagiaan yang terbalaskan karena selama ini penantian Fiki akan sosok Naura itu akhirnya membuahkan hasil yang bagus. Bisa menikah dengan orang yang kita cintai adalah sebuah impian setiap manusia. Tinggal kita yang menjalani akan terlihat bahagia jika kita mau menerima apapun dari pasangan kita sendiri.
__ADS_1
Senyum terindah didapatkan dari hasil keputusan Naura tadi. Setelah Naura menjawab permintaan Fiki untuk mengajaknya nikah akhirnya sampai di titik itu. Karena selama beberapa hari Fiki tak pernah kerumah sakit ternyata ia sibuk mencari tau tentang data-data Naura karena ia sudah gak percaya jika ia sebenarnya anak kandung dari dokter Vineta. Tadinya jika ia tak mendapatkan kejujuran dari Naura ia akan tetap mengungkapkan jati diri Naura dengan bukti-bukti yang sudah ia dapatkan selama beberapa hari ini.
Tepat malam ini akhirnya semuanya kembali kerumah yang disediakan untuk sekedar istirahat. Ya walaupun Naura sudah mau menikah tapi belum yakin tanggal karena perundingan malam ini belum selesai. Masih banyak yang harus disiapkan oleh keluarga apalagi jika pernikahan akan diselenggarakan di Kalimantan maka semua kebutuhannya pasti sangat banyak. Tapi ya tinggal Naura sendiri juga maunya seperti apa keluarga besarnya gak akan memgengkang apapun karena takut tidak seperti yang di inginkan Naura. Kebahagiaan Naura saat ini yang terpenting apalagi selama lima tahun ini keluarga sibuk mencari tapi tak ditemukan.
Tepat malam yang indah karena Fiki akhirnya mendapatkan apa yang ia inginkan. Dalam tidur malam ini ia berdoa semoga proses untuk menuju halal diperlancar dan dipermudah amin. Dan karena Oca yang sejak tadi ingin ikut ayahnya akhirnya ia ikut tidur di tempat mereka menginap. Mungkin agar lebih akrab juga sama sosok ayahnya yang sebenarnya Fiki juga masih sedikit canggung sama anak itu.
Jika Fiki saat ini sedang bahagia beda dengan Harun yang ternyata sangat benci dengan kehadiran Fiki didekat keluarga Tika tadi pas waktu di rumah sakit itu. Ia ingin mengetahui apa yang membuat Fiki bisa seakrab dengan keluarga dokter Vineta itu. Padahal ia yang sudah dari dulu kenal aja gak pernah bisa seakrab begitu. Apalagi jika mau akrab banget dengan Oca atau Oci juga selalu dibatasi juga.
__ADS_1
"Aahh,, kenapa aku kalah sih sama Anand, teriak Harun yang ada di kamarnya itu. Sempat terbesit untuk mencelakai Anand yang saat ini ia pikirkan. Pikiran yang tak mau jika apa yang harus ia miliki akan diambil orang lain. Karena ia tak ingin jika Anand berhasil maka saat ini ia sedang menghubungi seseorang untuk mengawasi apa saja yang dilakukan Anand.