CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kekhawatiran bibik pada Naura


__ADS_3

Ketakutan bibik yang tak kalah dari kehilangan keluarganya. Ia selalu menanyakan apakah yang dibicarakan Naura itu harus ia penuhi mungkin karena efek ngidam makanya ia meminta mawar putih untuk ia cium. Dengan tergesa-gesa akhirnya bibik meminta tolong pada tukang kebun yang sedang membersihkan taman itu.


Mungkin sekitar 20 menit akhirnya mawar yang diminta bibik pun akhirnya datang. Dengan penuh hati-hati akhirnya "mamang" memberikannya pada bibik untuk diantar ke kamar Naura langsung agar bisa segera di gunakan untuk memenuhi apa yang ia inginkan.


"Non bibik bawa sesuatu non, bibik yang langsung memberikan mawar putih itu pada Naura sangat bahagia karena melihat Naura yang antusias untuk langsung menciumnya. Mungkin jika dilihat langsung pasti mereka langsung beranggapan jika Naura sedang kerasukan. Ya namanya juga orang yang ngidam jadi ya gak tentu kaya lainnya. Karena kesungguhan bibik yang merawat Naura itu adalah sebuah keharusan maka ia yang dimintai Naura yang aneh-aneh jika masih bisa menuruti maka akan ia lakukan. Sungguh Naura tak merasa sendirian tapi walaupun ia masih bersama bibik ia tetap akan memikirkan kasih sayang yang ia rindukan dari keluarganya. Apalagi kasih sayang kakak sekaligus Papa dari bayi yang ia kandung saat ini. Ia merasa jika hari ini ia ingin sekali dimanjakan olehnya. Walaupun itu sangat ia inginkan saat ini tapi ia juga tak bisa mengungkapkan itu semua di depan bibik takut malah menyuruh Naura pulang kerumahnya nanti.


Sore yang ditunggu pun tiba semua keluarga Naura yang pergi mencari titik terang keberadaan Naura pun sudah satu persatu pulang kerumah Fiki itu dengan kecewa karena tak ada hasil dimana mereka menemukan keberadaan Naura. Sedangkan Fiki yang tadi pagi hanya dirumah ternyata ia juga ikut pergi mencari dimana tempat ia dan Naura sering datangi dalam harapan bisa mendapatkan Naura. Tapi kenyataannya yang sangat tak ada hasilnya ia yang saat ini sudah pukul 7 malam pun tak menemukan kabar sama sekali sambil meremas rambutnya ia terus menuju ke parkiran motor.


"Memegang ini semua salahku, aku telah melukai perasaan Naura yang tak tau kapan itu ia bisa memaafkannya, aku hanya ingin Naura melihat pengorbanan yang aku lakukan untuk saat ini untuk menebus kesalahan ku, kata Fiki sambil duduk dipinggir jalan dimana ia memarkirkan motornya. Sampai ia sendiri tak menghiraukan dirinya sendiri yang belum memakai sesuap nasi sama sekali. Sedangkan untuk harapan yang ia tuju adalah kabar dari keluarga yang lain. Dengan harapan yang sangat besar akhirnya ia menghidupkan motor dan menerobos jalan untuk kembali pulang. Tak henti-hentinya ia selalu berdoa semoga dari salah satu keluarga ada yang bisa menemukan Naura. Jika Naura berhasil ditemukan ia berjanji akan meminta maaf atas apa yang ia lakukan sampai Naura benar-benar mau menerima maaf darinya. Mungkin jika Naura meminta ia yang harus pergi dari keluarga besarnya pun ia akan mau asal Naura tetap dirumah dan mendapatkan perhatian dari keluarga apalagi Naura dalam keadaan sedang hamil. Mungkin untuk orang lain melihat orang yang ia sayangi hamil anaknya itu adalah kebahagiaan, tapi untuk Fiki saat ini ia merasa bersalah besar karena setelah mengetahui bahwa Naura hamil disitu pula kenyataan jika Naura pergi meninggalkan dirinya dan keluarganya. Besar luka yang ia lakukan pada Naura sampai sebelum Naura pergi pun ia juga belum bisa melihat apalagi bertemu dengannya setelah kejadian malam itu.

__ADS_1


Sampai dirumah besarnya akhirnya ia langsung masuk dan menemui keluarga yang lain. Dengan rasa penasaran akhirnya ia langsung duduk di dekat keluarga yang lain dan menanyakan hasil apa yang mereka semua dapatkan.


"Kek, Nek gimana apakah Naura bisa ditemukan? 'Fiki yang menayangkan itupun ia sangat merasakan sakit. Ya mungkin karena sedikit kebencian yang Kakek Huda dan Nenek Fina yang terlihat jelas dimatanya. Dengan sorotan yang tajam akhirnya beliau berdua tetap diam tak menjawab pertanyaan Fiki tadi. Pokoknya yang bisa menerima kesalahan Fiki hanya Nenek Dina yang langsung mendekati cucunya itu dan memeluknya.


"Kami disini belum bisa menemukan kabar dari Naura sayang. Kami terus akan mencari dimana keberadaannya dan akan berusaha sekuat apapun, kata nenek Dina yang mendekati Fiki yang masih tak bergerak dari tempat semulanya.


"Non, bibik bawa makanan bibik bantu buat makan dan langsung minum obat ya, ucap bibik yang meletakkan makanan yang beliau bawa tadi ke meja dekat Naura masih enggan melepaskan bunga yang sejak pagi ia ciumi itu.


"Makasih bik tapi Naura gak begitu napsu makan bik, bibik bisa tinggalkan makanannya disitu dulu biar Naura makan nanti bik, kata Naura yang membuat bibik duduk dan menatap tubuh mungil Naura yang terlihat pucat Pasih itu.

__ADS_1


"Kasihan janin yang ada di perut non, walaupun kita tak bisa menerima dia tapi jangan biarkan ke egoisan kita yang melukainya non, kata yang langsung membuat Naura melihat bibik yang terlihat nampak bersedih.


"Maafkan Naura bik, tapi Naura gak kuat untuk sedikit saja makan sesuap nasi bik, kalau baru mau masuk ke mulut langsung dimuntahkan bik, terus bibik juga salah kalau menganggap aku nggak menginginkan dia karena aku sangat menyayangi dia bik walaupun sakit juga mengingatnya. Apa kita beli susu aja ya bik biar dia tetap dapat nutrisi usap perutnya yang masih rata.


Setelah Naura tadi mengutarakan apa yang ingin ia lakukan bibik yang tadinya hanya di samping Naura langsung ingin mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang pasti menghubungi ibuk Vineta untuk mengungkapkan apa yang ingin Naura lakukan karena apapun yang menyangkut kondisi Naura beliau pasti memberitahukan pada majikannya. Tapi Naura yang melihat itupun juga langsung melarang bibik untuk tidak menghubungi ibuk Vineta.


"Bibi mau apa?


Gak usah telfon ibuk bik, biarkan nanti jika Naura ingin beli susu pakai uang Naura aja, ibuk nanti kepikiran Naura terus lho bik nanti, sanggahan penuh harap. Sedangkan bibik sendiri yang melihat Naura memohon pun juga akhirnya tak tega dan mengurungkan niatnya untuk menghubungi majikannya.

__ADS_1


__ADS_2