
Yang terpenting baginya ia harus nampak seperti biasanya dan tak membuat yang lain akan curiga jika ia sedang berbadan dua sampai ia bisa menemukan jalan keluar yang tepat baginya. Pas sore ia keluar dari kamar dan hendak makan karena sedari pagi ia tak makan apapun baru saja ia ingin memegang gagang pintu kamarnya tapi ia malah merasa sedikit pusing akhirnya ia kembali ke ranjang dan kembali untuk istirahat, mungkin efek dari janin yang ada dikandungnya yang merasa lapar. Jika ia tak makan ia juga tak bisa mendapatkan energi untuk berfikir untuk hari ibu esoknya lagi. Setelah meminum suplemen vitamin yang emang ia punya akhirnya Naura kembali turun kebawah untuk makan apalagi ini sudah begitu telat jika dibilang makan malam. Pas sampai didapur ia yang langsung mengambil piring untuk mengambil makanannya tak sengaja ia bertemu bik Ina yang sedang mencuci buah untuk hidangan di meja makan.
__ADS_1
"Non, kok non pucat banget non, apa non sakit?
__ADS_1
Bik Ina yang melihat Naura tak seperti biasanya pun akhirnya sangat kuatir terjadi apa-apa pada Naura apalagi ibuk dan Bapak juga belum pulang.
__ADS_1
"Kok gak makan disini non, bik Ina yang melihat Naura akan naik ke arah tangga pun langsung melontarkan pertanyaannya.
__ADS_1
"Naura masih ada yang belum dikerjakan bik, udah ya bik Naura naik dulu, pamitnya yang langsung naik. Pas sampai kamar ia langsung mengunci pintu dan makan sambil termenung karena apa yang ia makan walaupun terlihat menambah nafsu makannya tapi tak begitu ingin memakannya. "Udahlah aku harus makan kalau aku gak makan dan tambah sakit nanti malah aku dibawa ke rumah sakit nanti malah tahu apa yang terjadi pada aku lagi, ucapnya pelan dan mengambil sesuap demi sesuap untuk ia makan. Pas makanan yang ia bawa habis ia langsung menulis sesuatu di buku hariannya ntah itu curahan hati atau apa aku juga tak tau yang tahu hanya Naura dan Author saja. Bukanya ia bisa terpejam malam ini semakin malam ia yang melihat jam yang ada di dindingnya itu pun hanya memikirkan apa yang akan terjadi esok hari bukan memikirkan masuk kampus tapi memikirkan jika semuanya tahu jika ia hamil. Karena ibuk dan Bapaknya yang tiba dari luar kota dan langsung istirahat pun akhirnya Naura langsung menata baju-baju yang ia bisa bawa pergi untuk melarikan diri. Ia tak ingin semuanya mengetahui apa yang terjadi padanya dan tak ingin membuat semuanya sudah karenanya. Pas ia melihat fas foto yang ada di meja belajarnya akhirnya ia mengambilnya dan memasukkan di dalam koper mungkin suatu saat Naura akan membutuhkan itu jika ia merindukan semuanya. Ia tak akan melupakan betapa ia disayangi di keluarga ini, dan tak akan pernah melupakan semaunya tapi ijinkan Naura untuk menghilangkan apa yang tak seharusnya keluarganya ketahui. Dalam tangisnya ia memasukkan apa yang akan ia bawa dan tepat pukul 02.00 malam hari akhirnya ia langsung meninggalkan rumah itu dengan keteguhan hati dan keyakinan atas apa yang sudah ia lakukan adalah yang terbaik.
__ADS_1