
Sambil menutup pintu ia memperhatikan kado kecil yang ternyata sudah direncanakan oleh Fiki untuknya diberikan jika ia sudah di kereta. Pas Naura membukanya betapa terkejutnya ternyata gelang yang sudah Naura inginkan dari dulu. Kado yang indah sambil tersenyum ia melihat gelang itu dan mencobanya. "Kakak yang pengertian gumamnya sambil melihat kembali gelang yang sudah disematkan pada tangan putihnya itu.
Ingin rasanya ia mengucapkan terima kasih pada kakaknya tapi egoisnya tentang kemarahan masih begitu melekat untuk waktu ini. Rasanya ingin menghubungi duluan bagi Naura saat ini sangat lah berat. Kenapa kakak belikan aku kado kaya gini padahal jelas-jelas ini uang jajan kakak untuk satu tahun. Kak sangat perhatian sama aku makasih ya kak Naura akan jaga ini barang untuk Naura sampai kapanpun, ucapnya sambil tiduran di ranjangnya. Malam ini bagaikan dongeng sebelum tidur ia mendapat kado dari kakaknya sampai ia bisa tertidur pulas sekali. Berbeda dengan Naura yang saat ini sudah tertidur Fiki yang baru sampai rumah eyang pun langsung mandi dan makan malam padahal udah pukul 11 malam tapi kalau gak mandi pasti ia juga gak bisa tidur. Setelah makan ditemani eyang ia akhirnya memutuskan untuk istirahat dan masuk kekamar untuk urusan menata baju biar di urus mbok Ijem yang membantu pekerjaan rumah eyang tapi gak nginep pulang sore datang subuh.
__ADS_1
"Naura makasih ya kamu udah buat hari kakak indah karena kakak terbayang waktu kita ciuman panjang itu. Walaupun itu semua dosa bagi kakak tapi aku akan kenangan dalam hati kakak untuk selamanya. Selamat tidur sayang mimpi indah dan semoga kamu suka kado dari kakak itu, ucap Fiki sebelum ia akhirnya tertidur.
Aktivitas pagi ini Fiki akan mendaftar ke sekolah yang sudah direkomendasikan oleh eyang dari semuanya kata eyang sih yang terbaik. Dari semua kebutuhan yang sudah ia ambil sudah Fiki bawa takutnya akan ditanyakan nantinya. Mengunakan motor bebek eyang akhirnya ia berangkat takut ia akan telat juga. Tak butuh lama akhirnya ia sampai dan mengumpulkan apa yang menjadi syarat dari pendaftaran.
__ADS_1
***
Hari demi hari tak terasa perpisahan Naura dan Fiki sudah menginjak satu Minggu lamanya. Ya satu Minggu ini selalu Fiki yang memulai telafon karena Naura tak akan menghubungi kakaknya setelah kejadian ia pergi tanpa dipamiti kemaren. Walaupun sebenarnya Naura juga sangat rindu tapi ia harus berusaha untuk bisa melewati ini biar kakaknya juga semakin jera tak mengulangi hal ini lagi. Mungkin setelah satu Minggu yang akan datang Naura dan Fiki akan sibuk dengan aktivitas sekolah ajaran barunya. Dari pelajaran baru, penyesuaian tempat dan semuanya bagi Fiki. Ibuk yang fokus pada Ciko si Adek Naura pun jarang terlihat bisa berbicara lama dengan Naura lagi jadi Naura sering bosen jika libur hanya dirumah dan untuk hari ini ia ingin pergi ke pasar dengan bik Ina, ya sebatas belanja aja gak akan lama pikirnya daripada suntuk dirumah aja.
__ADS_1