CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kedekatan keluarga


__ADS_3

Setelah adzan magrib berkumandang Naura yang habis menunaikan ibadah sholat Maghrib langsung mengetuk pintu kamar kakaknya yang masih tertutup rapat.


Kak, kak, panggil Naura sambil mengetuk pintu agar kakaknya membukanya. Hampir sepuluh menit tak kunjung dibuka dari dalam Naura langsung membuka dan masuk ke kamar Fiki. Naura tau kebiasaan kakaknya yang selalu tertidur jika waktu makan malam seperti ini. Melihat Fiki yang tertidur di ranjang pun akhirnya Naura membangunkan agar mereka bisa makan malam bersama bapak yang seharian sibuk bekerja itu.


"Kak, bangun kak udah waktunya makan malam lho kak, kata Naura sambil memegang tangan kakaknya agar ada sentuhan dan terbangun.


"Em, masih ngantuk Naura kakak nyusul aja ya, jawab Fiki yang masih tertutup matanya itu.


"Ya udah nanti gak aku ceritain tentang tadi aku di ruangan pas waktu melukai tadi lho, goda Naura agar kakaknya itu terbangun.


"Aku tau kok kamu tadi dilihat in cowok yang ada di sebelah kamu kan, sambung Fiki yang langsung duduk dan melihat adiknya itu. Fiki pikir Naura benar-benar akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi selama ini.

__ADS_1


"Iya kak, ya udah kakak berhubungan udah bangun kita langsung kebawah aja ya Naura lapar, ajak Naura sambil menarik tangan Fiki agar langsung ikut turun ke bawah.


"Katanya mau cerita kok gak diterusin sih, sanggah Fiki yang penasaran dengan cerita Naura tadi tapi sudah diajak berjalan menuju ke tangga untuk turun ke meja makan itu.


"Makan dulu aja kan kakak biar tenang dulu kalau perutnya kenyang, jawab Naura sambil tertawa melihat kakaknya yang ikut berjalan mengikuti dirinya karena tangannya masih Naura tarik.


"Naura,,, teriak Fiki karena merasa dia sudah dibohongi adiknya itu.


"Ini pak, Naura bohong sama Fiki, jawab Fiki yang terus kelihatan gak suka dibohongi adiknya itu.


"Nuara, kok kaya gitu sih sama kakak? , sambung ibuk Dini yang akan menyelesaikan masalah pada kedua anaknya itu.

__ADS_1


"Kakak sih buk, diajak makan tadi susuh jadi Naura bohongi, jawab Naura yang langsung menyodorkan piringnya didepan ibuk meminta nasi.


"Ya udah kalau cuma hal kaya gitu aja, ibuk pikir karena ada hal yang serius, jawab ibuk Dini yang sambil mengambilkan nasi untuk Naura.


Akhirnya mereka makan dan langsung menghabiskan makanan masing-masing walaupun tadinya Fiki sedikit marah tapi akhirnya dia juga udah baikan lagi sama Naura nyatanya mereka berbagi lauk. biasa mesti kalau lauk Naura masih Fiki selalu mengambilnya dan hanya menyisakan sedikit untuk adiknya itu. Sedangkan untuk Pak Catur maupun ibuk Dini tak mau melarang mereka karena itu sudah kebiasaan mereka dari kecil dulu. Karena hanya itu yang membuat keluarga mereka menjadi dekat dan harmonis seperti ini.


"Oya Fiki, kata ibuk kamu besok habis ujian mau kerumah eyang ya? ,tanya pak Catur pada anak laki-lakinya itu.


"Ya udah kalau Fiki sendiri berani karena bapak gak bisa antar nak, soalnya banyak barang yang akan Bapak kirim 2 bulan ini, kata pak Catur yang memberikan pilihan pada anaknya itu.


"Gak apa-apa pak Fiki bisa kok, Oya Naura titip ya pak soalnya dia gak ada temen berangkat sekolah natinya, kata Fiki sambil melihat ke arah Naura yang manyun itu.

__ADS_1


__ADS_2