
Bibik yang merasa iba pada gadis remaja itu akhirnya memeluk dan berharap ia akan sanggup menjaga Naura dan kehamilannya karena tanggung jawab yang besar itu ia akan terus ada disamping Naura tak mau melihat Naura kesakitan sama sekali.
"Sudah waktunya untuk istirahat non, mending kita istirahat besok bibik bangunkan pagi untuk sekedar melihat daerah sini, ajak bibik agar Naura bisa sedikit istirahat dan tak mengingat hal tadi karena setelah penjelasan tadi bibik melihat Naura menjadi sedikit murung. Akhirnya setelah mendapatkan angguk tanda setuju bibik mengantarkan Naura untuk istirahat agar bisa lebih rileks. Masa seperti ini paling bagus untuk memperbanyak istirahat dan makan yang sehat. Setelah meninggal Naura tadi dikamarnya.dan langsung menutup pintu akhirnya bibik langsung ke kamarnya dan mengirim pesan pada majikannya tadi karena ini yang di inginkan beliau sampai ia harus yang turun tangan sendiri. Bukan bonus yang ia cari tapi ia mencari apa yang harus ia lakukan saat ini melindungi atau mengantarkan Naura pulang.
__ADS_1
Dikamar Naura yang masih mengusap perut ratanya itu ia menceritakan tentang sosok keluarga yang ia sayangi pada calon bayinya berharap ia tak akan lupa tentang jati dirinya nanti.
"Sayang walaupun papa tak ada disini tapi cinta Mama tak akan padam padanya, kamu jangan membenci papa ya nak, kita harus bisa hidup dari keluarga kita dulu jangan biarkan papa mengalami kesulitan yang akan kita alami karena mama tak akan bisa melihat jika orang yang Mama sayang terluka, terutama kamu adalah satu-satunya keluarga Mama saat ini. Mama berterima kasih pada ibuk Vineta yang sudah mau merawat kita ini nak, katanya sambil tak henti-hentinya memutar tangannya di perut ratanya. Kebiasaan baru Naura yang akan ia lakukan setiap malam yaitu mengajak anaknya menceritakan sosok papanya yang akan tetap abadi dihati kecilnya itu. Ia berharap jika kak Fiki tetap akan mendapatkan kebahagiaan nanti.
__ADS_1
Hoek,, Hoek,, Hoek
Sampai terdengar di ruang bawah dimana yang lain masih merapatkan apa yang akan mereka lakukan untuk menemukan Naura. Mendengar itu semua akhirnya nenek Dina langsung naik ke kamar Fiki dan akan menanyakan hal itu langsung mungkin karena ia tak enak badan pikir beliau. Setelah masuk dan menemukan Fiki di kamar mandi yang sudah merasa lemas pun akhirnya nenek Dina memberikan minuman agar sedikit lebih lega tapi baru satu tegukan ia muntahkan lagi dan akhirnya nenek Dina mengajak Fiki keranjangnya untuk istirahat.
__ADS_1
"Sayang apakah ini sakit, tanya nenek Dina yang setelah membantu Fiki tidur tadi menanyakan hal itu. Namanya juga cucu kesayangan jadi tak akan ia biarkan jika Fiki akan kesulitan atau kesakitan. "Sepertinya saat ini yang dirasakan Naura sepertimu nak, karena di keluarga kita seperti itu jika wanita ngidam pasti laki-lakinya akan merasakan juga, jelas nenek Dina sambil memijit pelipis Fiki.