CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Masakan untuk Fiki


__ADS_3

Fiki fokus dengan soal yang ada didepannya saat ini, sedang untuk Naura ia bersama bibik pergi ke pasar untuk membeli udang karena pesanan kakaknya untuk membuatkan udang saus tiram tadi.


"Non, bibik beli ayam buat setok besok ya non ucap bibik Ina yang meninggalkan Naura di depan penjualan ikan, karena Naura sibuk memilih udang dia hanya menjawab bik Ina dengan anggukan saja tanpa melihat kemana bibik itu pergi. Karena terlalu lama memilih akhirnya Naura sudah mendapatkan 1 kg udang segar yang akan dia bawa pulang. Karena binggun bik Ina pergi ke arah mana ia hanya langsung menuju ke parkiran dimana ia tadi menunggu angkot. Walaupun ia terbiasa dengan kemewahan ia tak malu harus mengunakan angkot untuk pengantar perjalanannya.


"Non kok udah disini, ucap bibik Ina yang kecape'an mencari Naura didalam. Bibik kira non tadi nyasar nyari in bibik, sampai bibik muter-muter didalam nyari in non.

__ADS_1


"Maaf bik, Naura langsung keluar soalnya Naura binggun mau nyari bibik, Oya Naura lupa kan bibik bawa telfon kok aku gak kasih tau bibik ya tadi biar bibik gak sepanik ini. Karena terlalu fokus dengan apa yang dibawa Naura sampai lupa jika ia harus menghubungi bibik Ina dulu.


"Ya udah non mau ada yang dibeli lagi enggak non? ,Kalau gak ada kita langsung pulang aja kasihan ibuk dirumah sendiri, ajak bik Ina yang langsung membawa tas belanjaan yang ia bawa tadi untuk mencari angkot. Setelah mendapatkan angkot akhirnya mereka langsung pulang ke rumah. Karena Naura sudah berjanji pada kakaknya ia langsung sibuk didapur untuk membuatkan apa yang sudah dipesan oleh Fiki.


"Em, yang sibuk banget sampai lupa harus kerumah nenek Fina ni, ujar ibuk Yang tak tau kalau anaknya sudah memberikan alasan jika belum tentu bisa main ketempat neneknya itu. Waktu Naura menolak kemaren pas ibuk Dikamar mandi jadi tak tau itu semua.

__ADS_1


"Kok ibuk malah gak tau ya, kapan?


Atau kamu cuma bercanda ya biar bikin ibuk sedikit tentang aja, jawab ibuk yang duduk dibelakang anaknya karena perutnya semakin tegang.


"Gak kok buk Naura beneran udah ijin Nenek waktu ibuk ke kamar mandi kayaknya. Kan Naura bisa kapan pun kalau mau kesana jadi gak apa-apa kata nenek. Oya ibuk mau icipin masakan Naura? 'kayaknya udah pas kalau Naura. Sambil menghidangkan sepiring kecil didepan ibuknya Naura langsung menyiapkan makanan untuk kakaknya itu di meja karena pasti sebenar lagi kakaknya juga pulang.

__ADS_1


"Enak Naura, kamu jago ya masak kaya ginian ibuk aja kalah, sanjung ibuk yang melanjutkan makan udang yang tersaji itu. Sambil menghayati apa yang ia makan beliau sambil memikirkan sesuatu. "Lia anak kamu tumbuh menjadi gadis cantik, pintar, dan baik hati kaya kamu. Andai kamu yang membesarkannya mungkin kamu akan bahagia melebihi aku Lia. Aku berjanji akan tetap menyayangi dia seperti anak aku sendiri dan akan tetap menjaganya sampai kapanpun itu.


__ADS_2