CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Waktunya untuk pergi kerumah eyang karena ujian telah usai


__ADS_3

Hari ini tak terasa sudah hari terakhir Fiki ujian dimana hari yang paling ditunggu dari murid kelas 9 yang setelah selesai mereka bisa sedikit berlibur untuk menjernihkan pikiran. Tak beda dengan Fiki dia sudah ditelpon oleh eyang terus menanyakan kapan ia akan tiba ke sana. Jika ia sedang di telefon eyang selalu menjauh dari samping Naura karena takut Naura menangis lagi kalau mengetahuinya. Mungkin 1 hari lagi Fiki juga akan segara berangkat karena juga kasihan sama eyang yang sangat kangen dengannya itu.


"Wah kakak udah pulang, gimana ujian yang terakhir kak, tetap masih bisa lancarkan kak? 'tanya Naura yang melihat kakaknya pulang.

__ADS_1


"Em gimana ya ujian kakak sukses dek, tapi besok sore kakak udah harus berangkat ke rumah eyang, ujarnya hati-hati takut adiknya akan sedikit marah.


"Benar nak ucapan kamu tadi, kok mendadak sih gak bilang jauh-jauh hari sama ibuk. Kan ibuk bisa bilang ke bapak kata ibuk yang langsung fokus ke anaknya yang tadinya sedang melihat berita gosip di televisi. Sedangkan untuk Naura dia hanya diam karena kakaknya tidak bilang sebelumnya jika ia ingin berangkat besok. Tapi di depan ibuknya ia tidak akan memperlihatkan ekspresi apapun takut menganggu kesehatan ibuknya nanti.

__ADS_1


"Buk Naura ke kamar dulu ya, Kak aku pamit dulu ya ucap Naura yang meninggalkan Fiki dan ibuknya di ruang tamu berdua. Karena tak ingin terlihat sedih di depan ibuknya dan kakaknya ia memutuskan untuk masuk kekamar karena jika dikamar ia mau menangis pun tak ada yang mendengarkan.


"Gak apa-apa kamu berangkat aja salam buat eyang ya. Besok kalau ibuk udah lahiran ibuk juga akan sering kesana, karena baru 7 bulan jadi masih lama ibuk harus menahan nya untuk itu. Oya udah nanti malam ibuk bilangin bapak untuk antar kamu besok sore ke stasiun. Kamu mandi dulu sana bau sampai sini ni, kata ibuk yang sangat sensitif terhadap apa pun.

__ADS_1


Fiki yang naik ke atas pun langsung menuju ke kamar Naura yang ternyata tak dikunci. Dia tau jika adiknya saat ini sedang marah tentang keberangkatannya besok. Tapi harus bagaimana lagi dia juga harus menjaga perasaan eyang yang sangat kangen dengannya itu. "Naura maafkan kakak ya kamu pasti saat ini marah sekali dengan kakak. Gak mungkin kamu tidur kakak tau kamu pasti sedang menagis kan. Setelah masuk kekamar Naura tadi Fiki langsung menutup pintu dan masuk menghampiri Naura yang tidur tengkurap menyembunyikan wajahnya yang sedang menangis. Karena yang bisa mengetahui apapun yang Naura rasakan hanya dia jadi Fiki tak mau Naura menagis terlalu lama.


"Ya udah kalau Naura tidur Kakak masuk kamar dulu besok kalau Naura udah gak marah sama kakak baru kakak ajak ke manapun Naura inginkan. Ucapnya yang sebenarnya hanya untuk mengertak Naura untuk terbangun. Toh walaupun ia ingin pergi Fiki masih tetap di dekat ranjang Naura. Karena perkataan Fiki tadi Naura bangun dan semakin menagis melihat kakaknya masih di sampingnya itu. Merasa dibohongi untuk kedua kalinya Naura sampai memukul dada Fiki karena melampiaskan amarahnya.

__ADS_1


__ADS_2