
Tak terasa sudah Naura bersama Fiki sudah menginjak 2 tahun yang mana Fiki juga sudah ingin melanjutkan kuliahnya. Sedangkan untuk Naura ia sudah menginjak kelas 3 SMU yang mana harus menentukan apa yang harus ia ambil selanjutnya untuk mata kuliahnya. Di bulan ini dan dihari ini pula Naura yang biasanya berangkat sekolah dengan Fiki pun memutuskan tidak masuk sekolah terlebih dahulu karena kondisi eyang yang semakin memburuk. Dan untuk keluarga nenek Dina yang sudah diberitakan kabar ini baru akan berangkat ke rumah eyang bersama dengan ibuk Dini dan pak Catur yang sengaja bersamaan. Tak sabar ingin cepat bertemu dengan orangtuanya karena selama ditempat eyang jarang dikunjungi oleh ibuk serta Bapak sama-sama sibuk mengurus aktivitas yang lain. Apalagi jika ia dan kakaknya yang akan pulang juga sudah tidak mungkin karena kondisi eyang yang sudah tak bisa ditinggal sendirian. Tepat pukul 12 siang akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga dengan bantuan saudara laki-laki nenek Dina akhirnya mereka dijemput dan bisa tiba di rumah sakit dengan selamat. Tak tega melepaskan tanggung jawab mengurus eyang pada cucu-cucunya tapi nenek Dina dan kakek Budi juga sangat sibuk mengurus pekerjaan yang ada di sana. Jadi ya seperti ini disaat eyang sudah tak bisa berbuat apa-apa baru beliau juga bisa menjenguknya.
"Assalamualaikum, ucap nenek Dina setelah membuka pintu kamar eyang dirawat. Naura dan Fiki yang duduk disamping eyang pun langsung menoleh kearah pintu dimana ada suara yang mengucapkan salam. Mengetahui keluarga besarnya datang langsung saja Naura berdiri dan memeluk anggota keluarga satu persatu.
"Walaikumsalam, jawab Fiki yang tangannya masih di genggam oleh eyang yang menandakan ia tak bisa jauh dari beliau.
__ADS_1
"Gimana kondisi eyang sayang, kata pak Catur yang mendekati Fiki dan melihat kondisi eyang sendiri. Karena ibuk Dini sedang sibuk dengan Naura jadi pak Catur memutuskan masuk dan melihat kondisi eyang langsung.
"Kondisi eyang kaya gini pak, kata Dokter dah sulit untuk sembuh, jelas Fiki yang ikut pasrah pada kehendak Allah. Nenek Dina yang sedari datang langsung menangis karena merasa tak bisa membalas jasa dari ibuknya itu. Setelah semuanya bisa mengiklankan ini semua akhirnya kakak dari nenek Dina mengucapkan kata yang sudah direncanakan dari dulu oleh mendiang eyang untuk semuanya. Di saat ini lah permintaan terakhir eyang harus diucapkan. Yang mana meliputi harta gono-gini yang harus dibagi adil.
-Yang pertama : Rumah eyang sudah hak dari Fiki tak ada yang bisa merubah sama sekali.
__ADS_1
-Yang kedua : Kebun teh yang sebelah Utara akan jatuh pada hak dari anak pertama eyang ya itu saya sendiri.
-Yang ke tiga: Kebun teh yang ada dibagian Timur akan jatuh pada hak dari anak eyang yang ke dua yaitu Dina.
-Yang keempat :Kebun teh yang ada dibagian selatan akan jatuh pada hak anak eyang yang terakhir yaitu Leni, walaupun ia belum bisa datang tapi ini sudah ditetapkan oleh eyang yang mana semuanya yang ada disini juga harus tau tentang ini semau. Jelas kakek Hendra yang sangat tegas itu namanya aja juga pensiunan Anggota militer jadi ya sangat tegas dan disiplin.
__ADS_1