CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Waktu luang bersama keluarga


__ADS_3

Tepat malam ini semuanya sudah berkumpul di ruang tengah setelah menyelesaikan makan malam bersama. Karena setelah ini biasanya waktunya untuk mendekatkan pada keluarga apalagi bapak Catur yang jarang ada waktu luang untuk akhir-akhir ini juga.


"Pak apa Fiki boleh tanya sesuatu, tanya Fiki yang sedang bersama keluarga diruang tengah itu.


"Iya sayang ada apa, jika bapak bisa jawab akan bapak jawab, kata Bapaknya yang duduk bersebelahan dengan ibuk dan Naura yang bermanja-manja di dekat ayahnya itu.


"Em... kenapa aku sama Naura nama belakangnya beda sih pak, tanya Catur yang beberapa hari ini sedikit berfikir di itu.

__ADS_1


Naura yang mendengar pertanyaan kakaknya pun juga langsung terdiam dan memikirkan kenapa dia tidak pernah berfikir itu sama sekali ya. Sedangkan untuk Bapaknya hanya bisa saling bertatapan dengan ibuknya karena anaknya sekarang semakin besar dan semakin tau tentang ini semua. Sedangkan kedua orangtua ini sudah berjanji tetap akan menjaga rahasia ini sampai kapanpun. Karena menurut beliau mereka tetap adalah saudara kandung.


Keheningan untuk malam ini diruang tengah ingin sekali ibuknya mencari topik pembicaraan yang lain, tapi apakah tidak menimbulkan pertanyaan untuk kedua anaknya itu. "O itu ya nak, kamu itu dulu yang berikan nama itu kakek Budi nak jadi ya pakai nama belakang beliau, dan untuk Naura kan anak perempuan yang harus ada nama Bapaknya dibelakangnya, jelas pak Catur yang sebenarnya dia takut kalau Fiki tidak percaya terhadap jawaban yang ia berikan tadi.


Tapikan pak, Fiki juga anak bapak kan kok gak pakai nama Witomo sih dibelakang Fiki, sambung Fiki yang masih kurang yakin tentang jawab Bapaknya.


"Terus besok Adek Naura yang baru lahir dikasih Napa belakang apa pak, buk, tanya Naura yang ikut andil pada pembicaraan malam ini.

__ADS_1


"Kalau dia cowok yang kasih nama Kak Fiki aja kalau dia cewek yang kasih nama kak Naura gimana, kan adil sambung ibuknya lagi.


"Gak ah Fiki gak bisa kasih nama, yang penting ibuk sehat sama Adek, Fiki sangat bahagia sekali pokoknya. Oya pak buk, Fiki pamit ke kamar mau belajar ya bentar lagi ujian biar Fiki bisa dapat nilai yang bagus. Kamu mau naik kekamar gak dek, ucap Fiki yang sudah berdiri dan melihat kearah Naura yang masih duduk di dekat Bapaknya itu.


"Ya udah Naura juga pamit ya pak, buk met apa aja Oya salam in buat Adek dari kakaknya yang paling imut. Besok kalau Adek cewek kakak bakalan beli in kucir rambut yang banyak deh, ucap Naura yang langsung mendekat ke Fiki sebelum kedua orangtuanya menjawab ocehan Naura itu.


Setelah melihat kedua anaknya naik ke kamar, pak Catur langsung mengutarakan betapa ia sangat takut waktu ia ditanya oleh Fiki. "Sampai kapan buk kita menutupi ini semua dari anak-anak, aku juga tak ingin melihat Fiki berubah nantinya setelah melihat apa yang sebenarnya terjadi, kata pak Catur lagi. Ingin rasanya beliau memberikan yang sebenarnya tapi apakah Fiki juga akan bisa menerima sedang kalau untuk Naura mungkin ia juga akan sedikit kaget tapi tidak masalah akhirnya.

__ADS_1


__ADS_2