CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Malan panas Fiki dan Naura


__ADS_3

Malam ini akhirnya Fiki tidur satu ranjang dengan Naura. Dengan berat hati akhirnya Naura menerima penjelasan dari kakaknya yang mengharuskan ia bersembunyi dulu. Walaupun berat rasanya tapi ia harus ikut apa yang di bicarakan karena ini semua menyangkut dirinya dan kedua buah hatinya itu. Jika ia gegabah sedikit saja maka anaknya juga ikut merasakan hal yang tak pantas.


Tubuh kekar milik Fiki memeluk erat tubuh Naura dengan tak ada ampun. Tak ingin rasanya berpisah dari tubuh itu yang sebenarnya sudah jadi candunya sejak dulu. Selama lima tahun ditinggalkan oleh Naura yang ia bayangkan hanya kejadian malam naas itu.


"Sayang berjanjilah akan tetap menyayangiku bagaimanapun keadaannya. Aku tak ingin jika kau pergi meninggalkan aku lagi. Bisa mati aku melihat kau dan kedua anakku menjalani hidup seperti ini.


"Iya kak, aku janji akan tetap setia disamping mu. 'Tak ada cinta untuk orang lain yang bisa memisahkan kita. Tapi akankah kita bisa bersama sampai kita tua nanti?


"Set,, jangan kau pernah mengulangi ucapan itu lagi. Kita akan tetap bersama sampai anak-anak kita menikah dan memiliki keluarga sendiri sayang. Aku tak ingin jika kau pergi duluan dari ku. Aku berjanji akan tetap menjaga kalian semua. Dengan membalikkan tubuh Naura, Fiki menatap manik bola mata Naura yang indah itu. Ada bayangan kebahagiaan yang tertera jelas di maniknya. Tak akan ada yang bisa memisahkan kehidupan mereka. Ia yakin jika suatu saat keluarga kecilnya akan bahagia seperti dulu lagi. Mungkin ini semua juga ulah dari perbuatan Fiki tapi iya yakin jika suatu saat Harun akan tahu apa yang terjadi sebenarnya.


Hening didalam kamar itu. Karena kedua anaknya sudah terlelap dan mereka masih melepaskan rindu masing-masing tak terasa tangan mungil Naura memegang pipi kakaknya dengan meraba mata dan juga mulutnya. Mata indah milik kakak yang tak ada duanya. Mulut ini yang sudah merasakan bagaimana rasanya berciuman.


Tanpa ragu akhirnya Fiki langsung mencium bibir Naura dengan lembut. Ciuman yang tadi sebelum ada kejadian kebakaran yang saling ia lakukan. Tak ada yang bisa menganggu kedua insan ini. Sekian lama ciuman itu terjadi akhirnya Fiki langsung berganti posisi untuk menuntun permainan. Ciuman yang tadinya selembut mungkin kini telah berganti ciuman yang sangat bringas bagikan orang yang tak pernah melakukannya saja. Memang benar tak pernah melakukannya karena Fiki tak pernah sekalipun melakukan hal semacam ini dengan wanita lain. Walaupun begitu banyak wanita yang menawarkan tapi ia tetap akan menjaganya untuk Naura seorang. Sedangkan Naura sendiri juga tak ingin mengenal laki-laki lain selain Fiki. Itu dapat dibuktikan betapa Harun berusaha merogoh perhatiannya tapi ia tak berguming sedikit pun.


"Kak stop, kita bisa kelewatan nanti kak, suara lembut Naura menahan tangan Fiki yang sudah ingin beraksi di bawah sana. Ia tak ingin menorehkan dosa yang begitu besar. Karena dosa masa lalu mereka saja sampai saat ini begitu tak bisa ia lupakan. Hamil diluar nikah yang sampai lima tahun usia anak mereka tapi tak kunjung ada ikatan yang sah.

__ADS_1


Ia berharap jika permainan malam ini sekedar itu saja. Jangan sampai melakukan hal diluar batas lagi. Apalagi kondisi keadaan yang tak memungkinkan mengingat kedua anaknya juga satu kamar dengan mereka itu.


Fiki yang mendapat peringatan pun tak ingin melewatkan kesempatan yang lainnya. Dengan lincahnya mulut itu bermain dengan isi dalam dada mungil itu. Berharap jika akan segera memancing nafsu Naura. Setelah meninggalkan begitu banyak tanda kepemilikan akhirnya ia langsung kembali bermain dengan bibir mungil itu.


"Akh,, kak sudah kak aku gak tahan lagi.


Suara serak nan bergetar milik Naura yang menghentikan kegiatan Fiki.


Sambil menciumi telinga Naura Fiki langsung mengutarakan apa yang ia inginkan juga.


Jika dengan perlakuan Fiki seperti ini berbohong jika Naura tak terbawa suasana. Karena ia juga sudah merasakan sensasi yang luar biasa di dalam sana. Ingin juga merasa sentuhan yang lebih dari ini. Tapi ia buka orang yang akan selalu bicara terbuka dalam hal ini takut akan dosanya yang akan terulang lagi.


"Kenapa, 'boleh ya kakak main sebentar mumpung kedua anak kita sedang tidur. Aku janji tak akan melakukan yang lebih hanya ingin melihatnya saja, ucapan yang sengaja ia bisikkan pada telinga Naura. Dan tanpa jawab akhirnya satu tangan kekar itu sudah berada di tempat yang ia inginkan. Bermain dengan lincahnya mencari apa yang ia inginkan. Semakin malam semakin kedua insan ini merasakan hawa panas yang mereka ciptakan berdua saja. Rengekan manja Naura sudah sedikit sayu tapi berbunyi di dalam kamar itu. Dengan manjanya kedua lengan Naura sudah melingkar di leher Fiki.


Mungkin karena bisikan sesuatu akhirnya Naura langsung ikut terbuai dalam bermain ini. Dengan lemah lembut akhirnya permainan Fiki sudah tiba di permainan mulut yang tak ada rasa canggung sekalipun sedangkan tangannya bermain di bawah sana. Walaupun ingin rasanya bermain dengan seperti apa yang ia inginkan tapi ia takut akan melukai hati Naura lagi. Jadi hanya dipastikan Naura lah yang akan mendapatkan kepuasaan malam ini.

__ADS_1


Desahan demi desahan akhirnya lolos dari mulut mungil Naura. Mungkin Fiki memperlakukannya dengan sangat indah. Sampai di titik puncak Naura langsung meremas ranjangnya dengan penuh tenaga karena menyadari sesuatu di sana yang akan keluar.


"Kak, aku gak kuat kak,, rengekan Naura dengan manjanya.


"Boleh kakak bantu lagi sayang, punya kakak juga ingin keluar, ucapan Fiki dengan suara seraknya karena menahan sesuatu.


Akhirnya anggukan kepala Naura menjadi lampu hijau Fiki melanjutkan aktivitas yang selanjutnya. Dengan gairah yang sudah mengebu-ngebu akhirnya penyatuan mereka berdua lakukan dimalam ini. Malam yang indah bagi mereka karena akhirnya mereka bisa merasakan hal yang dulu pernah ia rasakan lagi.


"Ehem...


Erangan dashyatnya kegiatan ranjang malam ini. Mungkin jika ia ada di rumah orangtuanya maka semuanya akan mendengarkan suara desahan Naura yang merasakan nikmat itu. Dengan lembutnya Fiki langsung mencium bibir Naura karena sesuatu yang ia rasakan ingin segera keluar dan sudah ada di puncaknya. Dorongan demi dorongan menambahkan sensasi tersendiri bagi dua insan ini.


"Sakit sayang, dengan lembutnya Fiki membisikkan kata itu karena ia takutkan akan melukai Naura.


"Akh,,gak kak ayo kak punya Naura udah mau...kata Naura yang terhenti karena ciuman Fiki yang tiba-tiba. Akhirnya dengan hentakan terdahsyat akhirnya mereka berdua pelepasan bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2