
"Mah, buk Naura pamit dulu ya. Naura pingin ke rumah sakit dulu besok kita kan udah mau berangkat. Pamit Naura pada ibuk Dini dan Mama Vineta yang ada di ruang tamu tadi. Karena habis menyiapkan makanan untuk sarapan maka beliau langsung istirahat sejenak di ruang tengah tadi.
"Iya sayang tapi alangkah baiknya jika kamu sarapan dulu, dari semalam kamu makan nya kan cuma sedikit, tahan ibuk Dini agar sebelum ia meninggalkan rumah dalam kondisi perut berisi. Karena tenaga kita juga terbentuk dari nutrisi yang kita makan.
"Gak buk Naura lagi gak pingin makan buk, Naura mau beli jajan aja nanti. Setelah berpamitan pada kedua orang tua tadi akhirnya Naura langsung memesan taksi online untuk mengantarkan ke rumah sakit. Walaupun ada beberapa sopir tapi ia tak ingin terlalu diawasi apalagi jika ia ingin makan sesuatu nanti tinggal bilang pak supir juga akan diantarkan.
Karena jam masih pagi akhirnya kemacetan pun sedikit membuat para mobil yang ada dijalan tersebut pun begitu padat. Dapat dipastikan Naura akan telat datang padahal ia juga sudah sedikit pagi agar ia bisa cepat bertemu dengan Fiki. Akhirnya biasanya hanya ditempuh dalam 30 menit pagi ini ia hampir satu jam lebih baru sampai. Dan pas dia datang juga pas dokter Danu sampai dan masuk ke lobby rumah sakit itu.
"Naura,, panggil Danu yang langsung lari ke arah Naura jalan di depannya.
"Eh, Kak Danu. Ada apa kak, tanya Naura judes banget karena ia merasa tak nyaman dekat dengan Danu. Padahal selama seminggu ia tak ke rumah sakit karena menghindari Danu. Tapi jika ia terlalu lama tak mengunjungi Fiki ia juga sedikit gelisah jadi ia memutuskan untuk ke rumah sakit. Tapi resikonya ya ketemu Danu lagi.
"Kok kamu baru datang sih Naura, beberapa hati tak kesini ada apa Naura?
"Lagi males aja ketemu kakak, jawab Naura yang tak tahu Danu akan marah apa tidak yang penting ia jawab dengan jujurnya. Setelah Naura menjawab pertanyaan Danu ia tadinya akan membalikkan badannya untuk kembali melanjutkan perjalanan ke ruangan Fiki tapi ia tak jadi karena Danu menyerahkan bekalnya untuk Naura melihat Naura yang terlihat begitu pucat akhirnya ia memutuskan untuk Naura saja makan yang ia beli tadi pas perjalanan ke rumah sakit.
"Ini baut kamu tadi kakak beli sebelum aku sampai sini. Ya udah met yang lainnya ya, kakak juga mau tugas dulu, pamit Danu pada Naura. Bukannya ia ada tugas tapi ia tak ingin terlihat menahan lapar jika didekat Naura terus-menerus. Karena saat ini ia sedikit menahan perutnya yang keroncongan.
"Kok kakak lebih mementingkan aku sih padahal ini kan bekal kakak, karena tak enak dengan Danu akhirnya Naura membalikkan bekal untuk Danu tadi.
"Gak Naura saat ini kamu aja yang makan kakak gak apa-apa kok, kan kakak tadi udah sarapan pas ada dirumah tadi.
__ADS_1
"Krucuk,,, krucuk.
Tanpa merasa malu suara perut Danu yang berbunyi didepan Naura. Sebenarnya jika ia sudah melanjutkan jalannya ke ruangan setelah pamitan pada Naura tadi mungkin tak sampai memperlakukan ia seperti ini. Sedangkan Naura yang mendengar suara tadi akhirnya langsung tersenyum dan memberikan bekal miliki Danu tadi.
"Kak ini baut kakak aja aku udah makan kak, ya udah aku tinggal ke ruangan kak Fiki dulu ya kak, pamit Naura yang udah pingin melihat kak Fiki. Berlama-lama dengan Danu tadi Nuara merasa waktunya terbuang sia-sia. Yang tadinya sudah bisa melepaskan rindunya pada orang yang ia cintai malah masih asik di sini sendiri.
"Ya udah kita makan bareng ya aku ambil jas ku dulu nanti aku susul ke kamar Fiki, Naura. Kamu duluan ke ruangan Fiki nanti aku datang lagi ya, kata Danu yang akhirnya menerima bekalnya tadi dan menuju ke ruangannya sendiri. Sebelum Naura berhasil menjawab jika ia tak ingin jika Danu datang tapi ia malah sudah pergi.
Benar kata Danu tadi akhirnya dia sudah tiba ke ruangan Fiki lagi dengan bekal yang ia beli di kantin rumah sakit tadi. Karena yang tadi ia hanya membawa sedikit cukup dirinya saja.
Tok,,,tok.
Setelah mengetuk pintu Danu langsung masuk ke dalam ruangan Fiki tadi.
"Udah kak buat kakak aja aku udah makan kok kak, jawab Naura yang sebenarnya berbohong sudah seminggu setelah ia makan bersama Danu waktu itu ***** makannya hilang entah kemana.
"Gak pokoknya kamu makan kalau gak aku juga gak akan sarapan lho! ,"Ancam Danu yang langsung melipatkan kedua tangan dan duduk di sebelah Naura.
"Kok Kakak sih yang marah, harusnya kan aku yang marah bukan malah kebalik kaya gini, kata Naura manyun karena perkataan Danu tadi.
"Ya udah ayo makan nanti biar Kaka langsung kerja kalau sudah sarapan, kata Danu yang merasa jika Naura akan menurutnya.
__ADS_1
" Ya udah Naura makan kak, tapi dengan syarat jika habis makan kakak kerja lagi aja ya.
"Ok yang penting makan dulu ya. Akhirnya kedua bekal tadi langsung mereka buka, pas ia melihat menu dari sarapan Danu tadi ia merasa ingin meminta makanan yang dimiliki Danu. Dan saat ini juga ***** makannya sedikit bertambah entah karena ia ingin makanan milik Danu atau karena Danu yang menemaninya makan. Karena melihat Danu samapi tak berkedip akhirnya ia ditegur oleh Danu.
"Naura mau miliki kakak?
Tapi udah kakak makan lho sedikit tak apa-apa, tanya Danu sambil menukarkan makanan ya tadi.
"Gak apa-apa kak, makasih ya kak. Udah mau memberikan bekalnya untuk Naura. Rasanya tak percaya jika ia kembali ***** seperti saat ini apalagi nasi yang di makan Naura sudah habis dimakan Danu tadi. Padahal lebih baik jika seorang wanita akan makan dengan piring suaminya. Tapi bukannya suami malah orang lainnya.
"Oya kak, Naura pamit ya soalnya besok kita udah mau berangkat ke kota kita mungkin kita tak bisa bertemu lagi kaya gini, kata Naura yang memberitahu agar Danu tak mencarinya lagi.
"Iya gak apa-apa, Aku juga tinggal beberapa minggu juga udah mau selesai kok jadi aku akan cari kamu biar bisa saling tengok lagi.
"Iya kak terserah Kakak aja, Oya makasih lho sarapannya. Pas Naura mengucapkan terima kasih tadi, tak disangka jika Danu menyuapi Naura tepat karena Naura berbicara.
Hap.. kunyahan akhirnya sudah Naura lakukan.
"Kak, kok kaya gitu sih kak kan gak enak dilihat orang lain kak, marah Naura tapi ia bicara lembut saja.
💞💞💞💞
__ADS_1
Makasih kakak. mari merdeka untuk kita semua. Dan jangan luka like n komennya ya..