CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kepulangan ibuk Dini


__ADS_3

Semua yang ada di ruangan Dini semuanya saling pandang karena jawaban Naura yang mewajibkan harus sama kakaknya. Kalau ibuk sama bapak aja bagi Naura nomor 2 jadi apa pun itu harus ada kakak. Gak tau kenapa seperti itu yang pasti karena dari kecil Fiki sanggup menjaga adiknya dengan kemampuan. Dan lambat laun Naura juga semakin tergantung pada Fiki.


********


Tak terasa sudah seminggu lamanya ibuk Dini dirawat dirumah sakit. Karena waktu ini adalah jadwal ia untuk pulang maka pak Catur, Fiki dan Naura memang menunggu dari pagi. Sedangkan untuk bik Ina bertugas membersihkan rumah untuk menyambut Adek bayi.


"Buk, keperluan yang harus Bapak beli kurang apa aja buk, biar nanti sekalian kalau arah pulang biar anak-anak beli, tanya pak Catur pada istrinya itu.


"Nanti kita pikir dijalan aja pak, sekarang kita buru-buru balik aja keburu pingin istirahat di kamar ibuk sendiri. Kasian juga sama anak-anak yang kurang istirahat karena sering jaga ibuk disini, ujar ibuk yang melihat Fiki dan Naura bergantian. Yang tadinya Fiki mau mengurus keperluan untuk mencari sekolah di tempat eyang sampai-sampai hanya ia titipkan pada Danu temannya itu.

__ADS_1


"Ibuk kita disini bahagia kok bisa jagain ibuk, kan kita juga bisa gantian menjaga ibuk gak ibuk terus yang jaga kami, kata Naura yang masih melihat Adek bayi disamping ibuknya berbaring.


"Ya udah Bapak pamit ngurus administrasi aja biar kita bisa cepat pulang dan istirahat ujar pak Catur yang akhirnya meninggalkan semuanya di ruangan ibuk Dini. Sebenarnya ia juga sangat lelah tapi ia harus terlihat kuat didepan istri dan juga anaknya. Tepat pukul 09.00 akhirnya mereka bisa pulang kerumah. Karena Fiki yang akan melanjutkan pendidikan ditempat eyang maka ia juga harus memanfaatkan waktunya untuk bisa bersama keluarganya terlebih dahulu. Ya biar gak terlalu kangen esoknya.


Didalam mobil yang mereka tumpangi itu ibuk Dini sambil memangku bayinya duduk dekat pak Catur yang mengemudikan. Sedangkan Fiki dan Naura duduk dibelakang.


Tanya Naura yang memajukan wajahnya untuk mendekat pada ibuknya dan adik laki-lakinya itu.


"Kalian aja mau usul nama gimana, ucap pak Catur yang sambil mengemudi mobilnya.

__ADS_1


"Gimana kalau dikasih nama Ciko pak, buk kayaknya lebih mudah di ingat, sahut Fiki yang duduk di belakang.


"Ya udah kita kasih nama Ciko Tri Witomo, jelas pak Catur yang sudah tiba di pelataran rumah. Karena langsung turun dan masuk kerumah sambil membawa tas ibuk Fiki juga tak menyadari jika nama belakang yang tak sama dengannya melainkan sama dengan Naura. Seperti apa yang pernah ditanyakan waktu dulu ke Bapaknya.


Karena harus mengurus pendaftaran sekolah, Fiki yang tak lama dirumah pun hanya tinggal dua hari lagi balik ke tempat eyang. Sedangkan semua keperluan yang ia gunakan sudah di uruskan sama Danu teman satu bangkunya dulu.


"Naura kakak dua hari lagi balik ketempat eyang lho. Kamu mau minta kakak belikan apa gitu gak, mumpung masih ada disini ucap Fiki yang menyusul Naura kekamarnya. Karena sibuk mengurus ibuk di rumah sakit sampai mereka tak bisa main atau sekedar pergi.


"Kok cepat banget sih kak, gak 1 Minggu lagi aja pa, biar kita bisa main bareng dulu. Kan Naura pingin makan eskrim bareng kakak sama Naura pingin nonton bareng kakak.

__ADS_1


__ADS_2