CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kepindahan Naura ke rumah kontrakan


__ADS_3

Naura yang sedari tadi mendengar perdebatan dari dokter Vineta dan suaminya hanya bisa menangis di kamar yang sudah ia tempati dari pertama ia datang kerumah dokter Vineta itu. Sakit rasanya melihat orang yang baik dengannya dan malah jadi kena masalah karenaya. Dan dengan berat hati akhirnya Naura yang tadinya tak mau keluar dari kamar ia memberanikan diri untuk bertemu dengan suami dari dokter Vineta itu. Ia sudah menempatkan dirinya jika ia akan pindah rumah untuk membuat keluarga ini kembali membaik. Ya karena ia rencana ingin pergi ke daerah ini agar ia tak ditemukan oleh keluarganya. Jadi ia akan berusaha semampu dia untuk tetap bisa merawat bayi itu dengan jerih payahnya sendiri. Ia tetap akan menyayangi bayi itu karena sekarang hanya dia satu-satunya keluarganya.


Ceklek,,

__ADS_1


Suara pintu kamar yang digunakan Naura itu terbuka. Setelah Naura keluar dari kamarnya akhirnya ia langsung mendekati dokter Vineta yang masih duduk sendirian diruang keluarga. Mungkin saat ini suaminya sedang ada dikamarnya.


"Dok, maaf sebelumnya karena kedatangan Naura dokter dan suami dokter berantem, Naura gak mau jika gara-gara saya semuanya jadi seperti ini dok. Ijinkan Naura pindah dari rumah dokter nanti sore, saya kesini ingin lebih bisa mendiri dan tak ingin jika saya malah membuat orang lain akan kesusahan. Mungkin dokter sangat baik sama saya tapi saya juga ingin keluarga saya tak menemukan saya lagi nantinya dok, ucap Naura sambil memegang kedua tangan dokter Vineta itu.

__ADS_1


"Maafkan dokter Naura, kamu malah sangat tertekan seperti ini, jika kamu memutuskan untuk pindah rumah ijinkan saya mengantar dan mencarikannya agar saya tetap bisa memantau perkembangan janin yang ada dikandung kamu. Dan satu lagi bawa satu pembantu dari rumah ini untuk kamu ajak mengurus rumah nantinya, pinta dokter Vineta lembut. Berharap jika ia masih bisa melihat anak remaja itu setiap hari jika mengetahui tempat tinggalnya.


Sedangkan dibalik dinding ruangan tamu tadi ternyata suami dari dokter Vineta melihat apa yang terjadi antara istri tercinta dengan gadis Naura itu. Ada rasa sakit yang ia rasakan sudah menolak gadis mungil itu untuk tetap tinggal di rumahnya. Menyesal saat ini yang ia rasakan karena ternyata setelah ia melihat Naura langsung ia sudah sangat percaya jika gadis itu sedang kesusahan. Dengan langkah pelan nya akhirnya ia sampai di kursi panjang yang nampak kedua wanita cantik itu duduk.

__ADS_1


"Maafkan aku nak, aku tak maksud untuk menolak keadaan kamu, tapi aku juga takut jika kami menampung kamu akan ada masalah yang akan timbul nantinya, jelas suami dari dokter Vineta itu. Mungkin ini semua sudah ia ungkapkan apa yang sudah membuat ia tak begitu meyakinkan untuk menerima Naura tadi.


"Iya pak, saya sudah berterima kasih sudah dikenalkan pada keluarga ini, terutama pada dokter Vineta. Aku seperti merasa masih ada disamping keluarga besar aku disana, kata Naura yang akhirnya mengungkap apa yang ia dapatkan dari keluarga ini. "Tapi saya kekeh pada pendirian saya pak, saya tetap akan pindah rumah sore ini juga pak, ungkapnya langsung pada inti dari kata yang ia tadi ungkapkan pada dokter Vineta tadi.

__ADS_1


__ADS_2