
Karena aktifitas yang sudah mulai kembali pada aktivitas Fiki yang semula akhirnya Naura sering dirumah sendiri jika siang hari karena ia tak diperbolehkan untuk bekerja atau untuk kuliah selama ia belum lahiran. Bayangan jika Naura di ganggu orang lain selalu di pikiran Fiki setiap saat. Apalagi jika ingin pergi kemanapun haru dengan sopir atau harus menunggu ia pulang dulu.
Walaupun seperti itu Naura tak mempermasalahkan hal itu semua karena ia juga tak mau jika kak Fiki akan marah padanya. Jika ia marah pastinya akan berujung hukuman diranjang yang begitu ganas. Apalagi Fiki yang beberapa hari ini harus melakukan aktivitas itu sebelum ia tertidur. Ia harus mengeluarkan apa yang sudah ia simpan selama lima tahun belakangan itu agar ia lebih berjiwa muda lagi katanya. Tak berbeda dengan Fiki Naura juga merasakan jika badannya tak ada bedanya maka Naura dengan senangnya melayani suaminya samapi-sampai ia juga bisa tersenyum tiap harinya. Seperti malam ini ia begitu antusias mengoda suaminya yang sedang mengerjakan laporan akhir bulan di ruang kerjanya itu. Dengan alasan mengatakan minuman dan camilan Naura masuk dan duduk di pangkuan Fiki. Apalagi pakaian yang ia gunakan saat ini juga begitu tipis dan minim membuat Fiki yang tak bisa fokus mengerjakan tugas itu. Dengan manjanya Naura menciumi kedua pipi itu karena sudah larut malam tapi Fiki yang tak kunjung tidur. Ruang kerja yang hanya ada didalam kamarnya itu yang membuat Naura bisa leluasa melakukan hal ini jika ruangan itu ada di luar kamarnya ia juga tak berani memakai pakaian seperti itu. Jika bertemu dengan pelayan mungkin ia akan malu sekali karena ia seperti tak memakai pakaian sama sekali.
"Udah lah sayang kita tidur dulu, kerjaan kan bisa besok di kantor lagi dedek ingin tidur sambil di pelukan ayahnya lho, goda nya sambil meletakkan kedua tangannya ke leher Fiki.
Fiki yang digoda seperti itu akhirnya tak kuat juga melanjutkan pekerjaannya. Ia langsung mematikan laptopnya dan langsung mengangkat tubuh istrinya ke ranjang untuk tidur. Memang hari ini ia sedikit lebih sibuk dari biasanya karena sekertaris yang ia percayai untuk urusan ini semua sedang menunggu ibuknya yang dirawat di rumah sakit. Dengan hati-hati Fiki meletakkan Naura di ranjang itu dan langsung mematikan lampu kamarnya. Ia tak ingin ada yang menganggu waktu bersama istrinya jika lampu masih menyala, dari luar pasti beranggapan jika si penghuni kamar belum tidur.
"Yang ingin dipeluk ibuknya Adek atau Adek sih, atau emang gak bisa bobok ya jika belum gituan. Kan kita beberapa hari ini sering gituan baru kamu bisa tidur sayang, goda Fiki pada istrinya itu. Yang tak mendapat jawaban dari Naura akhirnya ia menciumi kedua pipi mungil istrinya itu. "Sayang walaupun kau sudah menjadi seorang ibu kenapa kamu masih seperti dulu sih badannya.
"Emang aku harus gendut gitu kalau sudah punya anak?
__ADS_1
"Kan aku juga ingin tetap tampil cantik dengan tubuh seperti ini kak, jawab Naura yang langsung marah. Karena perasan wanita paling benci jika membahas tentang postur tubuhnya. Udah kurus salah gendut salah.
"Gak gitu sayang, aku malah bahagia kok kamu kaya dulu gak ada bedanya sama sekali kan malah bisa aku kaya gini ini, Fiki yang langsung mengangkat tubuh Naura untuk naik di tubuhnya langsung membuat Naura gelagapan karena ulah suaminya itu.
"Ini buktinya kalau kamu segini kan enak untuk kakak angkat dan pastinya gak akan buat kakak merasa sesak.
"Ah bisa aja, ya udah Naura mau istirahat kak udah malam kan kakak juga besok harus kerja lagi kan. Aku gak mau gara-gara aku kakak jadi telat bangun.
Benar apa yang dipikirkan Fiki karena setelah ia memindahkan Naura di sampingnya lagi ia langsung cemberut dan membalikkan badannya untuk membelakangi Fiki. Fiki yang mengetahui apa artinya langsung memeluk tubuh itu dan menciumi tengkuk istrinya itu. Percuma dong udah pakai pakaian mengoda jika ia tak menanggapinya juga. Fiki yang langsung memberikan serangan pada Naura membuat Naura langsung berbalik dan membalas perlawanan itu. Dengan agresif akhirnya mereka malam ini melakukan kebiasaan itu sebelum akhirnya tertidur karena lelah dan menang sudah larut malam. Apalagi besok lebih padat lagi aktivitasnya karena sekertaris Fiki belum bisa berangkat jika belum sembuh ibuknya.
Malam yang melelahkan jika seharian kita dituntut untuk melakukan aktivitas melebihi batas kemampuan sewajarnya yang kita punya. Maka dari itu Fiki langsung bisa tertidur lelap karena rasa lelahnya itu. Sedangkan Naura yang terbangun karena ia ingin buang air kecil pun kaget karena ia ternyata tadi langsung tertidur tanpa buang air dulu padahal biasanya dia langsung membersihkan dirinya dulu baru tidur. Melihat suaminya yang tertidur sambil memeluk perut yang masih rata miliknya membuat ia tak bisa menahan senyumnya itu. Pasalnya dari dulu ia sangat bahagia karena ternyata kak Fiki laki-laki yang pengertian dan idaman Naura deh pokonya. Jadi yang lainnya hanya boleh membayangkan tanpa boleh membawanya pulang lho.😀😀😀😀
__ADS_1
Ia menyelimuti Fiki dan langsung meninggal ke tempat yang ia tuju. Pas selesai dan ingin tidur lagi Naura malah merasa sedikit mual entah kenapa ia seperti ini padahal biasanya ia tak merasa apapun. Atau jangan-jangan ia sedang ngidam dan ingin sesuatu ya. Tak jadi tidur ia langsung lari ke kamar mandi dan memuntahkan apa yang ada di perutnya itu.
"Hoek,,, Hoek
Suara yang begitu keras membuat Fiki yang tertidur langsung bangun dan tak mendapati istrinya di ranjangnya. Dengan mata yang masih kantuk ia menunjuk ke tempat Naura dan membantu memijit tengku sang istri.
"Apakah sakit sayang, butuh obat atau butuh air hangat. Jika kamu butuh apapun jangan sungkan seperti ini aku gak mau kamu sakit apalagi tersiksa karena anak kita sayang.
"Aku gak butuh apa-apa kak, aku mual karena melihat itu ya kakak masih diluar, jawab Naura sambil menunjuk milik Fiki yang belum terbungkus itu. Karena ia lelah tadi belum sempat untuk menutup badannya lagi hingga ia menyusul ke kamar madu dalam keadaan tak berbusana sama sekali.
Karena malu dan baru sadar akhirnya Fiki langsung berlari dan memakai pakaian dan menyusul Naura lagi. Ia membantu Naura agar bisa istirahat lagi.
__ADS_1
"Walaupun kamu jijik tapi mau kan jika di gitu in, nyatanya tadi kamu minta baru tidur, godanya balik agar ia tak malu dan Naura juga merasakan apa yang ia rasakan itu.