CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kesadaran Fiki


__ADS_3

Karena terganggu sinar matahari yang masuk dikamar tidur Naura itu akhirnya Fiki terbangun dan mencoba mengingat apa yang ia sudah lakukan tadi malam, dan kenapa ia ada dikamar Naura dalam keadaan telanj_ng. Mungkin karena efek minuman alkohol yang ia minum dari kampus yang mengetahui pas foto Naura berciuman tadi yang telah membuat pikiranya seperti ini. Binggung dan takut jika ia melakukan hal yang tak ia sadari. Dan waktu ia membuka selimut yang menutupi tubuhnya betapa kagetnya ia melihat bercak darah yang ada diatas ranjang tempat tidur Naura.


"Apa yang terjadi mengapa aku sedikit pusing dan tak begitu mengingatnya, kata Fiki yang langsung pergi kekamar mandi mencari keberadaan Naura. Tak mendapati Naura di kamar mandi itu akhirnya ia sendiri yang mandi agar pikirannya kembali bisa berfikir jernih. Sambil menguyur kepala semua memori percintaan semalam pun akhirnya terlintas di pikirannya, betapa bejatnya ia sudah merebut yang selama ini ia pertahankan, betapa kejinya ia tak memikirkan perasaan Naura.

__ADS_1


Aark,, teriak Fiki yang semakin binggun dengan perbuatan itu. Tak mau lama akhirnya ia memutuskan untuk keluar dan mencari Naura untuk minta maaf sudah melakukan ini semua. Pas ia sampai didepan meja belajar tadi ia melihat sepucuk surat yang dituliskan oleh Naura tadi. Betapa hancurnya kebencian yang ia buat sendiri karena ulah ia sendiri. Dia bisa merasakan betapa hancurnya Naura saat ini. Dan pada siapa Naura akan membagi masalah ya ini, Sambil menagis dan memukulkan kepalanya pada meja Naura itu Fiki tak bisa berfikir apapun saat ini. Kehidupan yang suram bagian dan tak akan ia bisa ubah lagi perbuatannya itu. Sedari tadi ia menagis akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi bik Ina untuk menanyakan kabar Naura karena ia juga takut jika menghubungi ibuk atau bapaknya.


"Bik, apakah Naura sudah sampai dirumah bik, ucap Fiki setelah ia berhasil menghubungi bik Ina tadi.

__ADS_1


"Udah Aden, mungkin 10 menit yang lalu jawab bik Ina yang ada di dapur. Karena mereka memakai ponsel tanpa menghubungi rumah maka ia juga merasa jika sedikit aman dan untuk menghindari kecurigaan Naura jika ia sedang menanyakannya.


"Iya Aden siap, hati-hati disana ya Aden, ucap bik Ina mengakhiri telafonnya. Karena tak tau masalah apa yang sedang terjadi maka bik Ina hanya menjawab sekedarnya.

__ADS_1


Setelah mengetahui bahwa Naura sudah sampai akhirnya ia langsung membersihkan ranjang Naura dan menganti seprainya yang kotor tadi, apalagi ini sudah sedikit sore takutnya jika bik Ijem sampai mengetahui jika ada yang tak beres nantinya. Walaupun dia sedikit tak bisa menerima apa yang ia lakukan pada Naura tapi apa boleh buat itu semua sudah terjadi. Dan hanya kabar dari bik Ina saja yang bisa membuat hati Fiki tenang.


Berbeda dengan Fiki ternyata setelah kedatangan Naura langsung menangis di kamar mandi yang ada dikamarnya ingatan betapa kakaknya melakukan hal keji padanya selalu terlintas jelas di ingatan ya. Apalagi jika kenapa ia tak pulang bersama kakaknya nantinya jika sampai ditanya dari keluarganya bagaimana ia harus menjelaskannya. Karena tadi baru ibuknya yang ada dirumah jadi ia langsung pamit untuk istirahat saja dikamar dan belum sempat mendengarkan pertanyaan beliau juga.

__ADS_1


__ADS_2