CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Perasaan apa ini


__ADS_3

"Udah makan aja kasian nasi yang ada di mulut kalau gak langsung dikunyah, sahut Danu yang langsung makan punya ia sendiri. Padahal sendok yang tadi ia gunakan untuk menyuapi Naura yang ia pakai itu.


Perasaan apa ini, kenapa aku juga merasa ***** makan aku bertambah jika makan bersama kak Danu, apa jangan-jangan karena aku merasa jika kalau ada yang menemani makan jadi enak atau karena.... Binggun dengan pikirannya sendiri Naura tak bisa berfikir lagi dan hanya diam sambil menghabiskan makanan. Entah rasa apa yang ia rasakan saat ini yang paling penting ia merasa jika akan makan apa yang ada di mejanya itu. Padahal selama seminggu ini makanan hilang entah kemana.


Sambil melirik Fiki yang masih tertidur itu Naura meminta maaf akan apa yang ia lakukan saat ini. Makan dengan laki-laki lain yang entah apa yang ia pikirkan karena ia merasa nyaman bersama Danu. Apakah karena ia merasa diperhatikan atau ntah lah apalagi yang tahu hanya Naura saja. Rasanya Naura membiarkan dirinya seperti ini toh besok ia sudah akan pindah ke kotanya lagi jadi ia tak akan bisa bertemu lagi dengan Danu.


"Kak, Naura makasih ya kak atas makanan nya. Dan Naura mau pamit besok Naura sama semuanya akan pindah ke kota kita dulu. Jika Naura ada salah yang Naura sengaja dan tidak sengaja saya minta maaf ya kak Danu. Dan kak Fiki juga akan ikut dipindah nantinya, jelas Naura.


"Iya Naura kakak gak ngerasa kamu ada salah sama kakak yang terpenting nomor kami jangan ganti ya aku ingin kamu bayar hutang ke aku jika aku sudah balik ke kota kita nantinya. Karena kamu disini aku yakin kamu pasti gak akan mau bayar hutang kamu, ungkapnya yang membuat sebuah keharusan untuk Naura saat ini.


Sedangkan Naura sendiri malah binggun karena ia merasa tak pernah memiliki hutang apapun pada Danu. Ia tak akan membayar hutang karena ia tahu jika ia tak pernah mau hutang pada siapapun itu. Lebih baik seadanya tapi miliki kita tanpa kita harus hutang dan nantinya akan membuat kita ribet sendiri.


"Emang Naura punya hutang apa ke kak Danu?

__ADS_1


Naura gak pernah lho bilang hutang kalau ke kak Danu. Apa jangan-jangan makanan yang kakak kasih ke aku ini hutang ya kak!


Jika hutang Naura bayar kak, berapa harganya? ,"tanya Naura yang binggung tadi.


"Gak kok bukan makanan ini tapi ada satu yang akan kakak kasih tau jika sudah ada disana saja, jadi untuk saat ini rahasia dulu ya. Ya udah kamu tunggu kakak kamu dulu ya aku mau balik kerja juga, met ketemu ya besok disana, kata Danu yang langsung pergi sambil mengacak-acak rambut Naura seperti anak kecil. Rasanya ia bahagia sudah bisa makan bersama orang yang ia cintai itu. Menjadikan semangat kerjanya bertambah lagi.


Setelah Danu meninggalkan Naura diruangan tadi Naura langsung duduk di dekat Fiki sambil mencurahkan isi hatinya. Ntah pada siapa lagi ia akan menceritakan tentang hidupnya saat ini.


"Kak cepat bangun kak, anak kita udah tumbuh di rahimku kak. Kapan kau akan terbangun dan selalu membuat anak-anak kita tersenyum lagi. Maafkan aku Kak karena akhir-akhir ini aku lebih dekat dengan Kak Danu, karena hanya dekat dengannya maka aku akan bisa makan banyak kak. Entah anakmu atau aku yang menginginkan hal itu yang terpenting aku hanya ingin anak kita tetap makan jika itu yang di inginkan. Oya kak kita besok akan pindah ke kota kita dulu, kamu bangun ya kak jangan buat hatiku lama menunggumu dan akan terisi dengan hati yang lainnya. Kamu gak pingin jika kita menempati rumah eyang sama anak-anak kak, pastinya mereka akan bahagia kak imbuh Naura sambil menggoyang-goyangkan tangan kak Fiki. Setelah mengucapkan kata-kata ya tadi Naura kembali tertunda dan merasa jika ia salah pada Fiki. Sambil memikirkan apa yang di maksud Danu akan hutangnya tadi.


Ya sebenarnya Fiki sudah sadar tadi malam pas ditunggu pak Aan dan pak Catur tapi ia tak ingin Naura tahu biar jadi surprise, tapi apa yang ia tahu Naura yang datang pagi ini malah makan bersama dengan orang lain. Apalagi ia juga berbicara tentang perasaannya tadi. Jadi dapat di simpulkan bahwa Fiki binggun mau bagaimana saat ini.


"Naura maafkan kakak, jika kamu binggun dengan hubungan ini kamu bisa memilih kok kalau lebih nyaman dengan Danu. Kakak ikhlas karena anakmu akan terbiasa dengan adanya Danu juga, kata berat dari Fiki yang langsung menatap Naura.

__ADS_1


Sedangkan Naura yang kaget pun langsung melihat ke arah kak Fiki. Ia tak percaya jika orang yang ia cintai membalas perkataannya itu.


"Kak, Kakak udah bangun Kak?


Aku bangga banget melihat Kakak sudah sadar kaya gini. Kita besok akan balik ke kota kita Kak, kita tinggal dirumah eyang aja ya bias sama anak-anak, dan anak kita yang ada di kandungan ku ini, kata Naura panjang sekitar sampai-sampai ia tak menghiraukan ucapan Fiki yang tadi.


"Kakak tahu kamu saat ini tak seutuhnya mencintaiku lagi Naura, jangan-jangan anak yang kau kandung bukan anakku. Kata yang sangat menyakitkan itu akhirnya keluar begitu saja dari mulut Fiki.


Mendengar Fiki mengucapkan kata tadi akhirnya Naura menangis dan sambil menatap wajah Fiki lekat- lekat.


"Kau hebat Kak bisa berkata seperti ini padaku, aku tahu aku salah tapi aku tak seperti wanita murahan yang bisa bergonta-ganti pasangan. Kalau aku mau kenapa aku harus menunggu Kakak seperti ini. Ini anakmu Kak, tapi jika kau tak percaya dan tak menginginkannya aku bisa dan sanggup untuk membesarkan anak ini sendiri. Tapi jangan kau pernah muncul lagi dihadapan kami dan Oca serta Oci, ancam Naura yang langsung berdiri dan wajahnya mulai memerah karena emosi.


"Ternyata aku salah menunggu laki-laki yang ternyata hatinya busuk seperti kau ini Kak. Kau hanya ingin puasmu saja tak pernah memikirkan bagaimana perasaan aku. Aku merasakan ini semua juga hanya aku saja yang tahu kau tahu apa Kak selama sebulan ini?

__ADS_1


Gak tahu kan aku susahnya ingin makan sesuatu yang akhirnya tak bisa aku telan. Sekali aku mau makan memenag hanya tadi dan aku salah sudah melukai hati Kakak juga. Ok Kak selamat lekas sembuh semoga kehidupan k


Kakak akan lebih baik lagi dari sekarang, ucap Naura yang langsung berbalik ingin pergi dari ruangan itu.


__ADS_2