
Ponsel yang sedari berbunyi pun akhirnya ia buka melihat siapa yang sudah menghubunginya. Setelah melihat isi dari WhatsApp yang memperlihatkan adiknya sudah dicium oleh laki-laki lain pun akhirnya Fiki langsung pergi dari kampus untuk menyusul adiknya. Betapa terlihat jelas kemarahan Fiki saat ini sampai ia tak menghiraukan kecepatan ia mengendarai mobilnya. Yang terpenting ia harus cepat sampai di sekolah Naura. Pas ia sampai di sekolah Naura ia langsung menghubungi nomor adiknya yang tak diangkat sama sekali oleh Naura. Marah sambil mengumpat ia langsung menekan nomor temannya yang sudah mengirimkan foto Naura dan Beni tadi.
"Kamu dimana aku ingin ketemu Naura saat ini juga, kata Fiki yang masih didalam mobil tak keluar lagi.
"Naura tak ada sepertinya ia sudah pulang dari tadi, jawab teman Fiki.
__ADS_1
"Ok kalau Naura udah pulang kamu ajak laki-laki itu di gedung belakang ruangan kosong aku akan beri dia pelajaran, perintah Fiki yang di iyakan oleh temannya tadi. Setelah mendapat persetujuan akhirnya ia langsung keluar dari mobil dan menuju ke arah yang sudah diminta tadi. Karena tak harus melewati gerbang akhirnya Fiki datang lebih awal dari teman yang ditugaskan untuk membawa Beni tadi. Ingin rasanya melampiaskan semuanya pada dirinya yang tak begitu memperhatikan Naura. Tapi ia juga sedikit kesal pada Naura yang sudah dilarang dekat dengan laki-laki lain juga. Kalau bukan Naura yang mengijinkan maka laki-laki itu juga tak akan bisa dekat dengannya juga. Pikiran tak bisa diajak kompromi dari masalah rumah sampai masalah Naura yang seperti ini.
"Ini bro orangnya, kata teman Fiki yang berhasil membawa Beni ke tempat yang Fiki janjikan.
'Bruk, bruk, dua pukulan yang langsung mendarat di pipi Beni. Siapa lagi kalau bukan Fiki yang melakukannya.
__ADS_1
Sedangkan teman Fiki yang ada di situ hanya melihat sambil melihat situasi agar aman saja ia tak bisa ikut campur urusan kedua orang tersebut.
"Oh kamu kekasih Naura, ok aku ucapkan ya Naura akan aku rebut dari kamu dia juga nyaman kok selama setahun ini dengan aku. Aku tadi sudah menciumnya dan sebentar lagi aku akan mengajaknya untuk ke hotel, kata Beni tak mau kalah untuk membuat Fiki tambah marah lagi.
"Apa kamu bilang?
__ADS_1
Kata Fiki yang langsung memukul perut Beni lagi. Betapa kemarahan Fiki yang tak bisa dilerai oleh siapapun jika itu menyangkut tentang Naura. Setelah berhasil membuat Beni tak berdaya akhirnya Fiki langsung pergi ingin pulang kerumahnya untuk memastikan Naura tak kenapa- Napa. Sampai ia tak menghiraukan Naura karena ingin memberikan pelajaran pada Beni tadi. Apalagi hari sudah sedikit petang jika Naura tak ada dirumah ia akan binggun lagi. Akhirnya mobil Fiki sampai juga dirumah eyang yang sudah menyala lampu menandakan jika bik Ijem sudah pulang kerumahnya. Karena ia ingin menanyakan ini semua pada Naura akhirnya ia langsung berlari ke kamar adiknya dan langsung membuka pintu kamar tersebut.