CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Hal tak terduga


__ADS_3

Karena semuanya sudah dil dan sudah sepakat akhirnya tanggal yang akan dipergunakan untuk akad nikah pun sudah ditentukan. Hanya sekitar satu Minggu lagi akhirnya Naura dan Fiki akan resmi menjadi pasangan suami istri yang sah dimata negara dan agama. Setelah Naura dan Fiki kembali bersama dengan keluarga yang masih sibuk itu akhirnya mereka langsung mendekati anaknya yang masih bersama adik Naura dan Fiki itu. Ya adik laki-laki yang sekarang sudah tumbuh menjadi laki-laki yang sudah cukup besar karena sudah menginjak SMP.


"Sayang kalian mau makan apa gitu gak?


Pertanyaan Fiki pada Oca dan Oci yang masih asik tadi.

__ADS_1


"Gak Ayah, kita nanti makannya bareng-bareng aja ya. Gak enak makan cuma sendiri-sendiri apalagi ayah sama ibuk juga dari mana kok baru kelihatan. Pertanyaan Oci yang langsung membuat Fiki dan Naura saling menatap. Pasalnya mereka juga salah tak pamit pas mereka pergi tadi. Ya dulu mereka kemanapun hanya berdua sekarang sudah harus berempat. Binggung mau menjawab apa akhirnya Fiki langsung mengalihkan perhatian tapi malah jadi pusat perhatian deh akhirnya.


"Wah cincin kakak bagus banget. Kata yang dilontarkan oleh Oca langsung jadi pusat para keluarga yang lain terutama ibuk Dini yang tak jauh dari mereka itu. Karena ucapan cucunya akhirnya ibuk Dini langsung mendekati anak-anaknya itu.


Sedangkan Fiki yang tadinya biasa langsung malu bagikan tomat merah yang baru mateng karena jadi bahan perhatian yang lainnya. Ia langsung ingin meninggalkan Naura ke mobil untuk mengambil air minum untuk menghindari dari kedekatan yang lainnya. Sedangkan ibuk Dini yang sudah dekat Naura langsung tersenyum melihat cincin anaknya yang indah itu. Ternyata anak laki-lakinya bisa seromantis itu. Dan mungkin ini yang dimaksud dari mendiang sahabatnya dulu jika akhirnya Naura tetap akan jadi anaknya sendiri. Ia berjanji jika Naura akan bahagia setelah mereka nikah besok.

__ADS_1


"Dengan kamu sudah disamping kami aja ibuk udah bahagia sayang jadi jangan buat kau menyesal. Mungkin kita juga tak tau apa yang akan terjadi lagi esok yang terpenting kamu dan cucu-cucuku bahagia dan sehat, satu lagi katanya sambil berbisik di telinga Naura itu "Cepat tambah cucu lagi buat ibuk sama Bapak biar Bapak gak sering- sering pergi keluar kota sayang. Ibuk Dini yang mengatakan hal itu tadi langsung ditertawai oleh Naura ternyata Ibuknya tak kalah kurang perhatian dari suaminya itu atau bapak Naura itu sendiri. Sedang yang lain ada yang melakukan bermain bersama dengan Oca dan Oci sampai tak menghiraukan Fiki yang sudah 15 menit pergi ke arah mobil untuk mengambil air minum tadi. Hanya Naura yang sangat cemas dia binggun mau mencari dimana sedang dia sendiri masih pakai kursi roda. Mau menghubungi nomor ponsel kakaknya itu dia juga tak mempunyai nomornya jadi hanya melihat arah keluarganya yang bisa di mintai tolong.


"Pak, kok kakak gak datang-datang ya pak, udah 15 menit lho kan kita udah mau pulang juga. Berharap jika pak Catur akan langsung mencari keberadaan Fiki juga. Tapi pak Catur hanya mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Fiki berharap jika telfonnya tadi langsung bisa di terima oleh Fiki. Tapi hingga 3x telfon nomor ponsel Fiki tak juga bisa dihubungi. Akhirnya pak Catur langsung mengucapkan jika nomor ponsel Fiki hak aktif. Semuanya langsung panik apalagi pak Aan yang sangat begitu syok itu. Selama ini keluarganya juga gak ada musuh. Dengan dibantu kakek Huda akhirnya kursi roda Naura menuju ke parkiran mobil dan langsung mencari keberadaan Fiki. Tapi siapa sangka semua keluarga yang ada disana tak mendapati sosok Fiki. Sedangkan kunci mobil Fiki juga masih tergantung di mobilnya. Semuanya sibuk mencari keberadaan Fiki yang mencari dimanapun berada.


"Fiki, Fiki dimana kamu nak, teriakan para keluarga yang ada disitu. Terutama nenek Dina yang langsung menangis tak tau apa yang terjadi pada cucunya itu. Sedangkan kakek Budi juga sangat terlihat khawatir pada cucu laki-laki itu. Belum mencapai dimana pun sudah ruangan yang ada di sekitar situ berharap jika Fiki sedang ke toilet atau gimana. Tapi sekitar 20 menit berlalu Fiki juga tak ketemu dan ponselnya juga tak bisa dihubungi lagi. Hal yang tak terjadi pun malah terjadi, baru saja Naura ingin merasakan kebahagiaan bersama orang yang ia cintai tapi berujung kesedihan seperti ini. Karena akhirnya semuanya memutuskan jika Fiki tidak ada ditempat itu pun binggun luar biasa apalagi pak Aan dan dokter Vineta yang tak pernah mengalami seperti ini. Selama hidup berdampingan dengan Naura dan kedua cucunya tak pernah ada yang melakukan seperti ini apalagi membuat sampai menculiknya.

__ADS_1


"Kak, ayah kenapa?


Kenapa baru saja kita ketemu ayah tapi ia pergi lagi kak, tangis Oci yang langsung memeluk tubuh Naura itu. Walaupun mereka hanya satu keluarga tapi Oca dan Oci kadang masih memanggil Naura dengan sebutan kakak karena belum bisa begitu akrab dengan keluarga yang lain juga. Menagis yang hanya dilakukan Oci di samping ibuknya itu yang langsung di bujuk oleh neneknya itu. Ya hanya dokter Vineta yang masih bisa membuat Oci kembali bisa ceria lagi. Sedangkan Oci yang masih didekat omnya itu hanya diam dan mendengarkan obrolan orang dewasa yang ada di tempat itu. Kebingungan dan kepanikan karena Fiki yang menghilang membuat keluarga itu tak merasakan lapar sama sekali. Sedangkan pak Aan yang tak punya solusi akhirnya mengajak pak Catur untuk mengetahui pada pengurus tempat itu untuk mengetahui area cctv agar bisa mengetahui apa yang terjadi pada Fiki tadi. Di bantu 3 kakek akhirnya para laki-laki dewasa itu langsung menuju ke ruangan dimana pengurus untuk menayangkan hal itu. Mungkin karena mereka juga akan melakukan booking tempat akhirnya mereka diperbolehkan untuk mengetahui cctv dan langsung melakukan penelusuran. Dibantu petugas akhirnya layar cctv menampilkan gambar yang sedari tadi pagi terjadi di tempat itu. Alangkah terkejutnya pak Catur yang melihat Fiki dipukul dengan kayu balok dari belakang. Tiga orang yang bertubuh besar yang langsung menyeret tubuh Fiki ke sebuah mobil hitam yang mana ketiga orang itu memakai jubah untuk menutupi wajahnya dan masih ada satu orang yang dikemudi mobil itu.


__ADS_2