CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Sampai rumah


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai rumah dan langsung mencari ibuknya untuk memberi salam. "Ibuk Naura pulang kata yang terucap dari gadis cantik yang masih terlihat anggun itu. Dari usianya yang masih belum dewasa itu Naura sudah bisa banyak orang yang suka padanya jika tidak Fiki halangi pasti Naura sudah dapat dipastikan buat bahan rebutan kali.


"Iya sayang, gimana kondisi nenek baik kan?


Terus kalian ketemu gak sama kakek, tanya ibuk Dini pada anak gadisnya itu.

__ADS_1


"Nenek baik, cuma tadi kangen gitu sama kita jadi kakak ditelpon suruh ajak aku kesana, jawab Naura pada ibuknya itu sambil menjabat tangan ibuknya. Kalau Kakek masih kerja buk jadi gak ketemu.


"Mana kakakmu kok belum kelihatan, tanya ibuk yang melihat arah pintu belum nampak anak laki-lakinya.


"Kakak, tadi masih di garasi buk, gak tau kok belum masuk-masuk, ya udah buk Naura pamit ke atas mau mandi ya buk, pamit Naura pada ibuknya yang dijawab dengan anggukan kepala saja. Akhirnya Naura langsung naik tangga menuju ke kamarnya sedangkan untuk ibuk Dini beliau menunggu anaknya tiba dulu.

__ADS_1


"Kamu kok lama yang masuk gak bareng adik kamu, sahut ibuknya sambil meraba perut buncitnya itu sedari tadi berdiri membuat sedikit tegang otot perutnya.


"Itu tadi Fiki dapat telfon buk dari eyang, katanya Fiki suruh cepet-cepet kesana, ibuk kenapa kok perutnya di pegang gitu, tanya Fiki panik.


"Gak apa-apa ibuk istirahat aja ya kamu naik mandi kita nunggu bapak pulang terus makan bareng nanti, ucap ibuk yang langsung di tuntut menuju kamar untuk istirahat tadi. Setelah mengantarkan ibuknya tadi Fiki langsung menuju kamar untuk mandi dan beristirahat karena seharian ini dia belum istirahat sama sekali apa lagi untuk Minggu depan ia ujian jadi harus menjaga kondisi kesehatan tubuhnya juga jangan sampai drop.

__ADS_1


Ada rasa kasihan melihat Ibuknya jika seperti tadi kesakitan apalagi sekarang usianya sudah tidak begitu muda lagi. Karena ibuknya dulu menceritakan tentang proses m lahirkan yang begitu sulit jadi Fiki dan Naura juga berfikir untuk menjaga ibuknya saat ini. Ada rasa yang sebenarnya Fiki rasakan untuk meninggalkan beliau ke rumah eyang karena usia kandungan Ibunya menginjak usia 6 bulan jadi dia harus ikut tetap mengawasi jika saat seperti ini Bapaknya belum pulang dari kerja. Setelah mandi dan istirahat di ranjangnya Fiki seperti biasa selalu terlelap karena kecapekan atau karena emang terbiasa. Sedangkan untuk Naura dia lebih memilih menulis apa yang terjadi di hari ini karena Naura lebih suka mengabaikan ceritanya di atas selembar kertas putih yang esok atau lusa bisa Naura baca kembali. Tepat di tahun ini Naura akan memiliki adik yang pastinya imut tapi dia juga akan semakin dewasa karena dia sudah tak lagi menjadi anak termuda. Sekarang dia harus berfikir bagaimana dia tidak terlalu merepotkan untuk keluarganya. Apalagi kakaknya juga sudah menginjak SMA yang dimana dia akan begitu fokus dengan kegiatan sekolah dan yang lainnya.


__ADS_2