
Akhirnya seperti rencana di awal jika Naura akan ikut Fiki pindah rumah kerumah eyang. Hari demi hari Naura lewati dari meminta ijin dari satu persatu nenek maupun kakeknya. Apalagi saat ini ia harus meluluhkan hati nenek Fina yang bersikeras melarang Naura pindah ke rumah eyang yang sangat jauh disana. Tapi jika Naura sudah berkehendak apapun itu harus terlaksana. Dari nenek Rita pun tak mau jika Naura pindah sekolah disana takutnya jika Naura sakit nggak ada yang merawatnya. Akhirnya perdebatan pun terjadi. Kalua untuk ibuk dan bapaknya sudah angkat tangan melihat kelakuan Naura yang jika memiliki keinginan apapun harus terlaksana. Apalagi Naura dari dulu memang selalu menurut sama Fiki. Apalagi karena nilainya yang bagus ia meminta hadiah untuk tetap mengijinkan ia pindah ke tempat eyang.
Setelah kepintaran Naura mencari cara dan membujuk neneknya maka akhirnya hari ini ia di ijinkan untuk pindah ke rumah eyang untuk sekolah di sana. Semua kebutuhan yang dibutuhkan pun sudah ia siapkan dari apapun itu. Tinggal nanti sore ia berangkat mengunakan kereta. Alangkah bahagianya Naura bisa ikut sekolah dengan kakaknya tapi untuk keluarga yang ditinggalkan sangat sedih. Anak perempuan yang jauh dari orang tua pastinya akan membuat keluarga kehilangan.
Semua yang mengantarkan Naura di setasiun tampak menagis setelah melihat Naura masuk ke dalam kereta. Tapi jika dipikir-pikir apa yang Naura bilang juga benar, kalau bukan dengan cara begini ia tak akan bisa mandiri dan suatu saat juga bisa kembali untuk bersama keluarga lagi. Setelah pak Catur dan kakek Huda memasukkan koper-kopernya ke dalam kereta akhirnya semuanya harus melihat kepergian Naura. Alangkah pilihan yang sulit bagi semuanya tapi ini sudah yang dikehendaki oleh Naura jadi apa boleh buat.
__ADS_1
Semua penyambutan sudah dilakukan oleh Fiki. Karena eyang yang semakin tua beliau tak ikut ke setasiun menjemput Naura hanya Fiki seorang diri. Pas Fiki menunggu adiknya itu tak lama dari Fiki datang akhirnya tiba juga.
"Kakak,, panggil Naura yang turun dari kereta dan menarik kedua kopernya dan menuju ke arah kakaknya itu.
"Capek kak, ya udah kita pulang aja ya kita makan diluar dulu ya kak, Naura udah laper banget kak, kata Naura yang seperti anak kecil meminta jajan pada orangtuanya.
__ADS_1
"Ya udah kita pulang langsung beli makanan ya, Oya tadi kamu kesini adik nangis gak kan biasanya dia sama kamu, tanya Fiki yang mengajak Naura ke arah mobil yang akan membawanya pulang itu.
"Tadinya gak mau pisah sama aku kak, tapi setelah aku naik kereta adik langsung digendong ibuk jadi Naura gak begitu ditangisi, jawab Naura yang masuk ke dekat kemudi. Setelah koper-koper Naura masuk mobil akhirnya mobil pun menuju ke arah rumah eyang yang dikendarai oleh Fiki kakaknya itu.
Diperjalanan Naura tak henti-hentinya melihat sekeliling kota eyang yang masih begitu asri. Sambil bercerita dengan kakaknya akhirnya mereka sampai disebuah rumah makan yang akan mereka tuju untuk mengisi perut Naura yang sedikit kosong itu. Akhirnya mereka makan bersama dan melanjutkan perjalanan untuk pulang takut semakin malam nanti sampai tempat eyang.
__ADS_1