
Tiba di rumah eyang betapa kagetnya keluarga itu yang ternyata persiapan yang di lakukan sudah 99% akan selesai. Karena pelayan dari keluarga pak Aan dan pelayan keluarga yang lainnya ikut juga akhirnya pekerjaan ini terasa begitu ringan. Sedangkan Fiki dan Naura yang merasa bahagia itu pun saling pandang dan hanya melihat satu sama lain. Rencana pernikahan yang sedarhana pun gagal karena apa yang sudah ada disitu megah melebihi perkiraan mereka.
"Tuan, nyonya alangkah baiknya istirahat dulu karena sebentar lagi MUA akan datang untuk merias anda. Dan satu kami minta saran apa yang kurang dari persiapan kami ini tuan? ,tanya bibik pelayan dari keluarga pak Aan itu. Betapa persiapan yang sempurna bagi mereka itu.
"Sudah bibik terimakasih, semuanya sudah melebihi apa yang aku inginkan. Ya udah Naura masuk kamar dulu ya bik jika periasnya datang suruh langsung naik aja ya bik.
"Baik non, Oya selamat istirahat ya.
Karena keluarga yang lainnya sudah masuk ke ruangan masing-masing akhirnya persiapan untuk pelaksanaan ijab Kabul pun sudah usai. Dari tamu undangan yang tak terhitung kan akhirnya satu persatu sudah pada hadir di rumah eyang itu. Walaupun undangan yang begitu mendadak tapi tamu yang di undang pun juga menghadirinya. Hanya keluarga terdekat yang hadir saat ini.
Perias yang sudah tiba langsung masuk ke ruangan Naura dan Fiki untuk mempercepat proses make over dari mempelai wanita itu. Karena permintaan dari pak Catur untuk yang terbaik bagi anaknya maka dapat dipastikan jika semua tamu undangan akan terpana akan kecantikan Naura.
Tepat pukul 10 siang akhirnya pak penghulu pun sudah tiba dan langsung memanggil mempelai pria yang sudah siap. Sedangkan tak lebih dari 20 menit mempelai wanita pun juga sudah tiba. Semuanya langsung terfokus pada Naura yang begitu cantik. Sambil digandeng Oba dan oci akhirnya Naura tiba di dekat Fiki yang sebenar lagi akan menjadi suaminya itu. Kebahagiaan tak terukur dari wajah Naura akhirnya penantiannya berbuah kebahagiaan karena bisa menikah dengan laki-laki yang ia cintai.
__ADS_1
"Ibuk sama ayah akan menikah dan aku akan jadi kakak yang akan menjaga kita semua nantinya ibuk. Bisik anak laki-laki yang sudah tiba di meja depan penghulu itu. Akhirnya karena penampakan itu Fiki langsung memeluk anaknya karena ia bangga akan dirinya yang sudah ada pengantinnya itu.
"Apakah sudah siap saudara Fiki, tanya pak penghulu yang ada di depan dua mempelai itu.
Karena hari semakin siang akhirnya akhad nikah mereka akan segera berlangsung.
"Siap pak, sahut Fiki yang sebenarnya dia gerigi sekali.
"Ya udah mari kita lakukan sekarang nak Fiki. Dengan lafal ayat-ayat suci Al-Qur'an akhirnya pak penghulu meminta pak Catur yang sebagi wali dari Naura untuk mengijabakan anaknya untuk satu dan terakhir untuknya.
Keluarga tak henti-hentinya mengucap Alhamdulillah, karena akhirnya Naura dan Fiki sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Walaupun begitu banyak rintangan yang silih tak henti-hentinya sampai akhirnya mereka bisa melewati masa ini dengan lancar. Mungkin hari ini hari yang sangat bahagia untuk semuanya dan terutama untuk Naura dan Fiki. Mereka yang akhirnya resmi menjadi pasangan pun langsung mengucapkan Alhamdulillah dan langsung memeluk kedua anaknya. Akhirnya mereka akan bahagia karena sudah di satukan dalam ikatan yang sakral ini.
Kebahagiaan tak hentinya yang membuat para tamu yang ikut berfoto dengan mempelai pun juga mengukirkan senyum yang tak akan terlupakan. Samapi akhirnya malam dimana para tamu undangan yang berpamitan untuk pulang masing-masing. Tinggal beberapa keluarga yang ada di situ Mama Vineta yang bertemu dengan adik angkatnya di Abi pun canggung karena benar kata Papa Huda yang memberitahu jika Abi saat ini hanya diam tak banyak kata. Tak beda dengan Abi yang hanya mengagumi betapa orang yang tak beda dari kakaknya dulu ada di depannya. Tadinya ia tak percaya waktu diberitahukan oleh Papa nya waktu itu tapi setelah ia melihat sendiri ia baru tahu betapa begitu banyak kemiripan yang tercetak dari wajah mereka itu. Kak Lia dan Dokter Vineta juga begitu memiliki kesamaan dari wajahnya tak mungkin jika tak ada hubungan darah antara mereka kok bisa bagaikan pinang dibelah dua seperti ini. Tapi jika dipikir-pikir Papanya juga tak memiliki anak kembar kenapa mereka bisa semirip ini. Sedangkan jika sengaja mirip saja juga tak sebegitu banyak seperti ini.
__ADS_1
Bengong dalam pikirannya pak Aan yang duduk berdampingan dengan istrinya itu langsung menegur Abi yang terdiam didepannya itu. Mungkin karena rasa ingin semakin akrab akhirnya pak Aan yang berusaha untuk memulai untuk pembicaraan itu.
"Abi, kok bengong gitu. Apakah ada yang Abi pikiran kok dari tadi lihatin kak Vineta gitu, kata pak Aan yang ingin mencoba lebih akrab lagi.
"Em, enggak kakak cuma canggung aja mau tanya apa juga binggun kak, sahutnya karena ia juga beneran binggun mau bagaimana.
"Kamu anggap kami kakak kamu aja biar lebih kenal dan bisa lebih akrab lagi. Oya kamu udah kerja apa masih kuliah saat ini. Dua laki-laki yang mencoba untuk lebih akrab hanya jadi tontonan bagi dokter Vineta karena ia merasa jika ia begitu ingin dekat dengan Abi. Rasanya ia pernah merasakan perasaan jika ia memiliki adik yang meminta untuk ia jaga tapi entah kapan itu terjadi.
"Aku udah kerja kak, Oya apakah kak Vineta beneran anak tunggal. Sepertinya tak masuk akal jika tak ada ikatan darah dengan kami tapi wajahnya begitu mirip dengan almarhum kakak saya dulu. Aku tak habis pikir kenapa tuhan tak pernah mempertemukan kita dari dulu kak. Dengan bertemunya kita aku bisa merasakan memiliki kakak lagi, jelas Abi sambil menangis karena teringat kakaknya dulu. Peristiwa ini tak luput dari pandangan papa Huda dan Mama Fina yang ada di lantai atas. Akhirnya mereka bisa melihat anaknya bisa begitu banyak bicara kaya dulu lagi. Rasa percaya dirinya juga tumbuh rasanya ujian yang dulu mereka dapatkan akhirnya tergantikan oleh berjalannya waktu seperti saat ini.
Papa Huda dan Mama Fina saling memeluk karena akhirnya keluarga mereka utuh lagi seperti dulu. Semoga setelah mereka semua kembali ke rumah mereka mungkin keakraban kedua anaknya akan terus terjalin lebih dari ini. Apalagi rumah nak Aan dan nak Vineta tak jauh dari kediaman mereka itu.
💞💕💞💕💞💕
__ADS_1
Salam dari saya kak. Jaga lupa tersenyum karena senyum kita ditunggu oleh orang yang kita sayangi ya.