
Sampai pertengahan jalan menuju pulang Danu berhenti di pinggir lapangan lampion dimana begitu banyak orang yang nongkrong di situ. Ia merasa begitu hancur akan ucapan Naura yang tak bisa ia temui lagi itu. Rasanya tak adil dari dulu ia selalu tak bisa mendapatkan cinta yang ia pendam selama ini. Terlebih lagi ia baru tahu dimana orang yang ia cintai ini berada tapi langsung tak boleh bertemu lagi. Perih ingin sekali ia menumpahkan amarahnya itu tapi ia tak akan gegabah nanti akan merusak hubungan yang sudah baik ini pada Naura nantinya.
Malam ini Danu yang sudah kembali ke rumah kontrakannya pun langsung masuk kekamar tidur dan membuka beberapa foto yang ia miliki tentang Naura. Beberapa lembar foto yang masih terlihat hitam putih tapi sangat terlihat masih utuh dan tak rusak sama sekali. Setiap ia berhasil menemukan Naura waktu sekolah dulu mesti akan mengambil secara diam-diam foto wajah wanita cantik itu.
Sedangkan Naura yang sudah masuk kerumah Mama Vineta tadi langsung disuruh untuk makan malam. Karena menu istimewa malam ini khusus untuknya. Sedangkan yang lainnya yang sudah makan langsung ikut beres-beres berbagai macam barang yang akan di bawa oleh Mama Vineta pindah besok. Karena pak Aan yang langsung ke rumah sakit menemani pak Catur tadi jadi yang ada di rumah belakang hanya para kakek-kakek Naura dan kedua anaknya. Pas sampai di ruang makan Naura langsung di ambilkan nasi serta lauk oleh ibuk Dini.
"Sayang kamu mau makan apa?
Biar ibuk ambilkan, kata ibuk Dini yang sudah mengambil piring kosong untuknya.
"Biar Naura ambil sendiri buk, Naura bisa kok buk. Karena rasa canggungnya masih begitu terlihat makan Naura memutuskan untuk bisa seperti biasanya.
"Sayang, ibuk dari dulu waktu kamu hamil anak pertama juga belum bisa membuatmu bahagia sayang, izinkan saat ini ibuk membalas waktu itu. Apalagi aku juga ibukmu kan nak, mohon ibuk Dini yang masih duduk di dekatnya.
"Ibuk, ibuk masih tetap ibuk Naura kok, Naura tak melupakan ibuk sama sekali. Jika itu yang ibuk mau maka Naura pingin ibuk yang nyiapin Naura buk, Naura kangen masa dimana Naura dimanjakan ibuk. Tapi Naura juga malu karena sudah merusak kepercayaan ibuk sama Bapak. Apalagi malah saat ini Naura hamil lagi buk bagaimana keadaan ibuk jika ternyata aku tak seperti yang ibuk inginkan, pastinya ibuk akan marah kan buk, kata Naura sambil membalas tatapan ibuk Dini tadi. Rasanya ia tak akan bisa menebus apa yang sudah ia perbuat selama ini pada keluarga.
Setelah suapan berhasil masuk ke mulut Naura tadi ibuk Dini langsung memeluk anaknya yang sudah menjadi ibu muda juga. Rasanya ia tak akan percaya jika saat ini Naura malah sudah hamil lagi. Dan mungkin jika Naura melahirkan besok ibuk Dini akan siap untuk ikut mengasuh cucunya itu.
__ADS_1
Semua persiapan untuk kepindahan sudah hampir 80% dari semuanya. Sedangkan proses prosedur dari rumah sakit juga tinggal beberapa berkas saja. Dapat dipastikan tinggal beberapa hari lagi pasti mereka akan tetap bisa langsung pindah ke kota mereka. Rasanya tak percaya jika Naura akhirnya bisa kembali ke kota itu kota dimana ia besar dan menghabiskan masa kecilnya dulu.
❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan kak jangan, "kau tau aku milik orang lain kak saat ini. Kita tak boleh melakukan hal ini kak tolong berikan aku kesempatan untuk menebusnya dengan selain ini kak. Aku tak bisa menghianati cinta ku ini padanya. Kakak adalah sahabat satu-satunya yang aku miliki kak, tolong lepaskan aku,,, ketakutan Naura saat ini yang sedikit memundurkan tubuhnya agar Danu tak bisa mendekati dirinya. Tapi semakin Naura berjalan mundur semakin tubuh Danu ikut maju untuk mendapatkan Naura entah apa yang terjadi yang pasti saat ini Danu ingin memiliki Naura seutuhnya.
"Kak tolong kak, lepaskan,, teriakan Naura yang semakin terhimpit dinding ruangan itu. Ternyata semakin ia mundur semakin tubuhnya terbentuk oleh dinding. Pada akhirnya Danu berhasil menangkap tubuh Naura yang akan terjatuh itu.
Tap,,
"Cup,, akhirnya Danu berhasil mendapatkan ciuman dari orang yang ia cintai itu. Dengan pukulan tangan Naura yang menolak hal ini membuat Danu semakin memperdalam ciuman itu. Tak hanya ********** tapi memainkan lidahnya dengan lincah didalam mulut Naura. Karena berontak dari tadi membuat tenaganya akhirnya terkuras habis dan membuat Danu semakin membabi buta tubuh Naura. Sampai tak terasa tubuh mungil Naura sudah berpindah ke ranjang yang ada diruangan itu.
"Sayang kita lakukan ini semua dengan penuh suka cita ya. Buat tubuhmu rileks hanya untuk aku sempat, bisik Danu tepat di telinga Naura tadi. Karena akibat ulah darinya tadi Naura begitu lemah tak bisa membalas apapun yang ia ucapkan tadi. Sampai pas Danu ingin membuka kancing baju Naura yang tinggal beberapa keping ia langsung di hajar oleh Fiki yang baru tiba entah dari mana.
"Brok...
"Bodoh.
__ADS_1
"Kau mau cari mati ya Danu?
",Siapa yang nyuruh kamu lakuin ini pada Naura. Kau tau Naura saat ini sedang sakit kamu tau itu,, ucapan teriakan Fiki yang berhasil menghantam pipi putih Danu tadi. Hingga akhirnya Danu jatuh dilantai dan langsung berdiri karena perkataan Fiki bahwa Naura sakit. Benar saja saat ia melihat Naura berubah menjadi tak bergerak sama sekali. Kepanikan Danu akhirnya membuat ia tak tahu ingin berbuat apa. Pikirnya buntu sama sekali tak bisa berfikir sedangkan ia mau bertanya pada Fiki nyak dimana Fiki saat ini berada. Ruangan itu hampa baginya dan tak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Tidak,,,, jangan tinggalkan aku Naura...
Teriakan Danu yang berhasil membuat ia sadar dan terbangun dari tidurnya. Karena mimpi yang ia alami ini ia langsung duduk dan mengusap keringat yang ada di wajahnya itu. Ketakutan akan hal yang ia impikan menjadi nyata saat ini. Karena mimpi tadi tak terlihat bahwa itu mimpi. Entah kenapa ia bisa bermimpi tentang pemerkosaan Naura padahal ia tak akan melakukan hal itu.
"Ya Allah jangan buat Naura sakit aku akan menjaganya. Dan ijinkan aku bisa bersanding dengannya suatu saat nanti ya Allah, doa Danu yang masih berkeringat tadi.
Manis sekali bibirnya tadi, alangkah begitu lebih manis lagi jika secara langsung ya, kata Danu yang sambil mengusap bibirnya sendiri dan mengingat bagaimana ia mencium bibir Naura dengan rakus di mimpinya tadi.
****
Kak doakan Fiki cepat sadar dong dengan cara tinggalkan jejaknya dan komen yang banyak kak. Kasian Naura nanti jika di ambil Danu karena usaha Danu juga tak kalah menarik nanti buat Naura...Heheh
makasih ya kakak...,
__ADS_1